Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT hujan dan banjir, para pekerja lapangan perlu memperketat proteksi kesehatan saat bertugas. Kewaspadaan ini krusial untuk menangkal ancaman penyakit saat banjir dan hujan.
Hal tersebut disampaikan oleh DR. dr. Wan Nedra Komaruddin, Sp.A, yang merupakan Dosen Ilmu Kesehatan Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.
Wan Nedra, yang juga mengelola Klinik Asshomadiyah Medicare Centre, menyoroti bahwa profesi seperti jurnalis, kurir, hingga petugas teknis memiliki kerentanan lebih besar. Hal ini disebabkan oleh tingginya durasi interaksi mereka dengan air hujan serta genangan banjir yang terkontaminasi.
“Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan,” tutur Wan Nedra, mengutip dari laman Antara, Kamis (15/1).
Ia memberikan perhatian khusus pada leptospirosis, penyakit yang dipicu oleh bakteri dalam air seni hewan (seperti tikus) yang hanyut bersama banjir. Bakteri ini memiliki kemampuan menyusup melalui luka kecil pada kulit manusia, yang jika dibiarkan dapat memicu demam hebat, nyeri pada otot, hingga kerusakan organ hati dan ginjal.
Tak hanya itu, paparan air kotor yang lama dapat menimbulkan masalah kulit seperti jamur, bisul, dan dermatitis. Risiko diare serta tifus juga meningkat jika bakteri masuk ke sistem pencernaan.
Sementara itu, suhu dingin dan kelembapan tinggi berpotensi memicu gangguan pernapasan, mulai dari influenza hingga pneumonia.
Agar tetap sehat saat bertugas di area terdampak banjir, DR. dr. Wan Nedra Komaruddin, Sp.A menyarankan beberapa langkah preventif berikut:
Langkah krusial setelah bersentuhan dengan air banjir adalah pembersihan tubuh secara menyeluruh. “Segera mandi dengan air bersih dan sabun, terutama di bagian tubuh yang kontak langsung dengan air banjir. Luka sekecil apapun harus dibersihkan dan diberi antiseptik,” tegasnya.
Ia menginstruksikan para pekerja untuk tidak menunda mengganti baju dan alas kaki yang sudah dalam kondisi basah.
Peralatan pendukung seperti sarung tangan dan sepatu bot harus rutin dibersihkan agar tidak menjadi sarang bakteri atau virus penyebab penyakit.
Sebagai bentuk proteksi tambahan, Wan Nedra sangat menyarankan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti jas hujan, sepatu bot tahan air, serta selalu membawa stok kaus kaki dan sabun antiseptik di dalam tas.
Jika muncul keluhan kesehatan seperti diare, demam, atau nyeri otot dalam kurun beberapa hari, ia sangat menyarankan agar pekerja segera mengunjungi fasilitas medis untuk penanganan dini. (H-4)
IDAI menjelaskan penyakit yang rentan dialami anak pascabencana di antaranya diare, infeksi saluran pernafasan, dan leptospirosis
Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko kesehatan saat menghadapi banjir.
BGN meminimalisir terjadinya keracunan dan targetkan zero error pelaksanaan program MBG
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved