Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Awal Ramadhan Diperkirakan 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Kemenag Aceh

Andhika Prasetyo
12/2/2026 07:43
Awal Ramadhan Diperkirakan 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Kemenag Aceh
ilustrasi(Antara)

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh memperkirakan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan tersebut didasarkan pada data falakiyah yang menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk pada 29 Syaban 1447 Hijriah atau 17 Februari 2026.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengatakan bahwa hasil perhitungan Tim Falakiyah menunjukkan hilal tidak memenuhi kriteria untuk dapat diamati. Oleh karena itu, awal Ramadan diperkirakan jatuh dua hari setelahnya.

“Berdasarkan data Tim Falakiyah, 1 Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Azhari.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penetapan awal bulan hijriah tetap mengacu pada rukyatulhilal yang dilaksanakan setiap tanggal 29 bulan berjalan. Namun, berdasarkan penghitungan astronomis, posisi hilal pada 29 Syaban masih berada di bawah ufuk sehingga tidak memungkinkan untuk terlihat.

Kendati sudah ada perhitungan awal, keputusan resmi mengenai awal Ramadhan tetap menunggu pengumuman Menteri Agama melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung dan disiarkan secara langsung pada 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, Azhari juga mengajak umat Islam untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, dengan meningkatkan kualitas ibadah di akhir bulan Syaban sebagai bekal menyambut Ramadan.

“Penting bagi umat Islam untuk memahami dan mengamalkan ibadah-ibadah utama di bulan Ramadhan agar pelaksanaannya optimal dan mampu mencapai derajat takwa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, menjelaskan bahwa ijtima atau konjungsi awal Ramadhan 1447 Hijriah terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01.07 WIB, atau setelah matahari terbenam. Kondisi tersebut menyebabkan hilal dipastikan masih berada di bawah ufuk.

Ia merinci, matahari terbenam pada 29 Syaban pukul 18.52 WIB dengan azimut 258 derajat, sedangkan bulan terbenam lebih dahulu pada pukul 18.48 WIB dengan azimut 257 derajat. Saat matahari terbenam, posisi hilal di markaz rukyat Aceh, Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, berada pada minus 0,97 derajat dengan elongasi 0,93 derajat.

“Di wilayah Indonesia lainnya, posisi hilal juga masih berada di bawah ufuk, mulai dari minus satu derajat di wilayah Sumatera hingga minus 2,4 derajat di wilayah Papua,” jelas Alfirdaus.

Dengan kondisi tersebut, ia memastikan hilal tidak mungkin terlihat di Aceh maupun di seluruh wilayah Indonesia. Oleh sebab itu, bulan Syaban 1447 Hijriah harus digenapkan menjadi 30 hari.

“Dengan demikian, awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026,” tandasnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya