Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

25+ Contoh Frasa Lengkap dengan Pengertian, Ciri, dan Jenis-Jenisnya

mediaindonesia.com
19/1/2026 15:26
25+ Contoh Frasa Lengkap dengan Pengertian, Ciri, dan Jenis-Jenisnya
Ilustrasi(Antara)

Pengertian dan Konsep Dasar Frasa

Dalam mempelajari tata bahasa Indonesia, memahami contoh frasa serta definisinya merupakan hal yang fundamental. Frasa sering kali tertukar dengan kata majemuk atau klausa karena bentuknya yang mirip. Secara sederhana, frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat non-predikatif. Artinya, gabungan kata tersebut tidak membentuk struktur subjek dan predikat, serta tidak menimbulkan makna baru yang benar-benar berbeda dari kata asalnya (idiom), melainkan hanya memperluas makna salah satu unsur pembentuknya.

Kajian mengenai sintaksis menempatkan frasa di atas tingkatan kata namun di bawah tingkatan klausa dan kalimat. Frasa menduduki fungsi-fungsi sintaksis dalam kalimat, seperti menjadi subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan. Karena sifatnya yang tidak memiliki predikat, frasa tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat sempurna yang utuh.

Ciri-Ciri Frasa

Sebelum masuk ke dalam berbagai jenis dan contohnya, penting untuk mengenali karakteristik frasa agar dapat membedakannya dengan satuan bahasa lain. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:

  • Terdiri dari dua kata atau lebih: Frasa tidak mungkin berupa satu kata tunggal.
  • Bersifat Non-Predikatif: Ini adalah ciri paling vital. Frasa tidak memiliki struktur subjek-predikat. Contoh: "Baju baru" (Frasa) vs "Baju itu baru" (Klausa/Kalimat).
  • Menduduki satu fungsi gramatikal: Dalam sebuah kalimat, frasa bertindak sebagai satu kesatuan fungsi (misalnya hanya sebagai Subjek saja atau Objek saja).
  • Mempunyai makna gramatikal: Makna frasa bisa berubah tergantung konteks kalimatnya, namun tetap mempertahankan makna leksikal unsur-unsurnya.

Jenis-Jenis Frasa dan Contohnya Berdasarkan Kelas Kata

Berdasarkan kategori atau kelas katanya, frasa dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah penjelasan mendalam beserta contoh-contohnya:

1. Frasa Nominal

Frasa nominal adalah frasa yang memiliki unsur pusat berupa kata benda (nomina). Frasa ini berfungsi menggantikan kata benda dalam kalimat. Distribusinya sama dengan kata benda.

Contoh Frasa Nominal:

  • Rumah mewah
  • Lemari besi
  • Buku sejarah
  • Gedung pencakar langit
  • Sepatu kulit
  • Anak pintar

2. Frasa Verbal

Jenis ini memiliki unsur pusat berupa kata kerja (verba). Frasa verbal biasanya menduduki fungsi predikat dalam sebuah kalimat dan sering ditandai dengan adanya kata bantu aspek (sedang, akan, sudah, telah).

Contoh Frasa Verbal:

  • Sedang makan
  • Akan pergi
  • Telah belajar
  • Tidak tidur
  • Sudah mandi
  • Baru datang

3. Frasa Adjektival

Frasa adjektival intinya adalah kata sifat. Frasa ini biasanya berfungsi untuk menerangkan keadaan subjek atau objek, dan sering digunakan sebagai predikat atau keterangan.

Contoh Frasa Adjektival:

  • Sangat cantik
  • Pintar sekali
  • Merah merona
  • Cukup besar
  • Kurang tinggi
  • Amat luas

4. Frasa Numeralia

Frasa ini terbentuk dari kata bilangan. Biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah, urutan, atau himpunan.

Contoh Frasa Numeralia:

  • Dua buah
  • Lima ekor
  • Tiga lusin
  • Kesepuluh orang
  • Jutaan rupiah

5. Frasa Preposisional

Berbeda dengan jenis lainnya, frasa preposisional tidak memiliki unsur pusat yang menjadi inti. Frasa ini diawali dengan kata depan (preposisi) dan diikuti oleh kata benda atau kata lainnya sebagai penjelas.

Contoh Frasa Preposisional:

  • Di pasar
  • Ke sekolah
  • Dari desa
  • Untuk ibu
  • Dengan pisau
  • Bagi bangsa

Jenis Frasa Berdasarkan Hubungan Antar Unsur

Selain berdasarkan kelas kata, frasa juga dikategorikan berdasarkan hubungan atau kohesi antar unsur pembentuknya, yaitu frasa endosentris dan eksosentris.

1. Frasa Endosentris

Frasa endosentris adalah frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan salah satu atau semua unsurnya. Artinya, frasa ini memiliki unsur pusat (inti). Frasa endosentris terbagi lagi menjadi tiga:

  • Endosentris Koordinatif: Unsur-unsurnya setara dan dapat dihubungkan dengan kata 'dan' atau 'atau'.
    Contoh: Suami istri, tua muda, ayah ibu, pulang pergi.
  • Endosentris Atributif: Memiliki unsur pusat dan unsur penjelas (atribut). Unsur penjelas tidak bisa menggantikan unsur pusat.
    Contoh: Buku baru (Buku = pusat, baru = penjelas), Pagi ini, Malam senin.
  • Endosentris Apositif: Unsur yang satu merupakan keterangan tambahan atau aposisi bagi unsur lainnya. Kedua unsur saling menggantikan.
    Contoh: Soekarno, Presiden pertama Indonesia (keduanya merujuk pada orang yang sama).

2. Frasa Eksosentris

Frasa eksosentris adalah frasa yang tidak memiliki distribusi yang sama dengan salah satu unsurnya. Frasa ini tidak memiliki unsur pusat atau inti, sehingga jika salah satu kata dihilangkan, strukturnya menjadi rusak atau tidak bermakna. Sebagian besar frasa preposisional masuk dalam kategori ini.

Contoh:

  • Di rumah (Tidak bisa hanya disebut "di" atau hanya "rumah" dalam konteks fungsi keterangan tempat).
  • Ke kantor.
  • Dari Jakarta.

Perbedaan Frasa dan Klausa

Untuk memperjelas pemahaman, berikut adalah perbandingan singkat antara frasa dan klausa yang sering membingungkan:

  • Frasa: Tidak ada predikat. Contoh: "Gadis manis".
  • Klausa: Memiliki predikat (potensi menjadi kalimat). Contoh: "Gadis itu manis".

Memahami contoh frasa dan klasifikasinya sangat membantu dalam menyusun kalimat yang efektif dan variatif, baik dalam penulisan jurnalistik maupun akademis. Dengan penguasaan ini, struktur kalimat akan menjadi lebih kaya dan tidak monoton.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik