Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Bulan Syaban merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah yang sering kali disebut sebagai gerbang menuju bulan suci Ramadan. Pada tahun 2026 (1447 H), bulan Syaban menjadi momentum krusial bagi umat Muslim untuk mempersiapkan fisik dan spiritual. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW di bulan ini adalah memperbanyak puasa sunnah, khususnya puasa Senin dan Kamis.
Media Indonesia merangkum panduan lengkap mengenai niat puasa Senin Kamis di bulan Syaban, keutamaannya, serta tata cara pelaksanaannya agar ibadah Anda semakin sempurna.
Syaban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriah, terletak di antara dua bulan mulia, Rajab dan Ramadan. Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus pada bulan ini. Dalam sebuah hadis riwayat An-Nasa’i, Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah SAW:
"Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Syaban."
Beliau bersabda: "Itu adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadan. Ini adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan saya ingin amal saya diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa." (HR. An-Nasa’i)
Niat adalah rukun utama dalam berpuasa. Berbeda dengan puasa wajib yang niatnya harus dilakukan pada malam hari (tabyit), niat puasa sunnah boleh dilakukan pada pagi hari sebelum waktu Dhuha berakhir, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."
Bagi Anda yang masih memiliki utang puasa Ramadan tahun lalu, bulan Syaban adalah kesempatan terakhir untuk melunasinya (Qadha). Pertanyaan yang sering muncul adalah: Bolehkah menggabungkan niat puasa Senin Kamis dengan Qadha Ramadan?
Para ulama memiliki pandangan berbeda, namun pendapat yang umum (seperti dalam Mazhab Syafi'i) memperbolehkan penggabungan niat (Talfiq) dengan syarat niat utamanya adalah Qadha (Wajib). Dengan meniatkan puasa Qadha di hari Senin atau Kamis, secara otomatis Anda juga akan mendapatkan pahala puasa sunnah hari tersebut karena berpuasa di waktu yang dianjurkan.
Niat Qadha di Hari Senin/Kamis:
"Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi ramadhāna lillâhi ta'âlâ."
(Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala).
Melaksanakan puasa Senin Kamis di bulan Syaban 2026 ini memiliki keistimewaan ganda (double benefit):
Agar ibadah puasa Senin Kamis di bulan Syaban ini lebih bermakna, perhatikan tata cara berikut:
Berikut adalah doa berbuka yang populer dan shahih:
Latin: Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'urûqu wa tsabatal ajru, insyâallâh.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala telah tetap, insya Allah."
Memanfaatkan momentum bulan Syaban 2026 dengan puasa Senin Kamis adalah langkah cerdas seorang Muslim dalam menyambut tamu agung, bulan Ramadan. Selain mendapatkan pahala sunnah, ini adalah bentuk disiplin spiritual dan detoksifikasi fisik. Mari hidupkan bulan Syaban dengan memperbanyak amal saleh. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved