Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRECTARIA stellata merupakan spesies tanaman baru yang ditemukan di tebing batu pasir Guinea, Afrika Barat. Penemuan ini menarik perhatian komunitas botani internasional karena tanaman tersebut menunjukkan karakter morfologi yang tidak lazim dan menantang pemahaman ilmiah tentang evolusi tumbuhan.
Spesies ini dilaporkan oleh media sains internasional dan dipublikasikan dalam jurnal botani Webbia, jurnal akademik yang berfokus pada taksonomi dan sistematika tumbuhan.
Virectaria stellata tergolong dalam keluarga Rubiaceae, salah satu keluarga tanaman berbunga terbesar di dunia yang mencakup kopi (Coffea) dan gardenia. Secara umum, anggota keluarga ini memiliki ciri morfologi yang relatif konsisten.
Namun, V. stellata justru menunjukkan struktur permukaan daun, batang, dan bunga yang tidak biasa, sehingga dianggap menyimpang dari pola umum Rubiaceae.
Keunikan utama tanaman ini terletak pada keberadaan rambut bercabang berbentuk bintang (stellate hairs) yang menutupi permukaannya. Struktur ini belum pernah tercatat sebelumnya pada keluarga Rubiaceae.
Menariknya, rambut stellata justru lazim ditemukan pada tanaman dari keluarga Acanthaceae, khususnya genus Barleria, yang secara evolusioner tidak berkerabat dekat dengan Rubiaceae. Ketidaksesuaian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai asal-usul sifat tersebut.
Berdasarkan pengamatan morfologi, para peneliti menduga bahwa Virectaria stellata mungkin mengalami horizontal gene transfer (HGT) atau perpindahan gen antarspesies.
Berbeda dengan pewarisan gen melalui reproduksi, HGT memungkinkan gen berpindah langsung antar organisme yang tidak berkerabat dekat. Fenomena ini umum pada bakteri dan mikroorganisme, namun sangat jarang dilaporkan pada tanaman, terutama pada spesies non-parasit seperti V. stellata.
Para ilmuwan menegaskan bahwa dugaan ini masih bersifat sementara. Untuk memastikan apakah benar terjadi perpindahan gen, diperlukan analisis genom komprehensif.
DNA V. stellata akan dibandingkan dengan:
Analisis ini bertujuan menentukan apakah ciri unik tersebut berasal dari gen hasil “pinjaman” atau muncul secara independen sebagai respons adaptasi terhadap lingkungan ekstrem di habitat tebing batu pasir.
Jika dugaan transfer gen horizontal ini terbukti, Virectaria stellata akan menjadi salah satu contoh langka HGT pada tanaman non-parasit. Temuan ini berpotensi mengubah cara ilmuwan memahami mekanisme evolusi, adaptasi genetik, dan batas antarspesies pada tumbuhan.
Saat ini, V. stellata hanya diketahui tumbuh di area terbatas dengan estimasi sebaran sekitar 47 mil persegi. Meski belum dikategorikan terancam punah, para peneliti menilai spesies ini perlu pemantauan, terutama menghadapi ancaman perubahan iklim dan aktivitas manusia. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved