Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN laporan terbaru ProSpace Research Institute, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui USD 130 miliar pada 2026, atau tumbuh sekitar 25 persen dibandingkan valuasi saat ini. Pertumbuhan ini didorong oleh akselerasi teknologi finansial, ecommerce, analitik berbasis kecerdasan artifisial (AI), serta adopsi komputasi awan (cloud).
Seluruh perkembangan tersebut diperkuat oleh kerangka kebijakan nasional yang berkelanjutan, antara lain Making Indonesia 4.0 dan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020–2045, yang semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Namun demikian, pesatnya pertumbuhan ekonomi digital belum sepenuhnya diimbangi kualitas ekosistem pendukung, khususnya dalam pengembangan talenta digital. Dibandingkan negara seperti Singapura, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal kapabilitas digital skills dan mindset technopreneurship.
Menjawab tantangan tersebut, Fakultas STEM Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kampus UGM, Yogyakarta pada akhir tahun lalu.
Dalam keterangan resmi yang diterima hari ini menyebutkan penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi
akademik kedua institusi dalam pengembangan pendidikan berbasis STEM.
Melalui kerja sama ini, STEM Prasmul dan FMIPA UGM mengembangkan program joint degree serta penelitian bersama yang berfokus pada penguatan kompetensi matematika, sains, dan teknologi yang terintegrasi dengan pendekatan technopreneurship.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan talenta digital unggul yang tidak hanya memiliki keahlian teknis yang kuat, juga pola pikir kewirausahaan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masa depan ekonomi digital Indonesia.
Dekan Fakultas STEM Universitas Prasetiya Mulya, Permata Nur, mengutarakan kerja sama ini merupakan langkah strategis menyinergikan keunggulan masing-masing institusi.
“School of STEM Universitas Prasetiya Mulya mengedepankan kekuatan stempreneurship atau bisnis yang digerakkan oleh STEM,yang dibuktikan dengan sejarah panjang Prasmul di mana 28% lulusannya tercatat telah berhasil membangun usaha, baik berupa STEM-driven business maupun traditional business," paparnya.
Dikatakannya, kerja sama ini dirancang untuk mencetak lulusan dengan DNA bisnis yang kuat, sekaligus memiliki penguasaan sains dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri. "Kolaborasi dengan FMIPA UGM memperkuat kedalaman proses pembelajaran sains dan teknologi dalam ekosistem pembelajaran kami,” ujarnya.
Pada tahap awal implementasi, kerja sama difokuskan pada dua program studi ( prodi) strategis, yaitu Matematika serta Rekayasa Perangkat Lunak (Digital Business Technology). Kedua bidang ini dipilih karena perannya yang krusial dalam mendukung transformasi digital lintas sektor industri, mulai dari pengolahan data, kecerdasan artifisial, hingga pengembangan solusi teknologi berbasis bisnis.
Sejalan dengan itu, Dekan FMIPA UGM, Kuwat Triyana, menegaskan bahwa kekuatan FMIPA UGM terletak pada kualitas akademik yang tinggi dan ekosistem riset yang matang. “FMIPA UGM didukung oleh fasilitas riset yang lengkap, kurikulum yang relevan dengan perkembangan sains dan teknologi, serta reputasi UGM sebagai universitas terkemuka. Melalui
kolaborasi ini, kami ingin membuka prospek karier yang lebih luas bagi mahasiswa, baik sebagai dosen, peneliti, maupun profesional di industri berbasis sains dan teknologi,” jelasnya.
Sinergi antara kekuatan School of STEM Universitas Prasmul yang berorientasi pada integrasi bisnis dan teknologi, dengan keunggulan FMIPA UGM dalam penguasaan fundamental sains, riset, dan pengembangan akademik, diharapkan mampu menciptakan talenta STEM yang unggul secara komprehensif. Lulusan tidak hanya dibekali kemampuan analitis dan teknis yang kuat juga perspektif kewirausahaan, inovasi, dan kesiapan menghadapi dinamika industri global.
Melalui kerja sama strategis ini, kedua institusi menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi berbasis riset dan inovasi yang berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri terhadap sumber daya manusia STEM yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing internasional. (H-2)
Arnaud Frapin-Beague dari IMI Switzeland yang menjadi dosen tamu dalam visiting scholar kali ini menyatakan bahwa ia merasa terkesan dengan mahasiswa IP Trisakti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved