Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Kemensos Larang Keras Praktik 'Siswa Titipan' di Penerimaan Sekolah Rakyat Baru TA 2026-2027

Faishol Taselan
16/1/2026 19:11
Kemensos Larang Keras Praktik 'Siswa Titipan' di Penerimaan Sekolah Rakyat Baru TA 2026-2027
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf.(MI/Faishol Taselan)

KEMENTERIAN Sosial mulai menyiapkan penerimaan siswa Sekolah Rakyat (SR) untuk tahun ajaran baru 2026-2027. Di tahun ajaran baru ini diminta tidak boleh ada dititipan siswa dalam bentuk apapun, selain yang memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/1) sejak awal sudah mewanti-wanti agar mereka yang ada di daerah apakah itu Gubernur, Bupati Wali Kota maupun kepala sekolah dan wali asuh SR untuk tidak menerima titipan siswa di luar persyaratan yang ditetapkan.

Gus Ipul perlu menegaskan karena setelah Sekolah Rakyat (SR) beroperasi dalam satu tahun banyak fasilitas yang luar biasa, mulai dari seragam, asrama, model pembelajaran, termasuk konsumsi siswa selama sekolah. 

“Ini pasti akan memunculkan keinginan orang untuk masuk ke Sekolah Rakyat (SR). Mereka akan titip ke siapapun agar anaknya masuk, padahal tidak sesuai dengan syarat yang ditetapkan,” kata Gus Ipul usai dialog dengan Kepala Sekolah, Wali Asuh SR di Surabaya.

Gus Ipul menegaskan mereka yang bisa masuk sesuai dengan yang berhak, yakni mereka yang benar benar memenuhi syarat, yakni dari warga miskin dengan penghasilan rendah. 

Jika nanti mulai pendaftaran, maka Gubernur, Bupati dan Wali Kota melakukan pengawasan ketat setiap peserta yang akan menjadi siswa, sebelum nantinya Kementerian Sosial yang akan menetapkan sebagai siswa.

“Ini sesuai dengan keinginan Presiden Prabowo, jangan ada siswa SR titipan dari siapapun. Mereka yang berhak masuk adalah mereka yang benar-benar tidak mampu,” katanya. 

Saat bertemu dengan kepala sekolah dan wali asuh, Gus Ipul meminta agar mereka tetap sabar dalam mengawasi dan membimbing siswa SR. Bahkan, Gus Ipul tegas menyatakan mereka yang tidak sanggup bisa mengundurkan diri mulai sekarang.

Harta terakhir mereka, menurut dia, adalah asa atau harapan. “Negara harus menyelamatkan harta terakhir keluarga kurang mampu. Selama enam bulan ini kita membuktikan. Harapan yang dijaga dan dikawal, menghadirkan prestasi. Bangga saya melihat anak-anak sekolah rakyat. Semoga terus berprestasi,” ujarnya. (FL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya