Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI sebagian besar masyarakat Indonesia, mengalami peristiwa kejatuhan cicak di kepala merupakan momen yang mengejutkan sekaligus memicu kekhawatiran. Fenomena ini sering kali tidak hanya dilihat sebagai kejadian fisik semata, melainkan sarat dengan interpretasi budaya dan mistis yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam berbagai literatur budaya lokal, khususnya Primbon Jawa, posisi jatuhnya cicak dipercaya membawa pesan-pesan alam mengenai nasib seseorang di masa depan.
Artikel ini akan mengupas tuntas fenomena tersebut secara komprehensif, mulai dari interpretasi budaya (mitos), pandangan agama, hingga penjelasan logis secara ilmiah, agar Anda dapat menyikapinya dengan bijak dan objektif.
Dalam kepercayaan tradisional masyarakat Jawa, cicak dianggap sebagai hewan yang memiliki insting tajam terhadap energi negatif. Oleh karena itu, jika seekor cicak jatuh tepat di atas kepala seseorang, hal tersebut sering kali ditafsirkan sebagai sinyal kewaspadaan. Berikut adalah beberapa mitos yang berkembang:
Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, penting untuk melihat fenomena ini dari kacamata Islam. Islam mengajarkan umatnya untuk tidak terjebak dalam tathayyur, yaitu merasa sial karena melihat burung, hewan, atau kejadian tertentu.
Dalam Islam, segala sesuatu yang menimpa manusia, baik itu kebaikan maupun keburukan, terjadi atas izin dan takdir Allah SWT, bukan karena seekor hewan. Meyakini bahwa cicak memiliki kekuatan untuk menentukan nasib buruk seseorang dapat menjerumuskan pada perbuatan syirik kecil karena menyandarkan takdir kepada makhluk, bukan kepada Sang Pencipta.
Meskipun demikian, cicak dalam Islam memang digolongkan sebagai hewan fuwaisiq (hewan kecil yang fasik/pengganggu). Rasulullah SAW menganjurkan untuk membunuh cicak karena hewan ini dianggap kotor dan dapat membawa penyakit, sebagaimana kisah cicak yang meniup api saat Nabi Ibrahim AS dibakar. Namun, anjuran ini berkaitan dengan kebersihan dan akidah, bukan pembenaran bahwa jatuhnya cicak adalah ramalan nasib buruk.
Melepaskan diri dari belenggu mitos, kita perlu memahami fenomena ini secara logis. Cicak adalah reptil yang memiliki kemampuan memanjat dinding dan langit-langit berkat struktur kaki yang unik. Telapak kaki cicak memiliki ribuan rambut halus berukuran mikroskopis yang disebut spatulae, yang menciptakan gaya tarik-menarik Van der Waals dengan permukaan benda.
Lantas, mengapa mereka bisa jatuh dan menimpa kepala manusia? Berikut adalah alasan ilmiahnya:
Alih-alih mengkhawatirkan nasib sial, hal yang lebih krusial untuk diperhatikan saat mengalami kejatuhan cicak di kepala adalah aspek kebersihan dan kesehatan. Cicak adalah hewan liar yang hidup di celah-celah bangunan yang kotor.
Tubuh dan kotoran cicak mengandung berbagai bakteri patogen, yang paling umum adalah Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella. Jika cicak jatuh di kepala, ada risiko bakteri tersebut menempel pada rambut atau kulit kepala. Berikut langkah yang sebaiknya segera Anda lakukan:
Fenomena kejatuhan cicak di kepala sejatinya adalah peristiwa alamiah yang bisa dijelaskan secara sains. Meskipun warisan budaya Primbon Jawa memberikan peringatan tentang kewaspadaan, dan Islam mengingatkan tentang hakikat hewan tersebut, menyikapinya dengan panik berlebihan bukanlah tindakan bijak.
Jadikan momen tersebut sebagai pengingat untuk meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan, serta memperkuat tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa nasib baik dan buruk tidak ditentukan oleh seekor reptil kecil di dinding rumah Anda. (Z-10)
Arti kejatuhan cicak di tangan kiri menurut Islam, apakah pertanda sial? Simak penjelasan berbasis Al-Qur'an dan Hadits shahih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved