Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SIMBOL @ kini identik dengan alamat e-mail, akun media sosial, dan dunia komunikasi digital. Namun, jauh sebelum menjadi ikon internet, simbol kecil ini telah melalui perjalanan sejarah yang panjang, berliku, dan nyaris terlupakan. Informasi berikut dilansir dari Smithsonian Magazine.
Asal-usul simbol @ tidak sepenuhnya pasti, tetapi para sejarawan memiliki beberapa teori.
Salah satu yang paling populer menyebutkan bahwa simbol ini berasal dari kata Latin ad yang berarti “menuju” atau “ke arah”.
Para penyalin naskah pada Abad Pertengahan, yang ingin menulis lebih cepat, diduga menggabungkan huruf “a” dengan ekor huruf “d” sehingga membentuk tanda menyerupai @.
Teori lain menyebutkan bahwa @ berasal dari kata Prancis à yang berarti “di”, atau dari singkatan frasa “each at” dalam perdagangan, di mana huruf “a” dilingkari huruf “e”.
Apa pun asal pastinya, penggunaan simbol @ pertama yang tercatat secara historis muncul pada 1536 dalam surat seorang pedagang asal Firenze, Francesco Lapi. Ia menggunakan simbol @ untuk menandai satuan anggur bernama amphora.
Dalam dunia niaga, simbol @ kemudian dipakai untuk menunjukkan arti “dengan harga per”. Misalnya, penulisan “12 barang @ $1” berarti setiap barang berharga satu dolar, sehingga totalnya menjadi 12 dolar. Penggunaan ini bertahan selama berabad-abad dan membuat simbol @ dikenal luas di kalangan pedagang.
Namun, memasuki era mesin, nasib @ justru meredup. Mesin tik awal pada abad ke-19 tidak menyertakan simbol ini, begitu pula sistem kartu perforasi yang digunakan dalam sensus Amerika Serikat tahun 1890. Simbol @ nyaris kehilangan relevansinya.
Kebangkitan simbol @ terjadi pada 1971 berkat Ray Tomlinson, seorang ilmuwan komputer di perusahaan BBN Technologies. Saat itu, Tomlinson sedang mengembangkan sistem pengiriman pesan melalui jaringan komputer bernama Arpanet, pendahulu internet.
Ia membutuhkan simbol untuk memisahkan nama pengguna dan nama komputer dalam alamat pesan. Simbol tersebut harus jarang digunakan agar tidak membingungkan sistem komputer. Pilihannya jatuh pada simbol @ yang terletak di atas huruf “P” pada papan ketik teletype miliknya.
Dengan sistem tersebut, Tomlinson mengirim e-mail pertama kepada dirinya sendiri, pesan itu berangkat dari satu mesin, melewati Arpanet, lalu kembali ke mesin lain di ruangan yang sama. Sejak saat itu, simbol @ resmi menjadi bagian dari sistem alamat e-mail global. (Z-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved