Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam percakapan sehari-hari di kalangan umat Muslim Indonesia, kata ukhti menjadi salah satu istilah yang sangat populer. Sapaan ini sering terdengar di lingkungan pengajian, kampus, hingga media sosial. Namun, tidak sedikit masyarakat yang mengasosiasikan kata ini hanya dengan penampilan fisik tertentu, seperti penggunaan jilbab lebar atau cadar. Padahal, secara bahasa dan makna, istilah ini memiliki arti yang jauh lebih luas dan mendalam yang berakar dari konsep persaudaraan dalam Islam.
Secara etimologi atau asal-usul bahasa, kata ukhti berasal dari Bahasa Arab. Kata dasarnya adalah Ukhtun (أُخْتٌ) yang berarti saudara perempuan. Ketika kata ini mendapatkan tambahan ya mutakallim (kata ganti kepemilikan orang pertama tunggal) di akhir katanya, maka bunyinya berubah menjadi ukhti.
أُخْتِي
Secara harfiah, kata di atas memiliki arti "saudariku" atau "saudara perempuanku". Dalam konteks biologis, kata ini digunakan untuk memanggil saudara perempuan kandung. Namun, dalam konteks sosial keagamaan atau muamalah, istilah ini digunakan sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada sesama wanita Muslim, yang dianggap sebagai saudara seiman.
Seringkali terjadi kerancuan dalam penggunaan kata ukhti dan akhwat. Banyak orang menganggap keduanya dapat digunakan secara bergantian, padahal terdapat perbedaan mendasar dari segi tata bahasa (gramatika) Arab:
Oleh karena itu, menyapa seorang individu wanita dengan panggilan "akhwat" sebenarnya kurang tepat secara kaidah bahasa, meskipun maksudnya dapat dipahami.
Penggunaan sapaan ini tidak lepas dari konsep Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam. Islam mengajarkan bahwa setiap mukmin adalah bersaudara, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
Dengan memanggil sesama wanita Muslim sebagai ukhti, seseorang secara tidak langsung sedang menegaskan ikatan akidah yang menyatukan mereka. Panggilan ini mengandung doa dan harapan agar hubungan yang terjalin didasari oleh keimanan dan saling menghormati, serta menjauhkan diri dari interaksi yang tidak pantas.
Selain ukhti dan akhwat, terdapat pasangan kata yang digunakan untuk laki-laki, yaitu Akhi dan Ikhwan. Memahami pasangan kata ini akan melengkapi pemahaman Anda mengenai sapaan dalam bahasa Arab:
Di Indonesia, kata ini mengalami penyempitan makna sekaligus perluasan fungsi sosial. Secara sosiologis, panggilan ini sering dilekatkan pada wanita Muslimah yang berbusana syar'i, mengenakan jilbab panjang, atau aktif dalam kegiatan rohani Islam (Rohis). Hal ini menciptakan stereotip bahwa panggilan tersebut hanya eksklusif untuk kelompok tertentu.
Padahal, setiap wanita Muslim adalah ukhti bagi Muslim lainnya, terlepas dari gaya busana atau tingkat pemahaman agamanya. Mengembalikan makna kata ini ke aslinya adalah bentuk inklusivitas dalam beragama. Menggunakan sapaan ini dapat menjadi sarana dakwah yang lembut, menunjukkan keramahan, dan membangun kedekatan emosional tanpa memandang latar belakang sosial.
Meskipun menggunakan istilah Arab seperti ukhti, akhi, atau antum terdengar Islami, penggunaannya tetap harus memperhatikan konteks dan kearifan lokal (urf). Berikut adalah beberapa tips etika penggunaannya:
Memahami arti kata ukhti bukan sekadar menambah kosakata bahasa Arab, melainkan juga meresapi nilai persaudaraan yang diajarkan Islam. Dengan penggunaan yang tepat, sapaan sederhana ini bisa menjadi jembatan ukhuwah yang mempererat hubungan antar sesama Muslimah di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved