Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam dinamika media sosial yang begitu cepat, istilah-istilah baru bermunculan setiap harinya, memperkaya khazanah bahasa pergaulan anak muda di Indonesia. Salah satu frasa yang belakangan ini kerap muncul di kolom komentar TikTok, status WhatsApp, hingga cuitan Twitter adalah "lopyu more". Banyak pengguna internet, terutama dari kalangan generasi yang lebih tua atau mereka yang tidak terlalu aktif di media sosial, mungkin bertanya-tanya, sebenarnya lopyu more artinya apa dan bagaimana konteks penggunaannya yang tepat.
Secara sederhana, lopyu more artinya adalah ungkapan kasih sayang yang merupakan bentuk plesetan atau penulisan fonetik dari frasa Bahasa Inggris "Love you more". Jika diterjemahkan secara harfiah ke dalam Bahasa Indonesia, kalimat ini bermakna "aku lebih mencintaimu" atau "sayang kamu lebih". Penggunaan kata "lopyu" sendiri merupakan adaptasi bunyi (transliterasi) dari "love you" yang disesuaikan dengan lidah dan gaya penulisan santai masyarakat Indonesia, memberikan kesan yang lebih imut, manja, dan tidak terlalu kaku dibandingkan penulisan aslinya yang formal.
Fenomena penggunaan kata "lopyu" sebenarnya bukan hal baru. Sudah sejak era pesan singkat (SMS), masyarakat Indonesia gemar menyingkat atau memplesetkan kata-kata asing agar terdengar lebih akrab. Penambahan kata "more" di belakangnya menjadi sebuah penegas tingkat kasih sayang seseorang. Biasanya, frasa ini muncul dalam sebuah percakapan berbalas (banter) antara pasangan atau sahabat dekat.
Berikut adalah skenario umum penggunaan istilah ini:
Popularitas istilah "lopyu more" tidak lepas dari tren code-mixing atau campur kode bahasa yang lazim terjadi di negara bilingual atau multilingual seperti Indonesia. Ada aspek psikologis di mana mengucapkan "I love you" dengan pelafalan yang benar dan gramatikal terasa terlalu serius, berat, atau bahkan canggung (cringe) bagi sebagian orang Indonesia.
Dengan mengubahnya menjadi "lopyu more", nuansa kalimat tersebut berubah menjadi lebih ringan, jenaka, namun tetap menyampaikan pesan kasih sayang yang tujuannya sama. Ini adalah cara generasi Z dan Milenial untuk menembus tembok kecanggungan dalam mengekspresikan perasaan. Selain itu, algoritma media sosial yang menyukai konten-konten interaktif membuat istilah ini semakin cepat menyebar.
Dalam teknik Skyscraper konten, penting untuk mengetahui bahwa "lopyu more" hanyalah satu dari sekian banyak variasi ungkapan sayang dalam bahasa gaul. Berikut adalah beberapa variasi lain yang juga populer dan sering digunakan bersandingan:
Istilah ini sempat populer beberapa tahun lalu berkat seorang figur publik. "Lopyu pul" berasal dari "Love you full", yang secara gramatikal bahasa Inggris mungkin kurang tepat, namun dalam konteks bahasa gaul Indonesia, ini dimaknai sebagai "mencintaimu sepenuhnya" atau "cinta pol-polan".
Ini adalah variasi lokal yang sangat unik. "Sekebon" merujuk pada luasnya kebun. Jadi, arti dari ungkapan ini adalah rasa sayang yang jumlahnya sangat banyak, seluas kebun. Ungkapan ini biasanya bernada humor namun tetap manis.
Terinspirasi dari dialog ikonik dalam film Avengers: Endgame, di mana karakter anak Tony Stark mengucapkan "I love you 3000". Angka 3000 di sini merepresentasikan jumlah yang sangat banyak atau maksimal.
Sama seperti "lopyu", kata "somat" adalah plesetan fonetik dari "so much". Jadi, lopyu somat berarti "aku sangat mencintaimu". Penggunaan kata somat seringkali memancing gelak tawa karena terdengar seperti nama orang di Indonesia.
Jika Anda menerima pesan bertuliskan "lopyu more", bagaimana sebaiknya meresponsnya agar percakapan tetap mengalir asik? Berikut beberapa opsi jawaban yang bisa Anda gunakan:
Bahasa adalah entitas yang hidup dan terus berkembang seiring dengan budaya penuturnya. Memahami bahwa lopyu more artinya adalah bentuk ekspresi kasih sayang yang santai (casual) membantu kita untuk lebih relevan dalam berkomunikasi di era digital. Meskipun terdengar tidak baku dan menyalahi kaidah bahasa Inggris yang baik, penggunaannya sah-sah saja dalam ranah pergaulan informal sebagai sarana mempererat hubungan emosional antar individu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved