Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Mengenal Magnitudo 6,2: Seberapa Kuat dan Apa Dampaknya bagi Kita?

mediaindonesia.com
06/2/2026 15:11
Mengenal Magnitudo 6,2: Seberapa Kuat dan Apa Dampaknya bagi Kita?
Ilustrasi(Antara)

Saat terjadi gempa di Pacitan pada Februari 2026, BMKG merilis angka M6,2 sebagai kekuatannya. Bagi banyak orang, angka "6" mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan skala 1 sampai 10 yang biasa kita temui di sekolah. Namun, dalam dunia seismologi, angka 6,2 memiliki makna yang jauh lebih besar dan kompleks.

Apa Itu Magnitudo?

Magnitudo adalah ukuran energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di titik pusatnya. Satu hal yang wajib dipahami oleh orang awam adalah bahwa skala ini bersifat logaritmik. Artinya, setiap kenaikan 1 angka (misalnya dari M5 ke M6), energi yang dilepaskan meningkat sekitar 32 kali lipat.

Analogi Sederhana: Jika gempa M5 adalah sebuah bohlam lampu, maka gempa M6 bukan dua bohlam, melainkan 32 bohlam yang menyala bersamaan. Jadi, M6,2 adalah kekuatan yang sangat signifikan.

Seberapa Kuat Magnitudo 6,2?

Dalam klasifikasi kekuatan gempa, M6,2 masuk dalam kategori gempa Kuat (Strong). Berikut adalah apa yang biasanya terjadi pada skala tersebut:

  • Kerusakan Bangunan: Bangunan yang tidak memiliki standar tahan gempa dapat mengalami retak struktural atau runtuh sebagian.
  • Efek di Dalam Ruangan: Furnitur berat akan bergeser, pajangan di dinding akan jatuh, dan orang akan kesulitan untuk berdiri tegak saat guncangan berlangsung.
  • Jangkauan: Getarannya dapat dirasakan hingga jarak ratusan kilometer dari pusat gempa (episenter).

Tabel Perbandingan: Apa yang Dirasakan?

Skala Magnitudo Deskripsi Kekuatan Dampak Umum
2.0 - 3.9 Minor / Kecil Jarang dirasakan, namun terekam alat.
4.0 - 4.9 Ringan Terasa seperti truk lewat, benda gantung bergoyang.
5.0 - 5.9 Sedang Dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan lemah.
6.0 - 6.9 Kuat Kerusakan luas di wilayah padat penduduk.
7.0 ke atas Besar / Hebat Berpotensi tsunami dan kerusakan total.

Mengapa M6,2 Pacitan Tidak Tsunami?

Meskipun M6,2 terdengar menyeramkan, BMKG menyatakan tidak ada potensi tsunami. Hal ini dikarenakan energi yang dilepaskan belum cukup untuk "mematahkan" dasar laut secara vertikal dalam skala besar. Secara umum, para ahli mulai waspada tsunami jika magnitudo sudah menyentuh angka 7,0 ke atas dengan kedalaman yang sangat dangkal di dasar laut.

People Also Ask: FAQ Mengenai Magnitudo Gempa

Apa bedanya Magnitudo dengan Skala Richter?

Skala Richter adalah metode lama yang kurang akurat untuk gempa besar atau gempa yang sangat jauh. Sekarang, ilmuwan menggunakan Moment Magnitude Scale (Mw) yang lebih akurat menghitung energi total yang dilepaskan lempeng bumi.

Mengapa getaran gempa M6,2 bisa terasa sangat lama?

Durasi guncangan bergantung pada panjang patahan lempeng yang bergeser. Semakin besar magnitudonya, biasanya durasi guncangannya juga akan semakin lama karena energi yang dilepaskan lebih banyak.

Apakah angka magnitudo bisa berubah?

Bisa. BMKG biasanya mengeluarkan data "Parameter Sementara" dalam 5 menit pertama, lalu memperbaruinya menjadi "Parameter Terupdate" setelah mendapatkan data lebih lengkap dari berbagai stasiun sensor.

Kesimpulan

Magnitudo 6,2 adalah pengingat bahwa kita tinggal di daerah aktif secara tektonik. Angka ini menunjukkan kekuatan yang cukup besar untuk merusak, namun belum cukup besar untuk memicu tsunami. Kuncinya bukan pada rasa takut terhadap angka tersebut, melainkan pada kesiapan bangunan kita dan pengetahuan kita tentang cara menyelamatkan diri.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya