Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pengertian Mad Lazim Harfi Mukhaffaf: Huruf, Cara Baca, dan Contoh

mediaindonesia.com
19/1/2026 15:16
Pengertian Mad Lazim Harfi Mukhaffaf: Huruf, Cara Baca, dan Contoh
Ilustrasi(Antara)

Mengenal Hukum Tajwid Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Mempelajari ilmu tajwid adalah kewajiban bagi setiap muslim agar dapat membaca Al-Qur'an dengan tartil dan benar. Salah satu hukum bacaan yang sering ditemui pada awal-awal surat di dalam Al-Qur'an adalah mad lazim harfi mukhaffaf. Hukum ini berkaitan erat dengan potongan huruf-huruf hijaiyah yang berdiri sendiri atau dikenal dengan istilah Fawatihus Suwar (pembuka surat).

Secara bahasa, istilah ini terdiri dari empat kata. Mad artinya panjang, Lazim artinya wajib atau harus, Harfi berarti sebangsa huruf, dan Mukhaffaf artinya diringankan. Jadi, secara istilah, hukum ini terjadi apabila ada huruf-huruf Fawatihus Suwar pada permulaan surat yang dibaca panjang tanpa diidghamkan (dileburkan) ke huruf berikutnya.

Huruf-Huruf Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Tidak semua huruf hijaiyah masuk dalam kategori hukum bacaan ini. Huruf-huruf yang termasuk dalam mad lazim harfi mukhaffaf terhimpun dalam kalimat Naqasho 'Asalukum (نَقَصَ عَسَلُكُمْ). Huruf-huruf tersebut berjumlah delapan, yaitu:

  • Nun (ن)
  • Qaf (ق)
  • Sad (ص)
  • 'Ain (ع)
  • Sin (س)
  • Lam (ل)
  • Kaf (ك)
  • Mim (م)

Syarat utama terjadinya hukum bacaan ini adalah ketika huruf-huruf tersebut dieja namanya terdiri dari tiga huruf, di mana huruf tengahnya adalah huruf mad, dan huruf ketiganya adalah sukun asli. Selain itu, huruf tersebut tidak bertemu dengan hukum idgham atau tasydid pada huruf setelahnya, sehingga dibaca ringan (mukhaffaf).

Durasi dan Cara Membaca

Cara membaca mad lazim harfi mukhaffaf adalah dengan memanjangkan bacaan huruf tersebut sebanyak 6 harakat atau 3 alif. Hal ini bersifat mutlak atau lazim.

Penting untuk membedakannya dengan Mad Lazim Harfi Muthaqqal. Jika Muthaqqal (diberatkan) terjadi karena adanya proses idgham (peleburan bunyi) ke huruf selanjutnya, maka Mukhaffaf dibaca dengan jelas tanpa dengung idgham, meskipun durasi panjangnya sama-sama 6 harakat.

Contoh Bacaan dalam Al-Qur'an

Untuk memahami lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh penerapan hukum bacaan mad lazim harfi mukhaffaf yang terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur'an:

1. Surat Qaf Ayat 1

Pada ayat pertama surat ini, terdapat huruf Qaf yang berdiri sendiri. Huruf ini dibaca panjang 6 harakat tanpa idgham.

ق ۚ وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ

Bacaan latin: Qaaaf. Wal qur'anil majiid.

Selengkapnya baca di sini: Surat Qaf.

2. Surat Al-Qalam Ayat 1

Contoh selanjutnya terdapat pada huruf Nun di awal surat Al-Qalam. Huruf Nun di sini dibaca "Nuun" dengan panjang 6 harakat.

ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ

Bacaan latin: Nuuun. Wal qalami wamaa yasthuruun.

Selengkapnya baca di sini: Surat Al-Qalam.

3. Surat Maryam Ayat 1

Pada surat Maryam, terdapat rangkaian huruf Kaf-Ha-Ya-'Ain-Sad. Di sini terdapat beberapa hukum. Huruf Kaf, 'Ain, dan Sad adalah contoh Mad Lazim Harfi Mukhaffaf karena dibaca panjang 6 harakat dan tidak diidghamkan.

كهيعص

Bacaan latin: Kaaaf Haa Yaa 'Aiiin Shaaad.

Selengkapnya baca di sini: Surat Maryam.

4. Surat Yunus Ayat 1

Pada lafaz Alif Lam Ra, huruf Lam dibaca panjang 6 harakat. Karena huruf mim sukun pada akhir ejaan "Lam" bertemu dengan huruf "Ra", maka hukumnya adalah Izhar Syafawi (jelas), bukan Idgham. Oleh karena itu, huruf Lam di sini dihukumi sebagai Mad Lazim Harfi Mukhaffaf.

الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ

Bacaan latin: Alif Laaam Raa. Tilka Aayatul kitaabil hakiim.

Selengkapnya baca di sini: Surat Yunus.

Kesimpulan

Memahami mad lazim harfi mukhaffaf sangat penting untuk menyempurnakan bacaan Al-Qur'an, terutama pada ayat-ayat mutasyabihat di awal surat. Kunci utamanya adalah mengenali 8 huruf khusus (Nun, Qaf, Sad, 'Ain, Sin, Lam, Kaf, Mim) dan memastikan membacanya sepanjang 6 harakat tanpa disertai peleburan (idgham) ke huruf berikutnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik