Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMA "Marhaban Ya Ramadhan" mulai terdengar di penjuru nusantara seiring mendekatnya bulan suci 1447 Hijriah. Di tahun 2026 ini, umat Muslim kembali diajak untuk merenungkan sejauh mana kesiapan hati dalam menerima tamu agung yang membawa ribuan kemuliaan.
Namun, tahukah Anda bahwa kata "Marhaban" memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kata sambutan biasa?
Secara etimologi, kata marhaban berasal dari akar kata rahb yang berarti luas atau lapang. Mengucapkan "Marhaban Ya Ramadhan" berarti kita menyatakan bahwa dada kita lapang dan hati kita terbuka lebar untuk menyambut bulan puasa. Ini adalah komitmen spiritual untuk menerima segala aturan ibadah, mulai dari menahan lapar hingga mengendalikan hawa nafsu, dengan penuh sukacita, bukan dengan rasa terbebani.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah Indonesia tahun 2026, awal Ramadhan 1447 H diprediksi jatuh pada:
Menyambut Ramadhan di pertengahan Februari 2026 memerlukan strategi yang matang, baik secara fisik maupun mental. Berikut adalah pilar persiapan yang harus Anda perhatikan:
Mulailah dengan bertaubat dan membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin seperti iri dan dengki. Memperbanyak puasa sunnah di bulan Rajab dan Sya'ban adalah cara terbaik untuk "pemanasan" ruhani agar tidak kaget saat memasuki bulan wajib.
Ibadah tanpa ilmu akan sia-sia. Tinjau kembali hal-hal yang membatalkan puasa, siapa saja yang mendapat keringanan (rukhsah), hingga tata cara shalat Tarawih dan zakat fitrah.
Mengingat Ramadhan 2026 jatuh di awal tahun yang sering kali bertepatan dengan masa transisi cuaca, menjaga imunitas adalah wajib. Pastikan asupan nutrisi seimbang saat sahur dan berbuka untuk menjaga produktivitas kerja.
Ramadhan sering kali diikuti dengan kenaikan konsumsi. Dengan Mata Uang Rupiah sebagai alat transaksi, penting untuk melakukan penganggaran (budgeting) agar ibadah tetap tenang tanpa gangguan finansial, terutama untuk alokasi sedekah dan zakat.
| Waktu | Aksi |
|---|---|
| H-7 | Selesaikan utang puasa (Qadha) & cek kesehatan. |
| H-3 | Saling memaafkan & pantau pengumuman Sidang Isbat. |
| H-1 | Mandi besar (sunnah) & persiapan sahur pertama. |
Marhaban Ya Ramadhan 2026 bukan sekadar jargon tahunan. Ia adalah panggilan untuk meluangkan ruang di hati kita bagi transformasi spiritual. Dengan persiapan yang matang, mulai dari pemahaman makna hingga kesiapan fisik, kita berharap Ramadhan 1447 H menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan derajat ketakwaan kita di hadapan Allah SWT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved