Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Contoh Idgham Mutajanisain dalam Al-Qur'an dan Cara Bacanya

Thalatie K Yani
19/1/2026 07:12
Contoh Idgham Mutajanisain dalam Al-Qur'an dan Cara Bacanya
Ilustrasi(gemini AI)

Dalam mempelajari ilmu tajwid, memahami hukum pertemuan dua huruf adalah fondasi utama agar bacaan Al-Qur'an menjadi tartil dan sempurna. Salah satu hukum yang sering menjadi pembahasan mendalam adalah contoh Idgham Mutajanisain. Secara bahasa, idgham berarti memasukkan atau meleburkan, sedangkan mutajanisain berarti dua hal yang sejenis. Dalam terminologi ilmu tajwid, hukum ini terjadi apabila terdapat dua huruf yang bertemu di mana keduanya memiliki makhraj (tempat keluar huruf) yang sama, namun memiliki sifat yang berbeda.

Hukum bacaan ini berbeda dengan Idgham Mutamaatsilain (huruf yang sama persis) atau Idgham Mutaqaribain (huruf yang berdekatan makhraj dan sifatnya). Pada Idgham Mutajanisain, peleburan terjadi karena kesatuan makhraj meskipun sifat hurufnya berlainan. Cara membacanya adalah dengan meleburkan huruf pertama (yang mati/sukun) ke dalam huruf kedua (yang berharakat), sehingga terdengar seperti satu huruf yang bertasydid.

Kelompok Huruf Idgham Mutajanisain

Tidak semua huruf yang satu makhraj otomatis terkena hukum ini. Para ulama tajwid telah merumuskan bahwa Idgham Mutajanisain hanya berlaku pada pertemuan huruf-huruf tertentu. Berikut adalah pasangan huruf yang masuk dalam kategori ini:

  • Huruf Ta (ت), Tha (ط), dan Dal (د).
  • Huruf Tsa (ث), Dzal (ذ), dan Zha (ظ).
  • Huruf Ba (ب) dan Mim (م).

Berikut adalah rincian lengkap beserta contoh ayatnya di dalam Al-Qur'an agar Anda dapat mempraktikkannya dengan benar.

1. Pertemuan Huruf Dal (د) dan Ta (ت)

Kondisi ini terjadi ketika huruf Dal mati bertemu dengan huruf Ta berharakat. Huruf Dal dileburkan sepenuhnya ke dalam huruf Ta.

Contoh dalam Surat Al-Baqarah Ayat 256:

Pada lafaz Qad tabayyana.

قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ

Dalam ayat tersebut, Dal sukun tidak dibaca qalqalah, melainkan langsung masuk ke huruf Ta. Anda dapat melihat konteks ayat ini selengkapnya di Surat Al-Baqarah.

2. Pertemuan Huruf Ta (ت) dan Dal (د)

Kebalikan dari poin pertama, ini terjadi jika Ta sukun bertemu dengan Dal berharakat. Huruf Ta lebur ke dalam Dal.

Contoh dalam Surat Al-A'raf Ayat 189:

Pada lafaz Atsqalat da'awa.

فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا

Cara bacanya adalah Atsqaladda'awa. Huruf Ta tidak dibaca desisnya (hams), melainkan langsung menekan pada huruf Dal. Simak ayat lengkapnya di Surat Al-A'raf.

3. Pertemuan Huruf Ta (ت) dan Tha (ط)

Ketika huruf Ta mati bertemu dengan huruf Tha, maka suara Ta hilang dan melebur menjadi Tha yang tebal.

Contoh dalam Surat Ali 'Imran Ayat 69:

Pada lafaz Waddat thaa-ifah.

وَدَّتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ

Dibaca menjadi Waddath-thaa-ifah. Huruf Ta lebur sempurna. Pelajari lebih lanjut di Surat Ali 'Imran.

4. Pertemuan Huruf Tha (ط) dan Ta (ت)

Ini adalah kasus khusus yang disebut Idgham Naqish (tidak sempurna). Huruf Tha memiliki sifat Istia'la (kuat/tebal) sedangkan Ta bersifat Istifal (lemah/tipis). Maka, sifat tebal (ithbaq) pada Tha tetap disisakan sebelum masuk ke huruf Ta.

Contoh dalam Surat Al-Ma'idah Ayat 28:

Pada lafaz La-in basatha.

لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي

Cara membacanya bukan melebur total menjadi Basatta (tipis), tetapi lidah menempel pada langit-langit seperti mengucapkan Tha (tanpa qalqalah), kemudian langsung dilepas mengucapkan Ta. Cek ayat ini di Surat Al-Ma'idah.

5. Pertemuan Huruf Tsa (ث) dan Dzal (ذ)

Terjadi ketika huruf Tsa sukun bertemu dengan Dzal berharakat. Tsa dileburkan ke dalam Dzal.

Contoh dalam Surat Al-A'raf Ayat 176:

Pada lafaz Yalhats dzalik.

يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا

Dibaca Yalhadzzalik. Ujung lidah tetap keluar sedikit (sifat huruf lisp), namun suara yang keluar adalah Dzal. Lihat konteksnya di Surat Al-A'raf.

6. Pertemuan Huruf Dzal (ذ) dan Zha (ظ)

Huruf Dzal sukun bertemu dengan huruf Zha. Huruf Dzal lebur sempurna ke dalam Zha.

Contoh dalam Surat Az-Zukhruf Ayat 39:

Pada lafaz Idz zhalamtum.

وَلَنْ يَنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ إِذْ ظَلَمْتُمْ أَنَّكُمْ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ

Dibaca Idzzhalamtum dengan menebalkan suara karena masuk ke huruf Zha. Anda bisa membaca surat ini di Surat Az-Zukhruf.

7. Pertemuan Huruf Ba (ب) dan Mim (م)

Satu-satunya contoh Idgham Mutajanisain dari makhraj bibir (syafatain) adalah pertemuan Ba sukun dengan Mim. Huruf Ba lebur sempurna ke dalam Mim disertai dengan ghunnah (dengung).

Contoh dalam Surat Hud Ayat 42:

Pada lafaz Irkab ma'ana.

يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ

Dibaca Irkamma'ana. Bibir tertutup rapat menahan dengung sekitar 2 harakat. Jangan membaca qalqalah pada Ba (Irkab-ma'ana), itu salah. Pelajari kisah Nabi Nuh ini di Surat Hud.

Kesimpulan

Memahami contoh idgham mutajanisain sangat penting untuk menjaga keaslian bacaan Al-Qur'an. Kunci utamanya adalah mengenali pasangan huruf yang memiliki makhraj sama namun sifat berbeda. Dengan mempraktikkan contoh-contoh di atas secara konsisten, kualitas tilawah Anda akan semakin baik dan sesuai dengan kaidah yang diajarkan Rasulullah SAW.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik