Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
GERHANA matahari adalah salah satu fenomena astronomi paling memukau yang bisa disaksikan manusia. Namun, di balik keindahannya, terdapat risiko kesehatan yang nyata jika pengamatan dilakukan tanpa prosedur yang benar. Cahaya intens dari matahari dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata dalam hitungan detik.
Sebagai panduan bagi Anda yang ingin menikmati fenomena ini, Media Indonesia telah merangkum prosedur keamanan dan metode pengamatan yang direkomendasikan secara ilmiah.
Jangan pernah menatap matahari secara langsung tanpa perlindungan mata yang tepat, bahkan saat matahari tertutup sebagian oleh bulan. Kerusakan mata dapat terjadi tanpa rasa sakit.
Risiko utama dari melihat matahari secara langsung, baik saat gerhana sebagian maupun cincin, adalah kondisi medis yang disebut Solar Retinopathy. Ini adalah kerusakan pada retina mata akibat paparan radiasi surya yang sangat kuat.
Retina tidak memiliki reseptor rasa sakit, sehingga Anda tidak akan merasa mata Anda sedang "terbakar" saat menatap matahari. Gejala kerusakan biasanya baru muncul beberapa jam setelah paparan, berupa pandangan kabur, titik buta di tengah penglihatan, atau distorsi warna. Dalam banyak kasus, kerusakan ini bersifat permanen.
Kacamata hitam biasa, seberapa gelap pun lensanya, tidak cukup untuk melindungi mata dari radiasi inframerah dan ultraviolet matahari. Anda wajib menggunakan kacamata khusus yang memiliki sertifikasi ISO 12312-2. Filter pada kacamata ini ribuan kali lebih gelap dibandingkan kacamata hitam standar.
Jika Anda tidak memiliki kacamata khusus, metode proyeksi adalah cara termudah dan paling aman. Anda tidak melihat matahari secara langsung, melainkan melihat bayangannya.
Jika menggunakan teleskop atau teropong binokular, filter harus dipasang di bagian depan lensa objektif (ujung depan), bukan di bagian eyepiece. Mengamati matahari melalui alat optik tanpa filter khusus akan menyebabkan kebutaan seketika karena lensa berfungsi mengumpulkan dan memusatkan cahaya matahari ke mata Anda.
Tidak. Kacamata hitam standar hanya memblokir sebagian kecil cahaya tampak dan tidak dirancang untuk menahan radiasi berbahaya matahari yang masuk secara intens saat gerhana.
Memotret matahari tanpa filter khusus dapat merusak sensor kamera ponsel Anda. Selain itu, saat Anda mengarahkan ponsel ke matahari, mata Anda berisiko terpapar cahaya intens yang terpantul atau masuk secara tidak sengaja. Selalu gunakan filter matahari khusus untuk lensa kamera.
Satu-satunya waktu yang aman untuk melihat gerhana dengan mata telanjang adalah saat fase totalitas sempurna (ketika piringan matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan). Namun, begitu cahaya matahari mulai muncul kembali, kacamata harus segera dipakai kembali.
| 1. Periksa kondisi kacamata gerhana (pastikan tidak ada goresan). |
| 2. Pastikan kacamata memiliki label standar ISO 12312-2. |
| 3. Siapkan lokasi pengamatan yang tidak terhalang bangunan. |
| 4. Uji coba alat proyeksi DIY sehari sebelum kejadian. |
| 5. Pantau prakiraan cuaca terkini dari BMKG. |
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menikmati keajaiban alam semesta tanpa harus mengorbankan kesehatan indra penglihatan Anda. Selalu utamakan keselamatan dalam setiap kegiatan pengamatan astronomi. (Z-10)
Jangan ambil risiko! Pelajari cara aman menyaksikan gerhana matahari menggunakan standar ISO 12312-2 dan teknik proyeksi untuk melindungi mata Anda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved