Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam mempelajari tata bahasa Indonesia, memahami contoh frasa serta definisinya merupakan hal yang fundamental. Frasa sering kali tertukar dengan kata majemuk atau klausa karena bentuknya yang mirip. Secara sederhana, frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat non-predikatif. Artinya, gabungan kata tersebut tidak membentuk struktur subjek dan predikat, serta tidak menimbulkan makna baru yang benar-benar berbeda dari kata asalnya (idiom), melainkan hanya memperluas makna salah satu unsur pembentuknya.
Kajian mengenai sintaksis menempatkan frasa di atas tingkatan kata namun di bawah tingkatan klausa dan kalimat. Frasa menduduki fungsi-fungsi sintaksis dalam kalimat, seperti menjadi subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan. Karena sifatnya yang tidak memiliki predikat, frasa tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat sempurna yang utuh.
Sebelum masuk ke dalam berbagai jenis dan contohnya, penting untuk mengenali karakteristik frasa agar dapat membedakannya dengan satuan bahasa lain. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:
Berdasarkan kategori atau kelas katanya, frasa dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah penjelasan mendalam beserta contoh-contohnya:
Frasa nominal adalah frasa yang memiliki unsur pusat berupa kata benda (nomina). Frasa ini berfungsi menggantikan kata benda dalam kalimat. Distribusinya sama dengan kata benda.
Contoh Frasa Nominal:
Jenis ini memiliki unsur pusat berupa kata kerja (verba). Frasa verbal biasanya menduduki fungsi predikat dalam sebuah kalimat dan sering ditandai dengan adanya kata bantu aspek (sedang, akan, sudah, telah).
Contoh Frasa Verbal:
Frasa adjektival intinya adalah kata sifat. Frasa ini biasanya berfungsi untuk menerangkan keadaan subjek atau objek, dan sering digunakan sebagai predikat atau keterangan.
Contoh Frasa Adjektival:
Frasa ini terbentuk dari kata bilangan. Biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah, urutan, atau himpunan.
Contoh Frasa Numeralia:
Berbeda dengan jenis lainnya, frasa preposisional tidak memiliki unsur pusat yang menjadi inti. Frasa ini diawali dengan kata depan (preposisi) dan diikuti oleh kata benda atau kata lainnya sebagai penjelas.
Contoh Frasa Preposisional:
Selain berdasarkan kelas kata, frasa juga dikategorikan berdasarkan hubungan atau kohesi antar unsur pembentuknya, yaitu frasa endosentris dan eksosentris.
Frasa endosentris adalah frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan salah satu atau semua unsurnya. Artinya, frasa ini memiliki unsur pusat (inti). Frasa endosentris terbagi lagi menjadi tiga:
Frasa eksosentris adalah frasa yang tidak memiliki distribusi yang sama dengan salah satu unsurnya. Frasa ini tidak memiliki unsur pusat atau inti, sehingga jika salah satu kata dihilangkan, strukturnya menjadi rusak atau tidak bermakna. Sebagian besar frasa preposisional masuk dalam kategori ini.
Contoh:
Untuk memperjelas pemahaman, berikut adalah perbandingan singkat antara frasa dan klausa yang sering membingungkan:
Memahami contoh frasa dan klasifikasinya sangat membantu dalam menyusun kalimat yang efektif dan variatif, baik dalam penulisan jurnalistik maupun akademis. Dengan penguasaan ini, struktur kalimat akan menjadi lebih kaya dan tidak monoton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved