Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI Gizi Masyarakat, Tan Shot Yen, menilai skema pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) pada saat bulan puasa lebih baik diserahkan pada keluarga masing-masing.
"Kok dipaksain banget? Kenapa tidak memberdayakan keluarga Indonesia masak dari dapur sendiri? Tinggal bagi bahan mentah. Keluarga yang membuat disiplin sahur, takjil, dan makan malam itu dimungkinkan. Bukan BGN," kata Tan Shot Yen saat dihubungi, Minggu (15/2).
Menurutnya, tidak semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bisa menjamin mengikuti panduan persis dan sama seperti Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026.
Dalam SE disebutkan bahwa selama periode bulan Ramadan, penerima manfaat akan menerima menu MBG dalam paket kemasan sehat yang makanannya tidak menggunakan produk pabrikan ultra processed food (UPF).
Rekomendasi menu untuk makanan kemasan meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lain, serta kurma (opsional) dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi.
Mekanisme pembagian dengan kemasan tersebut dikahwatirkan tidak dapat dipatuhi setiap SPPG. Selain itu, skema tersebut bisa menjadi godaan siswa membatalkan puasanya.
"Anak-anak berlatih puasa tidak selayaknya justru dibagi jajanan yang akhirnya jadi godaan saat di jalan atau selama jam puasa berlangsung," ucapnya.
Dihubungi terpisah, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, mengatakan skema yang diberikan kepada langsung kepada keluarga sudah ada dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).
"Kalau untuk perlindungan sosial kan sudah ada BLT, khawatir nanti pertanggungjawabannya seperti apa," ujar Irma.
Oleh karena itu, ia mendukung MBG tetap berjalan agar gizi yang diberikan kepada anak dan ibu hamil tidak terputus.
"Sesuai informasi yang disampaikan BGN, untuk bulan Ramadan, program MBG tetap jalan. Untuk ibu hamil, balita, dan anak stunting didistribusikan normal. Untuk anak sekolah umum, diberikan berupa makanan kering seperti telur rebus, susu, roti, kurma dan buahan, agar gizi yang diterima tidak terputus," pungkasnya. (I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved