Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Makna Sesungguhnya Allah Bersama Orang yang Sabar dan Tafsirnya

mediaindonesia.com
19/1/2026 15:19
Makna Sesungguhnya Allah Bersama Orang yang Sabar dan Tafsirnya
Ilustrasi(Antara)

Dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaan, umat Islam senantiasa diingatkan untuk berpegang teguh pada kesabaran. Salah satu janji Allah SWT yang paling menenangkan hati adalah kalimat sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar. Kalimat ini bukan sekadar penghibur, melainkan sebuah jaminan ilahi bahwa Sang Pencipta tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya yang tabah dalam menghadapi segala ketetapan-Nya. Frasa ini tertuang jelas dalam Al-Qur'an dan menjadi landasan spiritual bagi kaum mukminin.

Dalil Naqli: Surat Al-Baqarah Ayat 153

Kalimat "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar" merupakan terjemahan dari penggalan akhir Surat Al-Baqarah ayat 153. Ayat ini memerintahkan orang-orang beriman untuk menjadikan sabar dan salat sebagai penolong. Berikut adalah teks Arab, latin, dan terjemahan lengkapnya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)

Tafsir dan Makna 'Kebersamaan' Allah

Para ulama tafsir memberikan perhatian khusus pada kalimat Innallaha ma'ashobirin. Kebersamaan (ma'iyah) Allah yang dimaksud dalam ayat ini bukanlah kebersamaan secara zat atau fisik, melainkan kebersamaan yang bersifat khusus (ma'iyah khashah). Ini bermakna bahwa Allah memberikan pertolongan, dukungan, perlindungan, dan taufik kepada mereka yang bersabar.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat dengan dua pilar utama: sabar dan salat. Sabar adalah fondasi internal untuk menahan diri dari keluh kesah, sementara salat adalah manifestasi eksternal dari ketundukan dan permohonan pertolongan. Ketika seorang hamba mampu bersabar, maka Allah menjanjikan kedekatan rahmat-Nya yang tidak diberikan kepada orang-orang yang putus asa.

Tiga Dimensi Kesabaran dalam Islam

Untuk memahami mengapa sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar menjadi janji yang agung, kita perlu memahami cakupan sabar itu sendiri. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin membagi sabar menjadi tiga kategori utama:

  • Sabar dalam Ketaatan: Menahan diri untuk tetap konsisten melaksanakan perintah Allah, seperti salat tepat waktu, berpuasa, dan berzakat, meskipun terasa berat bagi hawa nafsu.
  • Sabar dalam Menjauhi Maksiat: Menahan diri dari godaan dosa dan hal-hal yang diharamkan, meskipun hal tersebut tampak menyenangkan atau menguntungkan secara duniawi.
  • Sabar dalam Menghadapi Takdir: Menerima segala ujian, musibah, atau ketetapan Allah yang menyakitkan (seperti sakit, kehilangan harta, atau kematian orang terkasih) tanpa berburuk sangka kepada Allah.

Mengapa Sabar dan Salat Disandingkan?

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 153 tersebut, sabar disebutkan terlebih dahulu sebelum salat. Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran adalah prasyarat mental yang harus dimiliki sebelum seseorang bisa mendirikan salat dengan khusyuk. Sabar adalah benteng pertahanan jiwa, sedangkan salat adalah senjata spiritual untuk memohon pertolongan.

Ketika seseorang menghadapi masalah berat, kecenderungan manusiawi adalah panik dan mencari pertolongan makhluk. Namun, Allah mengajarkan protokol langit: tenangkan diri dengan sabar, lalu minta solusi melalui salat. Inilah kunci kekuatan mental seorang mukmin.

Keutamaan Orang yang Sabar

Selain mendapatkan kebersamaan Allah, orang yang sabar dijanjikan berbagai keutamaan luar biasa lainnya dalam Al-Qur'an:

  1. Pahala Tanpa Batas: Dalam Surat Az-Zumar ayat 10, Allah berfirman bahwa pahala orang yang sabar akan disempurnakan tanpa hisab (tanpa batas hitungan).
  2. Dicintai Allah: Allah berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 146, "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar."
  3. Mendapat Petunjuk: Orang yang sabar saat tertimpa musibah dan mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi raji'un akan mendapatkan keberkahan, rahmat, dan petunjuk (Hidayah) dari Tuhannya (QS. Al-Baqarah: 156-157).

Dengan memahami bahwa sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar, kita seharusnya tidak lagi merasa sendiri dalam menghadapi badai kehidupan. Kesabaran bukanlah tanda kelemahan atau kepasrahan tanpa usaha, melainkan strategi spiritual tertinggi untuk mengundang campur tangan Allah dalam menyelesaikan masalah kita.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik