Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Al Mujib Artinya Maha Mengabulkan: Makna, Dalil, dan Keutamaannya

mediaindonesia.com
19/1/2026 14:07
Al Mujib Artinya Maha Mengabulkan: Makna, Dalil, dan Keutamaannya
Ilustrasi(Antara)

Mengenal Makna Al Mujib dalam Asmaul Husna

Dalam memahami 99 nama indah Allah SWT, kita akan menemukan Al Mujib artinya Yang Maha Mengabulkan atau Yang Maha Memperkenankan. Secara etimologi atau bahasa, Al Mujib (المجيب) berasal dari kata ajaba yang bermakna menjawab atau menyahut. Dalam konteks akidah Islam, nama ini menegaskan sifat Allah SWT yang senantiasa mendengar dan mengabulkan setiap doa serta permohonan hamba-Nya yang beriman.

Pemahaman mengenai Asmaul Husna ini sangat krusial bagi setiap muslim. Meyakini bahwa Allah adalah Al Mujib akan menumbuhkan optimisme (raja') yang kuat. Seorang hamba tidak akan pernah merasa putus asa dalam berdoa karena ia tahu bahwa Dzat yang disembahnya tidak akan pernah menyia-nyiakan harapan hamba-Nya. Pengabulan doa ini bersifat pasti, meskipun bentuk dan waktunya adalah hak prerogatif Allah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi makhluk-Nya.

Dalil Al Mujib dalam Al-Qur'an

Sifat Allah sebagai Al Mujib tercantum secara eksplisit dalam Al-Qur'an. Salah satu dalil utama yang menjadi landasan sifat ini terdapat dalam Surat Hud ayat 61. Dalam ayat tersebut, Nabi Saleh AS menyeru kaumnya untuk memohon ampunan kepada Allah karena Dia sangat dekat dan mengabulkan doa.

Berikut adalah bunyi ayat tersebut beserta teks Arab, latin, dan terjemahannya:

۞ وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَٰلِحًا ۚ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَٱسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَٱسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى قَرِيبٌ مُّجِيبٌ

Latin: Wa ilā ṡamụda akhāhum ṣāliḥā, qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, huwa ansya`akum minal-arḍi wasta'marakum fīhā fastagfirụhu ṡumma tụbū ilaīh, inna rabbī qarībum mujīb.

Artinya: "Dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Saleh berkata: 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).'" (QS. Hud: 61)

Selain itu, janji Allah untuk mengabulkan doa juga ditegaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 186, yang berbunyi:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)

Bentuk-Bentuk Pengabulan Doa oleh Allah

Memahami Al Mujib artinya Maha Mengabulkan tidak boleh diartikan secara sempit bahwa apa yang diminta akan langsung terwujud persis seperti keinginan kita saat itu juga. Para ulama menjelaskan bahwa sifat Al Mujib termanifestasi dalam tiga bentuk jawaban Allah terhadap doa hamba-Nya:

  1. Dikabulkan Segera: Allah memberikan apa yang diminta hamba-Nya secara langsung di dunia karena Allah tahu itu baik baginya.
  2. Disimpan sebagai Pahala Akhirat: Allah menunda pengabulan doa tersebut untuk diganti dengan kenikmatan yang jauh lebih besar di akhirat kelak.
  3. Dihindarkan dari Keburukan: Allah mengganti permintaan tersebut dengan menghindarkan si hamba dari musibah atau keburukan yang setara dengan doanya, karena Allah Maha Mengetahui bahwa apa yang diminta mungkin justru membawa mudharat.

Cara Meneladani Sifat Al Mujib dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Asmaul Husna, sekadar mengetahui arti Al Mujib tidaklah cukup. Kita dianjurkan untuk meneladani sifat-sifat Allah sesuai dengan kapasitas kemanusiaan kita. Berikut adalah langkah-langkah meneladani sifat Al Mujib:

1. Responsif Terhadap Panggilan Allah

Jika kita ingin Allah menjadi Al Mujib (Pengabul) bagi doa-doa kita, maka kita pun harus menjadi hamba yang 'mujib' (menjawab) seruan Allah. Segerakanlah melaksanakan shalat ketika adzan berkumandang, tunaikan zakat, dan jauhi larangan-Nya tanpa menunda-nunda.

2. Peka dan Membantu Sesama

Meneladani Al Mujib berarti berusaha memenuhi kebutuhan orang lain semampu kita. Jadilah orang yang responsif ketika ada saudara, kerabat, atau tetangga yang meminta pertolongan. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.

3. Selalu Berdoa dengan Penuh Keyakinan

Implementasi keimanan pada Al Mujib adalah berdoa dengan adab yang baik dan keyakinan penuh (haqqul yaqin). Hindari perasaan ragu apakah doa akan dikabulkan atau tidak. Keraguan adalah bentuk ketidakpercayaan terhadap sifat Al Mujib.

Keutamaan Mengamalkan Dzikir Al Mujib

Mengingat Allah dengan nama Al Mujib memiliki dampak psikologis dan spiritual yang luar biasa. Seseorang yang rutin berdzikir dan merenungi makna ini akan merasakan ketenangan jiwa. Ia tidak akan mudah stres atau depresi ketika menghadapi masalah berat, karena ia memiliki "sandaran" yang Maha Kuat dan Maha Mendengar.

Selain itu, kedekatan dengan Allah Al Mujib akan melahirkan sifat tawakkal yang murni. Setelah berusaha (ikhtiar) dan berdoa, ia menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah dengan prasangka baik (husnuzan), meyakini bahwa apapun takdir yang terjadi adalah bentuk "jawaban" terbaik dari Sang Maha Pencipta.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya