Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Sakit merupakan salah satu bentuk ujian yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Dalam Islam, setiap rasa sakit yang diderita seorang mukmin, bahkan tertusuk duri sekalipun, dapat menjadi penggugur dosa jika dijalani dengan sabar. Namun, Islam juga mewajibkan umatnya untuk berikhtiar mencari kesembuhan, baik melalui pengobatan medis maupun spiritual. Salah satu ikhtiar spiritual yang paling utama adalah dengan memanjatkan doa menghilangkan rasa sakit. Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai macam doa yang dapat diamalkan ketika tubuh merasakan nyeri atau sakit.
Salah satu riwayat hadis yang paling masyhur mengenai cara mengatasi rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu berasal dari Utsman bin Abil 'Ash. Ia pernah mengeluhkan rasa sakit di tubuhnya kepada Rasulullah SAW. Nabi kemudian mengajarkan sebuah metode ruqyah mandiri.
Caranya adalah dengan meletakkan tangan pada bagian tubuh yang terasa sakit, kemudian membaca "Bismillah" sebanyak tiga kali, diikuti dengan doa berikut sebanyak tujuh kali:
أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
A’udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru.
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan apa yang kurasakan dan kukhawatirkan." (HR. Muslim)
Selain doa spesifik di atas, Rasulullah SAW juga sering membacakan doa kesembuhan bagi para sahabat atau keluarganya yang sedang sakit. Doa ini dikenal sebagai doa sapu jagat untuk penyakit karena memohon kesembuhan total tanpa meninggalkan bekas penyakit.
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allahumma rabban-nasi adzhibil-ba’sa isyfi antasy-syafi la syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Al-Qur'an diturunkan tidak hanya sebagai petunjuk, tetapi juga sebagai syifa (penawar/obat) bagi hati dan fisik manusia. Membaca ayat-ayat tertentu dengan niat memohon kesembuhan kepada Allah SWT adalah bentuk ikhtiar yang sangat dianjurkan. Berikut adalah beberapa ayat Al-Qur'an yang dikenal sebagai Ayat Syifa:
Allah SWT menegaskan fungsi Al-Qur'an sebagai obat dalam ayat ini. Anda dapat membaca Surat Al-Isra ayat 82 sebagai wasilah kesembuhan:
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا
Wa nunazzilu minal-qur'ani ma huwa syifa'uw wa rahmatul lil-mu'minina wa la yaziduz-zalimina illa khasara.
Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."
Ini adalah doa Nabi Ibrahim AS yang diabadikan dalam Al-Qur'an, menunjukkan keyakinan penuh bahwa hanya Allah yang menyembuhkan. Ayat ini terdapat dalam Surat Asy-Syu'ara:
وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ
Wa iza maridtu fahuwa yasyfin.
Artinya: "Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku."
Surat Al-Fatihah dikenal juga sebagai Asy-Syafiyah (Yang Menyembuhkan). Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan bahwa membaca Al-Fatihah sebagai ruqyah adalah salah satu pengobatan yang paling bermanfaat. Bacalah Surat Al-Fatihah secara berulang-ulang dengan penuh keyakinan dan tiupkan pada bagian tubuh yang sakit atau pada air yang akan diminum.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣ مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
Agar doa menghilangkan rasa sakit yang dipanjatkan lebih mustajab (dikabulkan), ada beberapa adab yang perlu diperhatikan seorang Muslim:
Mengamalkan doa-doa di atas diharapkan dapat memberikan ketenangan jiwa dan kesembuhan fisik. Ingatlah bahwa kesembuhan datangnya mutlak dari Allah SWT, sedangkan obat dan doa adalah perantara (wasilah) yang kita upayakan.
Doa ini bisa dibaca oleh orang yang sedang sakit maupun oleh orang lain yang mendoakan orang sakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved