Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSTRAK thyme telah lama dikenal sebagai bahan alami yang kaya akan senyawa peningkat kesehatan. Namun, sifatnya yang mudah menguap dan potensi iritasi pada tubuh menjadi tantangan besar dalam pemanfaatannya. Menjawab masalah tersebut, para peneliti kini berhasil menciptakan teknik baru yang mampu mengunci ekstrak thyme ke dalam kapsul mikroskopis.
Inovasi ini memungkinkan pengiriman "nanodosis" yang konsisten, mencegah pemborosan akibat penguapan, sekaligus meminimalisir risiko iritasi kulit maupun pencernaan.
Reputasi thyme sebagai obat alami yang ampuh berasal dari senyawa aktif seperti thymol, carvacrol, serta asam rosmarinat dan kafeat. Senyawa-senyawa ini diketahui mendukung fungsi kekebalan tubuh serta menawarkan manfaat anti-inflamasi, antimikroba, dan antioksidan.
Sayangnya, penggunaan ekstrak ini dalam dosis besar sering kali memicu ruam kulit atau ketidaknyamanan pencernaan. Selain itu, sifatnya yang cepat menguap membuat penyimpanan dan pengiriman dosis yang presisi menjadi sangat sulit.
Ilmuwan dari Tomsk Polytechnic University dan Surgut State University di Rusia mengembangkan metode untuk menyegel tetesan kecil ekstrak thyme di dalam cairan lain. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Physics of Fluids oleh AIP Publishing ini menggunakan aliran terkontrol dari ekstrak thyme, gelatin, natrium alginat, dan minyak.
Dalam prosesnya, ekstrak thyme dicampur dengan gelatin dan dialirkan melalui chip mikroskopis bersama natrium alginat. Aliran minyak yang diperkenalkan dari arah tegak lurus kemudian memecah aliran tersebut menjadi tetesan sangat kecil yang terbungkus sempurna.
Pencapaian terpenting dari penelitian ini adalah bukti pemberian dosis skala nano yang presisi dan konsisten dapat dicapai. Hal ini sangat krusial bagi dunia farmasi di masa depan.
"Sistem ini cenderung mengatur dirinya sendiri untuk memberikan dosis yang relatif konsisten, yang sangat berharga untuk pengiriman obat," kata penulis studi, Maxim Piskunov. "Pada saat yang sama, mengubah dan menyesuaikan diameter tetesan mikro yang mengandung nanodosis zat aktif biologis hanya mungkin dilakukan dengan memvariasikan laju aliran fase minyak."
Teknik ini tidak terbatas pada ekstrak thyme saja. Para peneliti menekankan metode ini dapat diterapkan pada berbagai ekstrak berbasis air lainnya, termasuk di industri makanan. Piskunov menambahkan penggabungan metode ini dengan kecerdasan buatan (AI) dapat memungkinkan pemantauan dosis secara real-time.
"Kami yakin metode ini dapat digunakan untuk mengenkapsulasi berbagai ekstrak cair. Dari studi kami, tidak ada batasan signifikan yang ditemukan," pungkas Piskunov. Saat ini, tim peneliti tengah mengembangkan enkapsulasi untuk ekstrak air-alkohol dengan konsentrasi zat aktif yang jauh lebih tinggi. (Science Daily/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved