Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA Isra Miraj merupakan salah satu tonggak sejarah paling sakral dalam Islam. Terjadi pada periode Makkah, tepatnya pada tahun ke-10 kenabian, peristiwa ini menjadi penghibur (tasliyah) bagi Rasulullah SAW yang saat itu tengah berduka atas wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib. Tahun tersebut dikenal sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan.
Seringkali masyarakat menganggap Isra Miraj sebagai satu kejadian tunggal, padahal keduanya adalah dua rangkaian perjalanan yang berbeda namun berkesinambungan dalam satu malam.
Puncak dari Isra Miraj adalah diterimanya perintah shalat lima waktu. Berbeda dengan syariat lainnya yang turun melalui perantara Malaikat Jibril, perintah shalat diberikan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan urgensi shalat sebagai tiang agama.
Para ulama menyebut bahwa "Shalat adalah Mi’raj-nya orang beriman". Artinya, melalui shalat, seorang hamba dapat melakukan perjalanan spiritual untuk "bertemu" dan berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta, melepaskan sejenak beban duniawi.
Isra Miraj adalah peristiwa yang melampaui batas nalar manusia pada masanya (dan bahkan hingga kini). Hikmahnya adalah mengajarkan umat Islam untuk mendahulukan iman di atas logika ketika berhadapan dengan kuasa Allah SWT. Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang langsung membenarkan peristiwa ini menjadi teladan utama dalam ketaatan.
Sebelum melakukan perjalanan, dada Rasulullah SAW dibelah dan hatinya disucikan dengan air zam-zam oleh Malaikat Jibril. Ini mengandung hikmah bahwa untuk menuju "tangga langit" atau kesuksesan spiritual, seseorang harus membersihkan hatinya dari penyakit hati seperti sombong, iri, dan dengki.
Dialog antara Nabi Muhammad SAW dan Nabi Musa AS mengenai jumlah rakaat shalat mengajarkan tentang kasih sayang Rasulullah kepada umatnya. Beliau berulang kali memohon keringanan agar beban ibadah tidak memberatkan umat, namun tetap menjaga kualitas ketaatan.
Di era digital yang penuh dengan distraksi, makna Isra Miraj dapat diimplementasikan sebagai bentuk keseimbangan hidup. Kecepatan Buraq dapat dianalogikan dengan kecepatan informasi saat ini, namun tanpa kemudi spiritual (iman), kecepatan tersebut bisa menyesatkan.
Shalat lima waktu berfungsi sebagai "pause button" dari hiruk-pikuk media sosial dan tekanan pekerjaan. Ini adalah momen untuk melakukan detoksifikasi mental dan memfokuskan kembali orientasi hidup pada tujuan yang lebih abadi. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved