Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ilmuwan Ungkap Brasil Sebagai Asal Jamur Mematikan yang Memusnahkan Spesies Amfibi Dunia

Thalatie K Yani
20/1/2026 09:05
Ilmuwan Ungkap Brasil Sebagai Asal Jamur Mematikan yang Memusnahkan Spesies Amfibi Dunia
Ilustrasi(freepik)

JAMUR mematikan yang telah memusnahkan ratusan spesies amfibi di seluruh dunia diduga kuat memulai perjalanan globalnya dari Brasil. Temuan terbaru menunjukkan jamur ini menyebar ke berbagai negara dengan "menumpang" pada perdagangan daging katak internasional.

Jamur chytrid (Batrachochytrium dendrobatidis), atau yang dikenal sebagai Bd, telah menyebabkan penurunan populasi drastis pada sedikitnya 500 spesies katak dan kodok. Salah satu varian genetiknya, Bd-Brazil, kini menjadi pusat perhatian para peneliti internasional.

Melacak Jejak Genetik dari Museum

Penelitian yang dipimpin para ilmuwan dari State University of Campinas (UNICAMP) Brasil ini menantang teori sebelumnya yang menyebutkan jamur tersebut berasal dari Semenanjung Korea. Melalui analisis spesimen museum yang diawetkan sejak abad ke-19, peneliti menemukan bukti Bd-Brazil sudah ada di Brasil sejak 1916.

Luisa P. Ribeiro, penulis utama studi tersebut, menjelaskan varian ini sangat lazim ditemukan pada berbagai spesies asli Brasil dengan catatan yang sangat tua. Sebaliknya, catatan di luar Brasil jauh lebih baru dan hanya ditemukan pada spesies eksotis.

"Di sini, jenis jamur tersebut hadir baik di peternakan katak maupun di alam liar, termasuk pada beberapa spesies asli yang tidak menunjukkan gejala penyakit," ujar Ribeiro.

Peran Perdagangan Daging Katak Internasional

Peneliti menghubungkan penyebaran Bd secara internasional dengan perdagangan komersial katak lembu (Aquarana catesbeiana). Spesies asli Amerika Utara ini mulai diternakkan secara luas di Brasil sejak 1935 untuk dikonsumsi dagingnya.

Tim peneliti memetakan 3.617 rute perdagangan daging katak yang melibatkan 48 negara. Hasilnya, ditemukan delapan rute utama penyebaran. Brasil diketahui mengekspor katak lembu langsung ke Amerika Serikat antara tahun 1991 - 2009, yang kemudian diekspor kembali oleh AS ke Korea Selatan. Karena tidak ada catatan ekspor dari Korea Selatan ke negara terdampak lainnya, temuan ini memperkuat posisi Brasil sebagai sumber asli jamur tersebut.

Perlunya Pengawasan Ketat

Meskipun varian Bd-Brazil dianggap kurang agresif dibandingkan varian global lainnya (Bd-GPL), kehadirannya tetap mengancam ekosistem global. Luis Felipe Toledo, profesor di IB-UNICAMP, menekankan temuan ini menyoroti bagaimana perdagangan satwa liar dapat menyebarkan ancaman biologis yang tersembunyi.

Para peneliti menyimpulkan diperlukan tindakan pencegahan yang lebih kuat di tingkat global. Hal ini mencakup regulasi impor yang lebih ketat, pemeriksaan patogen secara rutin, tindakan karantina, serta pemantauan terkoordinasi untuk melindungi spesies amfibi asli dari wabah di masa depan. "Kedaulatan hayati tidak bisa ditukar dengan kelonggaran perdagangan tanpa pengawasan," pungkas para peneliti dalam laporan tersebut. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya