Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kebutuhan Jarum Suntik Nasional Tinggi, Terumo-OneJect Luncurkan T1 Syringe Halal

Mohamad Farhan Zhuhri
21/1/2026 19:42
Kebutuhan Jarum Suntik Nasional Tinggi, Terumo-OneJect Luncurkan T1 Syringe Halal
Ilustrasi(Dok T1 Syringe )

TINGGINYA kebutuhan jarum suntik di layanan kesehatan Indonesia, mulai dari program imunisasi hingga pelayanan medis harian di rumah sakit, mendorong peluncuran T1 Syringe, jarum suntik halal pertama yang diproduksi di dalam negeri. 

Produk ini diluncurkan Terumo Corporation bersama PT OneJect Indonesia dengan teknologi sterilisasi Electron Beam (E-Beam).

Chairman and Managing Director Terumo Asia Holdings Toshiyuki Akaike mengatakan T1 Syringe dirancang untuk menjawab kebutuhan suntikan nasional yang besar dan beragam, sekaligus memastikan keamanan pasien dan kepatuhan terhadap standar global. 

"Kami menghadirkan produk yang halal, aman, dan terpercaya secara internasional,” ujar dia melalui keterangannya, Selasa (21/1).

Berdasarkan pemetaan produsen, kebutuhan jarum suntik di Indonesia bersifat terfragmentasi, mencakup program imunisasi rutin, layanan cek kesehatan gratis, hingga pelayanan medis reguler di rumah sakit. Kebutuhan untuk imunisasi nasional diperkirakan mencapai sekitar 120 juta unit per tahun, sementara layanan pengambilan darah dan cek kesehatan membutuhkan puluhan juta unit tambahan.

President Director PT OneJect Indonesia Jahja Tear Tjahjana menyatakan kapasitas produksi dalam negeri masih memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Produksi dilakukan dengan menjaga kualitas yang seragam di seluruh segmen layanan kesehatan. 

"Perbedaannya ada pada volume dan kebutuhan rumah sakit, tetapi kualitasnya harus sama,” katanya.

Selain memenuhi kebutuhan domestik, T1 Syringe juga mengusung teknologi E-Beam yang bebas bahan kimia dan ramah lingkungan. Produk ini telah mengantongi sertifikasi halal untuk proses manufaktur lokal, sehingga memberi jaminan keamanan dan ketenangan bagi pasien tanpa memengaruhi harga jual.

Direktur Pengawasan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Eka Purnamasari menilai kehadiran T1 Syringe memperkuat kemandirian alat kesehatan nasional di tengah tingginya kebutuhan suntikan. 

I"Produk ini telah memenuhi ketentuan TKDN sekitar 60% dan dinilai berpotensi mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperluas pasar ekspor ke depan," pungkasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya