Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam mempelajari ayat-ayat suci Al-Qur'an, kita sering menemukan potongan kalimat yang memiliki makna tauhid yang sangat dalam. Salah satunya adalah kalimat wakafa billahi syahida artinya adalah "Cukuplah Allah sebagai saksi". Frasa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah penegasan iman bahwa segala perbuatan, kebenaran, dan kejadian di alam semesta ini berada dalam pengawasan penuh Allah SWT tanpa luput sedikitpun.
Kalimat ini sering dikutip oleh umat Muslim sebagai bentuk kepasrahan (tawakkal) dan keyakinan bahwa validasi atau pengakuan dari manusia tidaklah lebih penting daripada persaksian Allah SWT. Frasa ini mengajarkan integritas, kejujuran, dan ketenangan hati dalam menghadapi fitnah atau keraguan orang lain terhadap kebenaran yang kita bawa.
Untuk memahami lebih dalam, berikut adalah tulisan Arab yang benar beserta transliterasi latinnya agar memudahkan dalam pembacaan:
وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا
Wakafā billāhi syahīdā
Secara bahasa (etimologi), kata wakafa berarti "cukuplah", billahi berarti "dengan Allah" (atau bagi Allah), dan syahida berarti "menjadi saksi". Gabungan kata ini membentuk makna teologis yang kuat bahwa tidak diperlukan saksi lain jika Allah sudah menyaksikan.
Frasa ini muncul dalam beberapa surat di dalam Al-Qur'an. Konteksnya seringkali berkaitan dengan pembuktian kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW dan penegasan atas kekuasaan Allah. Berikut adalah penjabaran ayat-ayat tersebut:
Salah satu ayat yang paling populer memuat kalimat ini adalah Surat Al-Fath ayat 28. Ayat ini menegaskan tentang diutusnya Rasulullah SAW dengan membawa agama yang hak.
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا
Artinya: "Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi."
Anda dapat membaca konteks surat ini secara lengkap di Surat Al-Fath.
Selain Al-Fath, frasa ini juga terdapat dalam Surat An-Nisa, yang menekankan bahwa pengutusan Nabi Muhammad adalah untuk seluruh umat manusia, dan Allah menjadi saksi atas hal tersebut.
مَّآ أَصَابَكَ مِنۡ حَسَنَةٖ فَمِنَ ٱللَّهِۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٖ فَمِن نَّفۡسِكَۚ وَأَرۡسَلۡنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولٗاۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدٗا
Artinya: "Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi."
Simak selengkapnya dalam Surat An-Nisa.
Dalam surat ini, kalimat tersebut digunakan sebagai jawaban telak kepada kaum musyrikin yang meragukan kenabian.
قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا
Artinya: "Katakanlah: 'Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya'."
Baca lebih lanjut di Surat Al-Isra.
Berdasarkan tafsir dari para ulama, termasuk Tafsir Ibnu Katsir, frasa "Wakafa Billahi Syahida" mengandung beberapa poin penting dalam akidah Islam:
Mengamalkan makna dari kalimat mulia ini dapat membawa dampak positif bagi kesehatan mental dan spiritual seorang mukmin. Berikut adalah hikmah yang bisa diambil:
Demikianlah penjelasan mengenai wakafa billahi syahida artinya cukuplah Allah sebagai saksi. Semoga dengan memahami makna, tulisan Arab, dan tafsirnya, kita semakin meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Jangan lupa untuk senantiasa mentadabburi ayat-ayat suci Al-Qur'an setiap harinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved