Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

11 Bahaya setelah Makan Langsung Tidur

Reynaldi Andrian Pamungkas
26/1/2026 19:05
11 Bahaya setelah Makan Langsung Tidur
Berikut Bahaya setelah Makan Langsung Tidur(freepik)

MAKAN langsung tidur adalah kebiasaan berbaring atau tertidur segera setelah makan, tanpa memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan dengan baik.

Dalam kondisi normal, tubuh membutuhkan waktu agar makanan turun dari lambung ke usus. Jika langsung tidur, posisi tubuh yang mendatar dapat membuat proses pencernaan terganggu dan meningkatkan risiko asam lambung naik.

Berikut 11 Bahaya setelah Makan Langsung Tidur

1. Asam lambung naik

Posisi tidur membuat asam lambung mudah naik ke kerongkongan, menyebabkan rasa panas di dada dan tenggorokan.

2. Gangguan pencernaan

Proses cerna jadi lebih lambat, sehingga perut terasa begah, kembung, atau tidak nyaman.

3. Mual dan muntah

Terutama jika makan dalam porsi besar atau makanan berlemak.

4. Kualitas tidur menurun

Tubuh masih sibuk mencerna makanan, membuat tidur tidak nyenyak dan mudah terbangun.

5. Berat badan naik

Kalori yang belum terpakai lebih mudah disimpan sebagai lemak saat langsung tidur.

6. Perut terasa panas dan tidak nyaman

Produksi asam lambung meningkat ketika berbaring setelah makan.

7. Risiko nyeri dada

Asam lambung yang naik bisa menimbulkan nyeri yang mirip keluhan jantung.

8. Batuk atau tenggorokan perih saat bangun

Akibat iritasi kerongkongan oleh asam lambung saat tidur.

9. Gangguan metabolisme

Kebiasaan ini dapat memengaruhi cara tubuh mengolah gula dan lemak.

10. Mulut pahit dan bau mulut

Sisa makanan dan asam lambung dapat memicu bau tidak sedap.

11. Perut buncit

Pencernaan yang tidak optimal dapat menyebabkan penumpukan gas dan lemak di area perut.

Tunggu 2 sampai 3 jam setelah makan sebelum tidur. Jika mengantuk, lakukan aktivitas ringan dulu seperti duduk santai atau jalan pelan. (Z-4)

Sumber: alodokter, ekahospital



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya