Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SURAT Ar-Rahman adalah surat ke-55 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 78 ayat. Tergolong dalam kelompok surat Makkiyah, Ar-Rahman membawa pesan sentral mengenai sifat kasih sayang Allah SWT (Ar-Rahman) yang meliputi seluruh makhluk-Nya.
Keunikan surat ini terletak pada gaya bahasanya yang ritmis dan pengulangan kalimat retoris yang ikonik: "Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban" (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?).
Julukan "Arusul Qur'an" atau Pengantin Al-Qur'an berasal dari hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi: "Segala sesuatu memiliki pengantin, dan pengantin Al-Qur'an adalah Surat Ar-Rahman."
Sebagaimana pengantin yang dihias dengan segala keindahan, Surat Ar-Rahman dipenuhi dengan deskripsi keindahan surga, kenikmatan duniawi, dan kemahabesaran Allah yang disusun dengan diksi yang sangat indah. Keindahan ini bukan hanya pada aspek bahasa, tetapi juga pada kedalaman makna yang mampu menyentuh relung hati pendengarnya.
Salah satu ciri khas yang paling mencolok dari Surat Ar-Rahman adalah pengulangan ayat "Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban" sebanyak 31 kali. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa pengulangan ini berfungsi sebagai taqrir (pengukuhan) dan pengingat yang kuat agar manusia tidak lalai.
Secara struktur, 31 pengulangan ini dibagi menjadi beberapa bagian:
Pengulangan ini secara psikologis memaksa pembaca untuk berhenti sejenak dan merenungkan setiap nikmat yang baru saja disebutkan, mulai dari matahari, bulan, tanaman, hingga samudra.
Berbeda dengan narasi umum, Surat Ar-Rahman memberikan penekanan kuat pada konsep Al-Mizan (Keseimbangan). Dalam ayat 7-9, Allah berfirman bahwa Dia telah meninggikan langit dan meletakkan neraca (keseimbangan). Allah melarang manusia untuk merusak keseimbangan tersebut.
Dalam konteks modern, ini adalah pesan ekologis yang sangat relevan. Surat Ar-Rahman mengajarkan bahwa merusak alam, mengeksploitasi sumber daya secara berlebihan, dan mengabaikan keadilan sosial adalah bentuk pengingkaran terhadap nikmat Ar-Rahman. Keharmonisan alam adalah manifestasi dari kasih sayang Tuhan yang harus dijaga oleh manusia sebagai khalifah.
Surat Ar-Rahman dijuluki juga sebagai surat yang ditujukan kepada Athaqalan (dua makhluk yang dibebani syariat), yaitu manusia dan jin. Hal ini terlihat dari penggunaan kata ganti bentuk ganda (tatsniyah) dalam ayatnya.
Diriwayatkan ketika Nabi SAW membacakan surat ini kepada para sahabat, beliau bersabda bahwa kaum jin merespons dengan lebih baik. Setiap kali Nabi membaca "Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban", kaum jin menjawab: "La bisyai-in min ni'amika Rabbana nukadzibu, falakal hamdu" (Tidak ada satu pun nikmat-Mu, wahai Tuhan kami, yang kami dustakan, maka bagi-Mu segala puji).
Membaca dan mengamalkan isi Surat Ar-Rahman membawa berbagai manfaat spiritual dan kehidupan, di antaranya:
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Surat Ar-Rahman akan datang pada hari kiamat dalam wujud manusia yang paling tampan dan memberikan pembelaan bagi mereka yang rajin membacanya di dunia.
Dengan rutin merenungkan ayat-ayat syukur dalam surat ini, seseorang akan lebih mudah melihat sisi positif dalam hidupnya, mengurangi rasa cemas, dan meningkatkan kesehatan mental melalui rasa syukur yang konsisten.
Meskipun penuh dengan narasi nikmat, Ar-Rahman juga mengingatkan bahwa "Kullu man 'alaiha faan" (Semua yang ada di atas bumi itu akan binasa). Ini memberikan perspektif seimbang bahwa kenikmatan dunia bersifat sementara dan harus digunakan sebagai bekal menuju akhirat.
| Langkah Amalan | Tujuan Spiritual |
|---|---|
| Membaca rutin setelah Subuh atau Maghrib | Memulai dan menutup hari dengan kesadaran akan nikmat Allah. |
| Mempelajari Terjemahan dan Tafsirnya | Agar pengulangan ayat syukur meresap ke dalam sanubari, bukan sekadar lisan. |
| Melakukan Sujud Syukur | Respons fisik atas kesadaran akan limpahan karunia yang tak terhitung. |
| Menjaga Lingkungan (Implementasi Al-Mizan) | Wujud nyata syukur dengan tidak merusak ekosistem ciptaan-Nya. |
Kesimpulan: Surat Ar-Rahman adalah manifestasi cinta Tuhan yang luar biasa. Dengan membacanya, kita diajak untuk melepaskan kacamata kesombongan dan mulai melihat dunia dengan kacamata syukur. Setiap ayatnya adalah undangan untuk kembali kepada fitrah manusia yang lemah namun senantiasa dikelilingi oleh kasih sayang-Nya yang tak terbatas. (Z-10)
Simak penjelasan lengkap fabiayyi ala irobbikuma tukadziban artinya apa, tafsir mendalam, serta rahasia di balik 31 kali pengulangannya dalam Surat Ar-Rahman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved