Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEDIHAN adalah fitrah manusia, namun membiarkannya berlarut-larut dapat menghambat produktivitas dan mengganggu kesehatan mental. Rasulullah SAW sendiri sering memohon perlindungan kepada Allah dari rasa sedih (al-huzn) dan kegelisahan (al-hamm). Memahami doa-doa ini bukan sekadar menghafal kata-kata, melainkan menanamkan keyakinan bahwa setiap kesulitan pasti disertai kemudahan.
Banyak artikel hanya menyajikan daftar doa tanpa menjelaskan konteks "Inner Healing" dalam Islam. Berbeda dengan kompetitor, kami menekankan bahwa doa harus dibarengi dengan muhasabah (introspeksi) dan ikhtiar fisik. Ketenangan hati tidak datang hanya dari lisan, tetapi dari sinkronisasi antara keyakinan tauhid dan penerimaan terhadap takdir.
Salah satu doa yang paling utama dan sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW untuk mengusir rasa sedih dan beban hutang adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin: Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wal ‘ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubni, wa dhala’id daini wa ghalabatir rijal.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, rasa lemah dan malas, sifat kikir dan penakut, lilitan hutang dan penguasaan orang lain." (HR. Bukhari).
Doa ini dibaca oleh Nabi Yunus AS saat berada di dalam perut ikan. Keutamaannya adalah Allah akan mengabulkan doa bagi siapa saja yang membacanya saat dalam kesempitan.
Teks: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dhalimin.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Ketika merasa jalan keluar tertutup, bacalah doa ini agar Allah memperbaiki seluruh urusan kita:
Teks: Ya Hayyu Ya Qayyum bi rahmatika astaghits, ashlih li sya'ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata 'ain.
Artinya: "Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri... perbaikilah seluruh urusanku dan janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata."
Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang hamba mengucapkan doa ini saat sedih, kecuali Allah akan menghilangkan kesedihannya dan menggantinya dengan kegembiraan.
Teks Latin: Allahumma inni 'abduka, ibnu 'abdika, ibnu amatika... (Doa panjang yang mengakui kehambaan di hadapan Allah).
Selain berdoa, Rasulullah SAW melakukan beberapa tindakan nyata (practical steps) yang sering diabaikan dalam pembahasan konten serupa:
| Langkah | Tindakan |
|---|---|
| 1. Ambil Wudhu | Gunakan air dingin untuk menenangkan suhu tubuh. |
| 2. Posisi Tubuh | Jika sedih saat berdiri, duduklah. Jika masih sedih, berbaringlah. |
| 3. Istighfar 100x | Membuka pintu rezeki dan jalan keluar yang tak disangka. |
| 4. Baca Doa "Al-Hammi wal Hazan" | Fokus pada makna perlindungan dari rasa sedih. |
| 5. Sedekah Ringan | Sedekah dipercaya dapat menolak bala dan melapangkan dada. |
Kesimpulan: Menghadapi rasa sedih memerlukan kombinasi antara kekuatan spiritual dan tindakan nyata. Dengan mengamalkan doa agar tidak sedih di atas secara istikamah, kita sedang membangun benteng perlindungan di dalam jiwa agar tetap teguh di tengah badai ujian kehidupan.
Internal Linking Placeholder: [Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental Menurut Perspektif Islam]
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved