Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam interaksi sehari-hari umat Muslim, sering kali kita mendengar ucapan doa keberkahan. Salah satu yang paling umum adalah ucapan Barakallah atau Barakallahu Fiik. Mengetahui jawaban Barakallah yang tepat merupakan bagian dari adab dan etika berkomunikasi dalam Islam, sekaligus sebagai sarana untuk saling mendoakan kebaikan antar sesama saudara seiman. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai cara menjawab, makna, serta variasi penggunaan ucapan ini agar Anda tidak keliru dalam meresponsnya.
Secara bahasa, Barakallah (بارك الله) berasal dari dua kata, yaitu Baaraka (berkah) dan Allah (Tuhan Semesta Alam). Jadi, secara harfiah, arti Barakallah adalah "Semoga Allah memberkahi". Ucapan ini adalah doa yang sangat mulia karena mengharapkan adanya tambahan kebaikan (ziyadatul khair) dari Allah SWT kepada orang yang dituju.
Seringkali ucapan ini digabungkan dengan kata ganti (dhamir) dan preposisi, menjadi Barakallahu Fiik, yang artinya "Semoga Allah memberkahi kepadamu (pada dirimu)". Penggunaan frasa ini menunjukkan spesifikasi doa yang lebih personal.
Ketika seseorang mendoakan kita dengan kebaikan, Islam mengajarkan kita untuk membalasnya dengan doa yang setara atau lebih baik. Berikut adalah rincian jawaban atau balasan ketika seseorang mengucapkan Barakallah atau Barakallahu Fiik kepada Anda:
Jika yang mengucapkan adalah seorang laki-laki, maka jawaban yang tepat adalah:
وَفِيكَ بَارَكَ اللهُ
Wafiika Baarakallah
Artinya: "Dan kepadamu juga semoga Allah memberkahi."
Jika yang mengucapkan adalah seorang perempuan, maka ubahlah kata gantinya menjadi ki:
وَفِيكِ بَارَكَ اللهُ
Wafiiki Baarakallah
Artinya: "Dan kepadamu (perempuan) juga semoga Allah memberkahi."
Jika ucapan tersebut ditujukan kepada Anda dalam forum atau kelompok, atau Anda membalas kepada banyak orang sekaligus, gunakanlah:
وَفِيكُمْ بَارَكَ اللهُ
Wafiikum Baarakallah
Artinya: "Dan kepada kalian semua semoga Allah memberkahi."
Perintah untuk menjawab ucapan doa atau penghormatan dengan yang lebih baik atau setidaknya setimpal, tertuang dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 86:
وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
Artinya: "Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu."
Ayat ini menjadi landasan mengapa ketika didoakan "Semoga Allah memberkahi", kita sebaiknya tidak hanya diam atau sekadar mengucapkan "terima kasih", tetapi membalasnya kembali dengan doa keberkahan.
Selain Barakallahu Fiik, terdapat beberapa variasi penggunaan kata dasar Barakallah yang disesuaikan dengan konteks kejadiannya. Memahami konteks ini akan membantu Anda memberikan respons yang lebih empatik dan tepat sasaran.
Meskipun niatnya baik, terkadang masih terjadi kekeliruan dalam memberikan jawaban Barakallah. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Mengucapkan dan menjawab Barakallah bukan sekadar basa-basi sosial. Dalam Islam, doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan orang tersebut adalah doa yang mustajab. Malaikat akan mengaamiinkan doa tersebut dan berkata, "Dan bagimu juga semisal itu."
Dengan membiasakan diri mengucapkan dan memberikan jawaban yang benar, kita turut menyebarkan syiar Islam yang penuh kedamaian dan kasih sayang. Budaya saling mendoakan keberkahan ini akan mempererat ukhuwah islamiyah dan membersihkan hati dari sifat hasad (dengki), karena kita turut berbahagia dan mendoakan kebaikan atas nikmat yang diterima orang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved