Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA capung masuk rumah seringkali memicu rasa penasaran bagi penghuninya. Di Indonesia, kehadiran serangga bernama latin Odonata ini tidak hanya dipandang sebagai kejadian biologis biasa, melainkan kerap dikaitkan dengan berbagai pertanda atau mitos yang dipercaya turun-temurun. Apakah kedatangan capung benar-benar membawa pesan mistis, ataukah ada penjelasan ilmiah yang logis di baliknya?
Masyarakat Indonesia yang masih memegang teguh kearifan lokal sering kali merujuk pada Primbon Jawa atau kepercayaan leluhur ketika mendapati hewan liar masuk ke dalam hunian. Namun, di sisi lain, para ahli ekologi memiliki pandangan tersendiri mengenai perilaku serangga ini. Artikel ini akan mengupas tuntas makna capung yang masuk ke dalam hunian Anda, baik dari sudut pandang budaya maupun sains.
Dalam budaya populer di nusantara, kedatangan capung sering kali disambut dengan senyuman. Hal ini dikarenakan capung masuk rumah umumnya diasosiasikan dengan energi positif. Berikut adalah beberapa interpretasi budaya yang berkembang di masyarakat:
Banyak yang meyakini bahwa jika seekor capung terbang berputar-putar di dalam rumah dan hinggap dengan tenang, hal tersebut merupakan isyarat bahwa pemilik rumah akan mendapatkan rezeki yang tidak terduga. Rezeki ini tidak melulu soal materi, bisa juga berupa kesehatan atau kabar baik yang menyejukkan hati.
Serupa dengan mitos kupu-kupu, capung juga sering dianggap sebagai pembawa kabar kedatangan tamu. Jika capung tersebut masuk pada siang hari, dipercaya tamu yang akan datang membawa niat baik atau kerinduan yang mendalam.
Bagi masyarakat agraris, kemunculan capung dalam jumlah banyak atau masuk ke area pemukiman sering menjadi penanda peralihan musim. Biasanya, capung akan bermunculan saat peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, memberikan sinyal bagi petani untuk bersiap bercocok tanam.
Terlepas dari berbagai mitos yang menyertainya, fenomena ini dapat dijelaskan secara logis melalui pendekatan biologi dan ekologi. Berikut adalah alasan ilmiah mengapa capung bisa tersesat atau sengaja masuk ke dalam hunian Anda:
Capung adalah predator alami bagi serangga kecil, terutama nyamuk dan lalat. Jika rumah Anda memiliki banyak nyamuk atau terletak dekat dengan genangan air (tempat berkembang biak nyamuk), capung akan tertarik masuk untuk berburu. Dalam konteks ini, kehadiran capung justru sangat menguntungkan karena membantu mengendalikan populasi hama di dalam rumah.
Meskipun capung adalah hewan diurnal (aktif di siang hari), beberapa spesies bisa saja masuk ke rumah pada sore atau malam hari karena tertarik pada cahaya lampu. Fenomena ini umum terjadi jika rumah Anda memiliki pencahayaan yang terang sementara lingkungan luar gelap.
Saat cuaca di luar sedang buruk, seperti hujan deras atau angin kencang, insting bertahan hidup capung akan mendorongnya mencari tempat berteduh. Rumah manusia menawarkan perlindungan yang ideal dari predator yang lebih besar (seperti burung) serta kondisi cuaca ekstrem.
Kehadiran capung sebenarnya adalah kabar baik bagi lingkungan sekitar rumah Anda. Capung hanya bisa berkembang biak di air yang bersih dan tidak tercemar limbah kimia. Jika banyak capung di sekitar atau masuk ke rumah, ini menandakan bahwa kualitas air dan udara di lingkungan tempat tinggal Anda masih tergolong baik dan sehat.
Mengetahui bahwa capung adalah serangga yang bermanfaat dan tidak berbahaya, sangat disarankan untuk tidak membunuhnya. Capung tidak menggigit manusia dan tidak membawa penyakit. Justru, mereka adalah sahabat manusia dalam membasmi nyamuk penyebab demam berdarah.
Jika Anda merasa terganggu dengan kehadirannya, lakukan langkah-langkah berikut:
Kesimpulannya, fenomena capung masuk rumah dapat dimaknai secara positif, baik dari sisi mitos sebagai pembawa keberuntungan maupun dari sisi sains sebagai indikator ekosistem yang sehat. Kehadirannya mengingatkan kita untuk terus menjaga kebersihan lingkungan agar keseimbangan alam tetap terjaga. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved