Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam beberapa tahun terakhir, daging olahan seperti sosis, bacon, ham, hot dog, dan deli meat makin mudah ditemukan, di rak supermarket sampai menu cepat saji. Rasanya “nendang”, praktis, dan jadi penyelamat saat waktu mepet.
Tapi di balik kenyamanan itu, bukti ilmiah menunjukkan ada risiko kesehatan yang nyata, terutama terkait kanker.
Badan kanker WHO, International Agency for Research on Cancer (IARC), mengklasifikasikan daging olahan sebagai “karsinogen bagi manusia” (Group 1), artinya bukti ilmiahnya kuat bahwa konsumsi daging olahan dapat menyebabkan kanker pada manusia, terutama kanker kolorektal (usus besar).
Catatan penting, “Group 1” menjelaskan kekuatan bukti, bukan berarti tingkat risikonya setara dengan rokok.
IARC melaporkan, setiap tambahan 50 gram daging olahan per hari berkaitan dengan kenaikan risiko kanker kolorektal sekitar 18%. Secara kira-kira, 50 gram itu setara 1 hot dog atau beberapa iris bacon, tergantung ukuran produknya.
Masalahnya bukan sekadar “dagingnya”, tapi proses pengolahannya: pengasapan, curing, pengasinan, serta penggunaan nitrat/nitrit dapat memicu terbentuknya senyawa yang berpotensi merusak DNA dan meningkatkan peluang perubahan sel ke arah kanker.
“Ada Batas Aman?” Jawabannya: Tidak Ada Garis Aman yang Tegas
Risikonya cenderung dose-response, makin sering/makin banyak, makin naik. Karena itu, banyak panduan kesehatan menekankan prinsip “lebih sedikit lebih baik”, bukan mencari angka “aman” yang pasti untuk semua orang.
Intinya bukan panik, tapi atur frekuensi dan porsinya. Organisasi seperti American Cancer Society menyarankan untuk membatasi daging olahan dan lebih sering memilih sumber protein lain: ikan, unggas, kacang-kacangan, tempe, tahu, dan protein minim proses.
Ringkasnya, praktis boleh, tapi kalau jadi kebiasaan harian, risikonya pelan-pelan “ngumpul”. (WHO/IARC/The Nutrition Source/American Cancer Society/WCRF/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved