Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Bukan Sekadar Insting, Kuda Terbukti Bisa 'Mencium' Rasa Takut Manusia

Thalatie K Yani
04/2/2026 10:49
Bukan Sekadar Insting, Kuda Terbukti Bisa 'Mencium' Rasa Takut Manusia
Ilustrasi(freepik)

PERNAHKAH Anda merasa hewan peliharaan tiba-tiba menjadi gelisah saat Anda sedang merasa cemas? Banyak pemilik hewan meyakini binatang memiliki "indra keenam" untuk membaca perasaan manusia. Kini, sains berhasil membuktikan bahwa fenomena tersebut nyata, dan media komunikasinya bukanlah melalui kontak mata atau gerakan tubuh, melainkan aroma.

Penelitian terbaru dari National Research Institute for Agriculture, Food and Environment (INRAE) mengungkapkan bahwa emosi manusia dapat berpindah ke hewan melalui bau badan. Studi ini menyoroti bagaimana rasa takut manusia yang terbawa melalui keringat mampu mengubah perilaku kuda secara signifikan.

Keringat Ketakutan vs Kegembiraan

Dalam dunia hewan, penciuman adalah alat komunikasi utama. Namun, selama ini penelitian lebih banyak fokus pada komunikasi antar-spesies yang sama. Para ahli etologi dari berbagai organisasi kemudian berupaya mendalami interaksi antara manusia dan kuda, mengingat keduanya telah memiliki hubungan domestikasi yang panjang.

Tim peneliti melibatkan 30 sukarelawan manusia untuk menonton video selama 20 menit yang memicu emosi kuat, baik itu adegan menakutkan maupun momen yang membahagiakan. Selama proses tersebut, bantalan kapas diletakkan di bawah ketiak para relawan untuk menyerap aroma keringat yang membawa sinyal kimiawi emosi.

Sampel aroma tersebut kemudian diujikan kepada 43 ekor kuda. Kuda-kuda ini dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok yang terpapar aroma takut, kelompok aroma bahagia, dan kelompok kontrol tanpa aroma.

Reaksi Kuda Terhadap Sinyal Bahaya

Hasilnya mengejutkan. Kuda yang terpapar bau ketakutan manusia menunjukkan reaksi yang jauh lebih waspada dan tegang. Dalam uji coba menggunakan objek asing dan kejutan (seperti membuka payung secara tiba-tiba), kuda-kuda ini menunjukkan respons kaget yang lebih kuat dan menatap objek lebih lama.

Secara fisiologis, detak jantung kuda meningkat dan tingkat hormon stres (kortisol) dalam air liur mereka pun melonjak. Tidak hanya itu, kuda-kuda ini cenderung menghindari kontak fisik, kurang responsif saat disisir, dan enggan mendekati manusia. Sebaliknya, kuda yang mencium aroma kegembiraan tetap tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda stres.

Penularan Emosi Lintas Spesies

Temuan ini menunjukkan adanya fenomena "penularan emosi" (emotional contagion), di mana seekor hewan mengadopsi kondisi emosional individu lain. Jika sebelumnya fenomena ini baru terbukti pada anjing, studi ini menjadi bukti kuat pertama pada kuda.

Léa Lansade, Direktur Riset INRAE sekaligus salah satu penulis studi ini, menjelaskan signifikansi temuan tersebut:

"Terdapat komunikasi emosi secara kimiawi, dan hal itu menembus batas antar-spesies. Studi baru yang dilakukan oleh INRAE dan IFCE serta diterbitkan dalam jurnal PLOS One ini menunjukkan saat terpapar aroma manusia yang sedang ketakutan, kuda pada gilirannya akan menunjukkan respons takut melalui mekanisme penularan emosi."

Penelitian ini membuka cakrawala baru dalam memahami dunia emosional hewan. Hal ini juga menjadi pengingat penting bagi para pemilik atau pelatih kuda bahwa kondisi emosional mereka dapat memengaruhi perilaku hewan peliharaan lebih dalam dari yang dibayangkan sebelumnya. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya