Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Mitos dan Fakta Kejatuhan Cicak di Kepala: Pertanda Sial atau Kebetulan?

 Gana Buana
23/1/2026 19:30
Mitos dan Fakta Kejatuhan Cicak di Kepala: Pertanda Sial atau Kebetulan?
Arti kejatuhan cicak.(Freepik)

BAGI sebagian besar masyarakat Indonesia, mengalami peristiwa kejatuhan cicak di kepala merupakan momen yang mengejutkan sekaligus memicu kekhawatiran. Fenomena ini sering kali tidak hanya dilihat sebagai kejadian fisik semata, melainkan sarat dengan interpretasi budaya dan mistis yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam berbagai literatur budaya lokal, khususnya Primbon Jawa, posisi jatuhnya cicak dipercaya membawa pesan-pesan alam mengenai nasib seseorang di masa depan.

Artikel ini akan mengupas tuntas fenomena tersebut secara komprehensif, mulai dari interpretasi budaya (mitos), pandangan agama, hingga penjelasan logis secara ilmiah, agar Anda dapat menyikapinya dengan bijak dan objektif.

Arti Kejatuhan Cicak di Kepala Menurut Primbon Jawa

Dalam kepercayaan tradisional masyarakat Jawa, cicak dianggap sebagai hewan yang memiliki insting tajam terhadap energi negatif. Oleh karena itu, jika seekor cicak jatuh tepat di atas kepala seseorang, hal tersebut sering kali ditafsirkan sebagai sinyal kewaspadaan. Berikut adalah beberapa mitos yang berkembang:

  • Pertanda Musibah atau Kesialan: Mitos yang paling populer menyebutkan bahwa kejatuhan cicak di kepala adalah tanda akan datangnya musibah. Musibah ini bisa berupa kecelakaan kecil, kehilangan barang, atau hal-hal yang tidak diinginkan dalam waktu dekat.
  • Penurunan Rezeki: Sebagian tafsir Primbon menyebutkan bahwa kejadian ini mengindikasikan adanya hambatan dalam urusan finansial atau pekerjaan. Seseorang mungkin akan mengalami kesulitan dalam mencari nafkah atau menghadapi konflik di tempat kerja.
  • Kabar Duka dari Kerabat: Interpretasi yang lebih spesifik dan menyeramkan mengaitkan kejadian ini dengan berita kematian atau sakit keras yang akan menimpa anggota keluarga atau kerabat dekat dari orang yang kejatuhan tersebut.
  • Gangguan Ketenangan Batin: Secara psikologis, mitos ini menyebutkan bahwa orang tersebut akan mengalami kegelisahan atau gangguan emosional yang mengganggu ketenangan hidup sehari-hari.

Pandangan Islam Mengenai Kejatuhan Cicak

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, penting untuk melihat fenomena ini dari kacamata Islam. Islam mengajarkan umatnya untuk tidak terjebak dalam tathayyur, yaitu merasa sial karena melihat burung, hewan, atau kejadian tertentu.

Dalam Islam, segala sesuatu yang menimpa manusia, baik itu kebaikan maupun keburukan, terjadi atas izin dan takdir Allah SWT, bukan karena seekor hewan. Meyakini bahwa cicak memiliki kekuatan untuk menentukan nasib buruk seseorang dapat menjerumuskan pada perbuatan syirik kecil karena menyandarkan takdir kepada makhluk, bukan kepada Sang Pencipta.

Meskipun demikian, cicak dalam Islam memang digolongkan sebagai hewan fuwaisiq (hewan kecil yang fasik/pengganggu). Rasulullah SAW menganjurkan untuk membunuh cicak karena hewan ini dianggap kotor dan dapat membawa penyakit, sebagaimana kisah cicak yang meniup api saat Nabi Ibrahim AS dibakar. Namun, anjuran ini berkaitan dengan kebersihan dan akidah, bukan pembenaran bahwa jatuhnya cicak adalah ramalan nasib buruk.

Penjelasan Ilmiah: Mengapa Cicak Bisa Jatuh?

Melepaskan diri dari belenggu mitos, kita perlu memahami fenomena ini secara logis. Cicak adalah reptil yang memiliki kemampuan memanjat dinding dan langit-langit berkat struktur kaki yang unik. Telapak kaki cicak memiliki ribuan rambut halus berukuran mikroskopis yang disebut spatulae, yang menciptakan gaya tarik-menarik Van der Waals dengan permukaan benda.

Lantas, mengapa mereka bisa jatuh dan menimpa kepala manusia? Berikut adalah alasan ilmiahnya:

  1. Permukaan yang Terlalu Licin atau Rapuh: Meskipun daya rekat kaki cicak sangat kuat, permukaan dinding atau plafon yang berdebu, berminyak, atau cat yang mengelupas dapat mengurangi efektivitas gaya gesek tersebut, menyebabkan cicak tergelincir.
  2. Faktor Usia atau Kondisi Fisik Cicak: Cicak yang sedang sakit, tua, atau mengalami cedera fisik mungkin tidak memiliki kekuatan cengkeraman yang optimal.
  3. Pertarungan Wilayah: Cicak adalah hewan teritorial. Perkelahian antar cicak di langit-langit rumah sering kali menyebabkan salah satu dari mereka kalah dan terjatuh.
  4. Predator dan Mangsa: Saat mengejar nyamuk atau laron dengan gerakan cepat dan akrobatik, cicak bisa saja kehilangan keseimbangan dan jatuh.

Bahaya Kesehatan dan Langkah yang Harus Dilakukan

Alih-alih mengkhawatirkan nasib sial, hal yang lebih krusial untuk diperhatikan saat mengalami kejatuhan cicak di kepala adalah aspek kebersihan dan kesehatan. Cicak adalah hewan liar yang hidup di celah-celah bangunan yang kotor.

Tubuh dan kotoran cicak mengandung berbagai bakteri patogen, yang paling umum adalah Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella. Jika cicak jatuh di kepala, ada risiko bakteri tersebut menempel pada rambut atau kulit kepala. Berikut langkah yang sebaiknya segera Anda lakukan:

  • Segera Keramas: Jangan hanya mengusap bagian yang terkena. Segeralah mandi dan keramas menggunakan sampo antiseptik untuk memastikan semua kuman dan bakteri yang mungkin dibawa oleh cicak tersebut hilang.
  • Bersihkan Lingkungan: Cek area plafon tepat di atas tempat Anda duduk. Kemungkinan ada sarang cicak atau kotoran yang menumpuk di sana. Bersihkan area tersebut untuk mencegah kejadian berulang.
  • Tetap Tenang dan Berpikir Positif: Kepanikan justru seringkali menjadi sumber "kesialan" itu sendiri karena membuat Anda tidak fokus. Anggaplah kejadian tersebut sebagai teguran untuk lebih menjaga kebersihan rumah.

Kesimpulan

Fenomena kejatuhan cicak di kepala sejatinya adalah peristiwa alamiah yang bisa dijelaskan secara sains. Meskipun warisan budaya Primbon Jawa memberikan peringatan tentang kewaspadaan, dan Islam mengingatkan tentang hakikat hewan tersebut, menyikapinya dengan panik berlebihan bukanlah tindakan bijak.

Jadikan momen tersebut sebagai pengingat untuk meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan, serta memperkuat tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa nasib baik dan buruk tidak ditentukan oleh seekor reptil kecil di dinding rumah Anda. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya