Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Katolik Indonesia Atma Jaya menegaskan peran kampus sebagai ruang kebudayaan dan pembentukan karakter bangsa melalui peresmian ATMACultura Exhibition Hall dan patung Parare di Kampus Semanggi. Peresmian ini dipimpin oleh Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya.
“Dengan membatinkan warisan para pendiri lembaga ini dalam semangat kerja sama dan saling mendukung, peresmian ini menjadi peneguhan semangat, bukan sekadar pembaruan, melainkan tekad bersama untuk memperkokoh Atma Jaya agar tetap jaya” jelas Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya, Ignatius Kardinal Suharyo.
ATMACultura Exhibition Hall dihadirkan sebagai ruang apresiasi, dialog, dan refleksi budaya yang terbuka bagi civitas akademika dan masyarakat umum. Fasilitas ini menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan holistik yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan kebudayaan, seni, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai wujud komitmen Unika Atma Jaya.
Peresmian ini turut dilengkapi dengan kehadiran patung Parere karya seniman Hedi Hariyanto, yang menjadi simbol nilai kemanusiaan dan tanggung jawab generasi muda sebagai penerus masa depan bangsa. Karya ini merepresentasikan visi Unika Atma Jaya dalam menyiapkan lulusan yang unggul secara intelektual, memiliki kepedulian sosial, serta cinta Tanah Air.
Pengembangan ATMACultura Exhibition Hall menjadi salah satu upaya universitas dalam meningkatkan kualitas sarana penunjang pembelajaran mahasiswa di luar kelas. Melalui fasilitas ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas, kepekaan sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan melalui berbagai aktivitas kebudayaan serta dialog lintas disiplin.
“Rangkaian proses pembaruan di lingkungan kampus dilaksanakan secara terintegrasi dengan tujuan untuk mendukung proses belajar mengajar mahasiswa melalui kehadiran kampus yang humanis dan berkelanjutan,” jelas Ketua Yayasan Atma Jaya, Linus M. Setiadi.
Sejalan dengan penguatan pembelajaran non-akademik, Unika Atma Jaya terus menghadirkan ruang-ruang pembelajaran alternatif yang mendukung proses pengembangan diri mahasiswa secara holistik.
“Ruang pameran ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa dalam proses pengembangan diri sebagai manusia yang utuh dan dewasa. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk mengadakan pameran hasil karya, mulai dari poster ilmiah, materi edukasi masyarakat, hingga karya seni yang mencerminkan keberpihakan pada manusia dan alam,” jelas Psikolog, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Karier, Laurensia Harini Tunjungsari.
Peresmian ATMACultura Exhibition Hall dan patung Parare diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan Unika Atma Jaya sebagai universitas yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan apresiasi seni, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan, serta membuka ruang dialog yang inklusif bagi masyarakat luas. (H-2)
Penghargaan ini bukan hanya tentang apresiasi, tetapi juga tentang menghadirkan ruang perjumpaan bagi para penggerak sosial muda yang membawa perubahan nyata.
Wisuda merupakan awal perjalanan para lulusan untuk berkarya dan memberikan dampak di tengah masyarakat.
Melalui ajang ini mahasiswa diperkenalkan dengan iklim akademis yang mengasah kreativitas, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan daya juang akademik dan sosial.
UNJ, Universitas Trisakti, UPN Veteran Jakarta, Unika Atma Jaya, memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Prodi Manajemen juga merupakan anggota dari Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) sebuah lembaga akreditasi sekolah bisnis terbaik di dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved