Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Youth Speak Forum 2026 Tawarkan Gagasan Perubahan

Rahmatul Fajri
04/2/2026 18:06
Youth Speak Forum 2026 Tawarkan Gagasan Perubahan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

AIESEC Indonesia menyelenggarakan Youth Speak Forum 2026, Sabtu 31 Januari 2026 di Menara Syariah, PIK 2. Youth Speak Forum diinsiasi oleh AIESEC global untuk menunjukkan peran pemuda pada tingkat global maupun nasional melalui kontribusi nyata. Melalui Youth Speak Forum, AIESEC ingin menjadikan suara pemuda dapat didengar untuk bersama-sama mewujudkan 17 target Sustainable Development Goals (SDGs). Youth Speak Forum juga menciptakan ruang yang setara, inklusif, dan berkeadilan dalam mendiskusikan isu-isu global.
 
AIESEC merupakan organisasi kepemudaan internasional yang bergerak dalam bidang pengembangan potensi kepemudaan melalui program-program peningkatan kepemimpinan dan pertukaran (exchange). 

Youth Speak Forum 2026 mengusung tema Future by Youth: Empowering Change Through Global Leadership and Sustainability. Melalui tema ini, forum yang diikuti oleh lebih dari 200 pemuda ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda untuk mulai mengambil peran sebagai pemimpin perubahan. Youth Speak Forum menjadi ruang bagi ide, inovasi, dan kolaborasi pemuda untuk menciptakan dampak positif. 

Ada 3 topik talkshow yang dihadirkan dalam Youth Speak Forum ; 1) Youth in Global Leadership, 2) Youth in Future, dan 3) Youth in Sustainability. Bakrie Center Foundation (BCF) menjadi mitra kolaborasi dari penyelenggaraan Youth Speak Forum 2026 dan berpartisipasi sebagai pembicara dalam sesi Youth in Global Leadership. 

CEO Bakrie Center Foundation, Jimmy Gani yang juga pernah menjadi AIESECers (sebutan anggota AIESEC.red) pada tahun 1992, sangat antusias mengulang kenangan saat akif di AIESEC Indonesia dan menjadi mahasiswa di Universitas Padjajaran. Menurutnya, berpartisipasi dalam berbagai konferensi internasional yang diselenggarakan oleh AIESEC, mengasah kemampuan kepemimpinan serta membuka peluang berjejaring.  

“Waktu itu AIESEC Indonesia baru didirikan. Saya mendapatkan kesempatan ikut konferensi internasional di Helsinki, Finlandia. Setelah itu, saya berkesempatan ikut dalam Asia Pacific Conference pada tahun 1993. Saya belajar menjadi aktivis global yang terbiasa bertemu dengan teman-teman lintas  budaya. Pengalaman internasional sangat membentuk jiwa kepemimpinan dan menjadikan saya pemimpin seperti hari ini,” tutur Jimmy. 

Adaptif merupakan salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Menurut Jimmy,  ketika terlibat dalam sebuah organisasi terlebih pada skala global, kita akan bertemu dengan berbagai orang yang berbeda cara kerja, budaya, serta karakter. Sehingga, hal tersebut mengasah intuisi dan mengingatkan kemampuan memimpin. 
Berkat berbagai pengalaman organisasi itulah, di  usia yang relatif  masih sangat muda Jimmy mendapatkan kesempatan karier dalam berbagai bidang, termasuk menjadi Direktur Utama termuda dari sebuah perusahaan BUMN kala itu.  

“Saya banyak bertemu dengan para CEO atau kolega yang usianya jauh lebih tua, tetapi karena sudah diasah kemampuan adaptif tadi sejak masih mahasiswa di berbagai organisasi, kita jadi lebih cepat dalam membaca karakter orang sehingga lebih mudah untuk berjejaring dan membuat penawaran,” sambung Jimmy. 

Saat ini, Jimmy aktif sebagai pendidik, pebisnis, juga pemimpin di berbagai organisasi. Jimmy juga menjadi Ketua Umum Alumni Amerika Serikat periode 2021-2025. Sebagai penutup ia berpesan agar generasi muda aktif dalam mengambil setiap kesempatan untuk mengembangkan diri dan mengasah intuisinya sebagai pemimpin. 

“Kata Napoleon Hill, kita mungkin tidak langsung bisa melakukan hal-hal yang besar tetapi kita bisa mulai untuk melakukan hal kecil dengan upaya terbaik. Jadi, lakukanlah hal-hal yang bisa kita lakukan, sederhana tetapi bermakna dan berdampak,” tutup Jimmy. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya