Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam dinamika hubungan modern dan interaksi sosial di era digital, pertanyaan mengenai apa arti ghosting semakin sering mencuat ke permukaan. Istilah ini telah bertransformasi dari sekadar bahasa gaul (slang) menjadi sebuah fenomena psikologis yang nyata dan sering kali menyakitkan bagi mereka yang mengalaminya. Secara sederhana, ghosting adalah tindakan memutuskan komunikasi sepenuhnya secara tiba-tiba tanpa memberikan penjelasan apa pun kepada pihak lain. Perilaku ini bisa terjadi dalam hubungan percintaan, pertemanan, hingga konteks profesional, meninggalkan korban dalam keadaan bingung dan penuh tanda tanya.
Secara etimologi, istilah ini berasal dari kata bahasa Inggris ghost yang berarti hantu. Filosofinya menggambarkan seseorang yang tiba-tiba menghilang bagaikan hantu; ada di satu momen, namun lenyap tak berbekas di momen berikutnya. Dalam konteks hubungan interpersonal, apa arti ghosting merujuk pada strategi pemutusan hubungan yang pasif-agresif. Pelaku memilih untuk menarik diri dari segala bentuk komunikasi—tidak membalas pesan, tidak mengangkat telepon, dan memblokir media sosial—daripada menghadapi konfrontasi langsung atau percakapan sulit mengenai akhir dari sebuah hubungan.
Fenomena ini semakin marak seiring dengan perkembangan teknologi dan aplikasi kencan daring. Kemudahan untuk terhubung dengan banyak orang secara instan juga menciptakan kemudahan untuk memutuskan hubungan tanpa konsekuensi sosial yang nyata, membuat perilaku ghosting seolah menjadi hal yang lumrah, meskipun secara etika emosional sangat tidak terpuji.
Memahami alasan di balik tindakan ini penting untuk tidak menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. Berikut adalah beberapa faktor psikologis dan situasional mengapa seseorang memilih untuk melakukan ghosting:
Sering kali korban tidak menyadari bahwa mereka sedang di-ghosting hingga beberapa waktu berlalu. Mengenali tanda-tandanya sejak dini dapat membantu Anda mempersiapkan mental. Berikut adalah indikator utamanya:
Mengetahui apa arti ghosting saja tidak cukup tanpa memahami dampaknya. Bagi korban, efeknya bisa sangat merusak. Ketidakjelasan (ambiguitas) adalah faktor utama yang menyebabkan penderitaan mental. Korban sering kali terjebak dalam siklus self-blaming atau menyalahkan diri sendiri, bertanya-tanya apa kesalahan yang telah diperbuat. Hal ini dapat memicu penurunan harga diri, kecemasan berlebih, hingga masalah kepercayaan (trust issues) untuk hubungan di masa depan. Perasaan ditolak tanpa alasan yang jelas mengaktifkan bagian otak yang sama dengan yang merespons rasa sakit fisik.
Jika Anda menjadi korban perilaku ini, sangat penting untuk menjaga kesehatan mental Anda. Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan oleh para ahli hubungan:
Memahami apa arti ghosting secara mendalam memberikan kita perspektif bahwa komunikasi yang sehat adalah fondasi utama dalam hubungan antarmanusia. Jika Anda mengalami hal ini, ingatlah bahwa Anda layak mendapatkan seseorang yang mampu menghargai Anda cukup tinggi untuk setidaknya mengucapkan selamat tinggal dengan layak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved