Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Arti Validasi: Pengertian, Tujuan, dan Contoh di Berbagai Bidang

Irvan Sihombing
20/1/2026 10:50
Arti Validasi: Pengertian, Tujuan, dan Contoh di Berbagai Bidang
Ilustrasi(Antara)

Memahami Arti Validasi Secara Menyeluruh

Dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia profesional, kita sering mendengar istilah validasi. Memahami arti validasi secara mendalam sangatlah penting karena konsep ini menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari interaksi sosial, kesehatan mental, teknologi informasi, hingga pengembangan bisnis. Secara sederhana, validasi berkaitan dengan pembuktian kebenaran atau pengesahan suatu hal. Namun, definisinya dapat berkembang tergantung pada konteks di mana kata tersebut digunakan.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu validasi, jenis-jenisnya, serta mengapa proses ini krusial dalam memastikan akurasi data maupun menjaga hubungan interpersonal yang sehat.

Pengertian Validasi Menurut Bahasa dan KBBI

Secara etimologi, kata validasi diserap dari bahasa Inggris, validation, yang berakar dari kata valid. Kata ini memiliki makna sah, berlaku, atau sahih. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), validasi didefinisikan sebagai pengesahan atau pengujian kebenaran atas sesuatu.

Dalam konteks umum, validasi adalah tindakan memeriksa atau membuktikan akurasi suatu pernyataan, data, atau dokumen. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa suatu objek atau informasi telah memenuhi standar, aturan, atau kriteria tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.

Arti Validasi dalam Konteks Psikologi (Validasi Emosi)

Salah satu penggunaan kata validasi yang paling populer saat ini adalah dalam ranah psikologi, khususnya mengenai validasi emosi. Dalam konteks hubungan antarmanusia, validasi adalah proses mengakui, menerima, dan memahami perasaan atau pengalaman orang lain tanpa menghakiminya.

Validasi emosi tidak berarti Anda harus setuju dengan pendapat orang lain, melainkan Anda menghargai bahwa perasaan yang mereka alami adalah nyata dan valid bagi mereka. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai validasi emosi:

  • Membangun Kepercayaan: Ketika seseorang merasa didengar dan divalidasi, rasa percaya diri dan kepercayaan terhadap lawan bicara akan meningkat.
  • Kesehatan Mental: Kurangnya validasi (invalidasi) sering dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Validasi membantu seseorang memproses emosi negatif dengan lebih sehat.
  • Contoh Kalimat Validasi: "Saya mengerti kenapa kamu merasa marah, situasi itu memang tidak adil," berbeda dengan invalidasi seperti, "Ah, begitu saja kok marah."

Arti Validasi dalam Teknologi dan Pengolahan Data

Beralih ke dunia teknologi informasi dan sains, validasi data memegang peranan yang sangat teknis dan krusial. Dalam ilmu komputer, validasi adalah proses pemeriksaan otomatis untuk memastikan bahwa data yang dimasukkan ke dalam sistem adalah bersih, benar, dan berguna.

Tujuan utama validasi data adalah untuk menjaga integritas data sebelum diproses lebih lanjut. Jika data tidak divalidasi, hal ini dapat menyebabkan kesalahan sistem (error), output yang tidak akurat, atau bahkan celah keamanan. Beberapa jenis validasi data meliputi:

  1. Format Check: Memastikan data sesuai dengan format yang ditentukan (misalnya, alamat email harus mengandung simbol '@').
  2. Length Check: Memastikan jumlah karakter sesuai batasan (misalnya, password minimal 8 karakter).
  3. Range Check: Memastikan angka berada dalam rentang yang masuk akal (misalnya, usia tidak mungkin bernilai negatif).
  4. Consistency Check: Memastikan data logis jika dibandingkan dengan data lain (misalnya, tanggal pengiriman tidak boleh lebih awal dari tanggal pemesanan).

Validasi dalam Bisnis dan Pengembangan Produk

Dalam dunia bisnis, khususnya bagi perusahaan rintisan (startup), istilah validasi pasar atau market validation adalah tahap yang tidak boleh dilewatkan. Arti validasi di sini adalah serangkaian proses untuk menguji apakah ide bisnis atau produk yang akan diluncurkan benar-benar dibutuhkan oleh pasar.

Tanpa validasi pasar, pengusaha berisiko menghabiskan waktu dan biaya untuk menciptakan produk yang tidak ada pembelinya. Metode validasi ini bisa dilakukan melalui:

  • Survei dan Wawancara: Menggali masalah yang dihadapi calon konsumen secara langsung.
  • Minimum Viable Product (MVP): Meluncurkan versi dasar produk untuk melihat respons awal pengguna.
  • Pre-order: Menguji minat beli sebelum produk diproduksi secara massal.

Perbedaan Validasi dan Verifikasi

Seringkali, istilah validasi disandingkan atau tertukar dengan verifikasi. Meskipun keduanya berkaitan dengan pengecekan kualitas, terdapat perbedaan mendasar:

  • Verifikasi: Menjawab pertanyaan "Apakah kita membangun produk dengan cara yang benar?" (Fokus pada kepatuhan terhadap prosedur dan spesifikasi).
  • Validasi: Menjawab pertanyaan "Apakah kita membangun produk yang benar?" (Fokus pada apakah hasil akhirnya sesuai dengan kebutuhan pengguna atau tujuan awal).

Mengapa Validasi Itu Penting?

Secara garis besar, apa pun konteksnya, validasi memiliki fungsi vital sebagai filter atau penyaring. Dalam data, ia mencegah sampah masuk ke dalam sistem (garbage in, garbage out). Dalam psikologi, ia mencegah keretakan hubungan dan isolasi sosial. Dalam bisnis, ia mencegah kerugian finansial akibat kegagalan produk.

Dengan memahami arti validasi secara komprehensif, kita dapat menjadi pribadi yang lebih empatik dalam bersosialisasi, lebih teliti dalam bekerja dengan data, dan lebih strategis dalam mengambil keputusan bisnis. Validasi bukan sekadar stempel persetujuan, melainkan sebuah mekanisme untuk memastikan kualitas, kebenaran, dan kebermanfaatan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya