Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Kisah Nabi Isa AS merupakan salah satu narasi yang paling menakjubkan dan penuh hikmah di dalam sejarah Islam. Sebagai salah satu dari lima rasul Ulul Azmi, Nabi Isa 'alaihissalam memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Beliau adalah nabi terakhir dari kalangan Bani Israil yang diutus untuk meluruskan ajaran Taurat yang telah banyak diselewengkan pada masa itu, serta membawa kabar gembira akan kedatangan nabi penutup zaman, Nabi Muhammad SAW.
Kisah ini bermula dari sosok wanita suci bernama Maryam binti Imran. Maryam adalah wanita yang mendedikasikan hidupnya untuk beribadah di Baitul Maqdis di bawah asuhan Nabi Zakaria AS. Keajaiban pertama dalam rangkaian kisah ini adalah proses kehamilan Maryam. Allah SWT meniupkan ruh ke dalam rahim Maryam melalui perantara Malaikat Jibril, sehingga ia mengandung seorang putra tanpa campur tangan seorang laki-laki (ayah). Peristiwa ini diabadikan secara rinci dalam Al-Qur'an, khususnya dalam Surat Maryam.
Ketika Maryam merasa sakit karena akan melahirkan, ia menyendiri ke tempat yang jauh dari keluarganya. Di bawah pohon kurma, lahirlah Isa AS. Maryam sempat merasa putus asa karena takut akan fitnah kaumnya, namun Allah memerintahkannya untuk tidak berbicara dan membiarkan bayinya yang menjawab tuduhan tersebut.
Ujian berat menimpa Maryam ketika ia kembali ke tengah kaumnya dengan menggendong seorang bayi. Kaum Bani Israil langsung menuduhnya telah melakukan perbuatan keji. Namun, atas kehendak Allah SWT, bayi Isa yang masih merah itu berbicara dengan lantang dan fasih untuk membela ibunya. Hal ini tercatat dalam firman Allah SWT:
قَالَ إِنِّي عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِيَ ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا
"Berkata Isa: 'Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi'." (QS. Maryam: 30)
Peristiwa bayi yang dapat berbicara ini menjadi mukjizat pertama yang membungkam mulut orang-orang yang memfitnah Maryam, sekaligus menjadi tanda kenabian yang nyata sejak dini.
Setelah diangkat menjadi Rasul pada usia dewasa, Nabi Isa AS dibekali oleh Allah SWT dengan berbagai kemampuan luar biasa atau mukjizat untuk meyakinkan kaum Bani Israil. Mukjizat ini bukan sihir, melainkan bukti kekuasaan Allah yang diberikan kepada utusan-Nya. Rincian mukjizat ini dijelaskan dalam Surat Ali 'Imran ayat 49.
Berikut adalah beberapa mukjizat utama Nabi Isa AS:
Meskipun telah menunjukkan bukti-bukti nyata, sebagian besar Bani Israil tetap ingkar dan menuduh Nabi Isa sebagai tukang sihir. Mereka yang memegang kekuasaan agama pada saat itu merasa terancam dengan ajaran Nabi Isa yang meluruskan penyimpangan mereka. Namun, dakwah Nabi Isa tidak sia-sia. Beliau memiliki sekelompok pengikut setia yang disebut sebagai Al-Hawariyyun.
Para Hawariyyun ini adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan setia mendampingi Nabi Isa dalam menyebarkan ajaran tauhid. Mereka bertanya, "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para Hawariyyun menjawab, "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah."
Puncak dari penolakan kaum kafir Bani Israil adalah rencana jahat mereka untuk membunuh dan menyalib Nabi Isa AS. Mereka bersekongkol dengan penguasa Romawi saat itu untuk menangkap beliau. Namun, Allah SWT adalah sebaik-baik pembuat rencana. Dalam akidah Islam, ditegaskan bahwa Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib.
Allah menyelamatkan Nabi Isa dengan mengangkatnya ke langit, dan orang yang disalib adalah seseorang yang diserupakan wajahnya dengan Nabi Isa (sebagian riwayat menyebutnya Yudas Iskariot yang berkhianat, namun Al-Qur'an hanya menegaskan 'diserupakan'). Hal ini tertuang jelas dalam Surat An-Nisa ayat 157-158:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا ٱلْمَسِيحَ عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ ٱللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا ٱتِّبَاعَ ٱلظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًۢا
"Dan karena ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah', padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa." (QS. An-Nisa: 157)
Selanjutnya di ayat 158 dijelaskan:
بَل رَّفَعَهُ ٱللَّهِ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
"Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. An-Nisa: 158)
Umat Islam mengimani bahwa Nabi Isa AS masih hidup di langit dan akan diturunkan kembali ke bumi menjelang hari kiamat. Kedatangan beliau yang kedua kali bukan sebagai nabi baru yang membawa syariat baru, melainkan sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW (umat) yang akan menegakkan keadilan, membunuh Dajjal, dan mematahkan salib serta meluruskan pemahaman yang salah tentang dirinya selama ini.
Kisah Nabi Isa mengajarkan kita tentang keteguhan iman, kekuasaan Allah yang tidak terbatas, serta pentingnya berpegang teguh pada kebenaran meskipun menghadapi tantangan yang besar dari lingkungan sekitar.
Temukan 9 mukjizat Nabi Isa yang luar biasa, dari menyembuhkan orang sakit hingga menghidupkan orang mati, lengkap dengan dalil Al-Qur'an.
Kisah lengkap Nabi Isa, dari kelahiran ajaib hingga mukjizatnya, disajikan sederhana untuk memahami perjalanan hidupnya.
Pelajari mukjizat kelahiran Nabi Isa AS dalam Al-Qur'an, Surah Maryam ayat 30-35. Temukan makna dan hikmahnya dengan penjelasan sederhana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved