Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Pengertian Wudhu: Syarat, Rukun, dan Tata Cara Sesuai Syariat

Thalatie K Yani
19/1/2026 06:00
Pengertian Wudhu: Syarat, Rukun, dan Tata Cara Sesuai Syariat
Ilustrasi(pixabay)

Dalam ajaran Islam, kebersihan dan kesucian merupakan aspek fundamental sebelum melaksanakan ibadah, terutama salat. Pengertian wudhu secara bahasa berasal dari kata al-wadha'ah yang bermakna kebersihan, kecerahan, dan keindahan. Sedangkan secara istilah syariat, wudhu adalah kegiatan menyucikan diri (bersuci) dengan menggunakan air suci lagi menyucikan pada anggota tubuh tertentu yang diawali dengan niat, guna menghilangkan hadas kecil.

Wudhu memegang peranan yang sangat krusial karena menjadi kunci sah atau tidaknya salat seseorang. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT tidak akan menerima salat seseorang tanpa bersuci. Oleh karena itu, memahami hakikat, syarat, dan rukun wudhu bukan sekadar rutinitas, melainkan kewajiban mutlak bagi setiap muslim yang hendak menghadap Sang Pencipta.

Dalil dan Dasar Hukum Wudhu dalam Al-Qur'an

Perintah untuk berwudhu turun langsung dari Allah SWT dan termaktub secara jelas di dalam Al-Qur'an. Dasar hukum ini menjadi landasan mengapa wudhu wajib dilakukan sebelum mendirikan salat. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 6:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki." (QS. Al-Ma'idah: 6).

Ayat tersebut menegaskan empat anggota tubuh wajib yang harus dibasuh atau diusap saat berwudhu, yakni wajah, tangan hingga siku, kepala, dan kaki hingga mata kaki. Ketentuan ini kemudian diperjelas dan disempurnakan melalui hadis-hadis Rasulullah SAW.

Syarat Sah Wudhu

Agar wudhu yang dilakukan dianggap sah secara syariat dan dapat digunakan untuk beribadah, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Jika salah satu syarat ini tidak terpenuhi, maka wudhu dianggap batal atau tidak sah. Berikut adalah syarat-syaratnya:

  • Beragama Islam: Wudhu adalah ibadah, sehingga hanya sah jika dilakukan oleh seorang muslim.
  • Mumayyiz: Seseorang yang sudah dapat membedakan antara hal yang baik dan buruk (biasanya anak usia 7 tahun ke atas).
  • Tidak berhadas besar: Jika seseorang sedang dalam keadaan junub atau haid, maka ia harus mandi wajib terlebih dahulu, bukan sekadar berwudhu.
  • Menggunakan air suci dan menyucikan: Air yang digunakan harus air mutlak (air hujan, air sumur, air laut, air sungai) yang tidak bercampur dengan najis atau zat lain yang mengubah sifat air tersebut.
  • Tidak ada penghalang air ke kulit: Pastikan tidak ada cat kuku, getah, lem, atau kotoran tebal yang menghalangi air menyentuh kulit anggota wudhu.

Rukun Wudhu (Fardhu Wudhu)

Rukun wudhu adalah bagian inti dari pelaksanaan wudhu. Berbeda dengan sunnah yang jika ditinggalkan tidak membatalkan wudhu, meninggalkan salah satu rukun wudhu akan menyebabkan wudhu tidak sah. Berdasarkan kesepakatan ulama fiqih, terdapat enam rukun wudhu:

1. Niat

Niat dilakukan di dalam hati berbarengan dengan saat pertama kali membasuh wajah. Niat berfungsi untuk membedakan antara kebiasaan mencuci muka biasa dengan ibadah wudhu. Lafal niat wudhu adalah:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhu'a liraf'il hadatsil ashghari fardhan lillaahi ta'aala. (Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardhu karena Allah Ta'ala).

2. Membasuh Wajah

Batas wajah yang wajib dibasuh adalah dari tempat tumbuhnya rambut kepala bagian atas hingga ujung dagu (secara vertikal), dan dari telinga kanan hingga telinga kiri (secara horizontal). Pastikan seluruh area ini terkena air.

3. Membasuh Kedua Tangan Hingga Siku

Wajib membasuh tangan mulai dari ujung jari hingga melebihi siku sedikit untuk memastikan siku benar-benar terbasuh. Seringkali orang lalai dan tidak membasuh bagian siku, yang dapat menyebabkan wudhu tidak sempurna.

4. Mengusap Sebagian Kepala

Rukun selanjutnya adalah mengusap sebagian kepala dengan air. Berbeda dengan membasuh, mengusap cukup dilakukan dengan tangan yang basah menyentuh rambut atau kulit kepala.

5. Membasuh Kedua Kaki Hingga Mata Kaki

Membasuh kaki harus dilakukan hingga kedua mata kaki. Pastikan tumit dan sela-sela jari kaki juga terkena air. Rasulullah SAW pernah memperingatkan ancaman neraka bagi tumit-tumit yang tidak terkena air wudhu.

6. Tertib

Tertib artinya melakukan urutan rukun wudhu secara berurutan, tidak boleh melompat-lompat. Mulai dari niat dan membasuh wajah, hingga membasuh kaki.

Sunnah-Sunnah dalam Berwudhu

Meskipun tidak wajib, melakukan sunnah wudhu akan menyempurnakan pahala dan kebersihan. Beberapa sunnah wudhu yang dianjurkan antara lain:

  • Membaca Basmalah sebelum memulai wudhu.
  • Membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukkannya ke tempat air.
  • Berkumur-kumur (Malamadhah) untuk membersihkan sisa makanan di mulut.
  • Menghirup air ke hidung (Istinsyaq) dan mengeluarkannya kembali (Istintsar).
  • Mengusap seluruh kepala.
  • Mengusap kedua telinga (bagian luar dan dalam).
  • Menyela-nyela jari tangan dan kaki.
  • Mendahulukan anggota tubuh bagian kanan.
  • Membasuh atau mengusap masing-masing tiga kali.
  • Membaca doa setelah wudhu.

Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu

Seseorang yang telah berwudhu akan batal kesuciannya jika mengalami salah satu dari hal-hal berikut:

  1. Keluarnya sesuatu dari dua jalan (qubul dan dubur), baik itu air seni, tinja, ataupun angin (kentut).
  2. Hilang akal, baik karena tidur nyenyak (dengan posisi pantat tidak menempel rapat pada lantai), gila, pingsan, atau mabuk.
  3. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tanpa penghalang.
  4. Menyentuh kemaluan (qubul atau dubur) dengan telapak tangan bagian dalam tanpa penghalang.

Memahami pengertian wudhu beserta tata caranya yang benar adalah investasi akhirat yang sangat penting. Dengan wudhu yang sempurna, diharapkan salat yang kita dirikan dapat diterima oleh Allah SWT dan membawa ketenangan jiwa.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya