Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Cringe Artinya Apa? Simak Makna dan Penggunaannya dalam Bahasa Gaul

Thalatie K Yani
14/1/2026 11:30
Cringe Artinya Apa? Simak Makna dan Penggunaannya dalam Bahasa Gaul
Ilustrasi(gemini AI)

Di era digital saat ini, media sosial menjadi wadah utama lahirnya berbagai istilah baru yang kemudian menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Salah satu kata yang sangat sering muncul di kolom komentar TikTok, Twitter (X), hingga Instagram adalah "cringe". Bagi generasi Z atau milenial, kata ini mungkin sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun, bagi sebagian orang, pertanyaan mengenai cringe artinya apa dan bagaimana konteks penggunaannya masih sering muncul.

Secara sederhana, memahami arti kata ini penting agar tidak salah kaprah dalam berkomunikasi, terutama saat berinteraksi di dunia maya. Artikel ini akan mengupas tuntas definisi, asal-usul, aspek psikologis, hingga contoh penggunaan kata cringe dalam bahasa gaul Indonesia.

Definisi Cringe: Dari Kamus hingga Bahasa Gaul

Arti Secara Harfiah

Jika menilik dari kamus bahasa Inggris, kata cringe sebenarnya memiliki makna yang cukup spesifik. Dalam bahasa Inggris, cringe artinya adalah bergidik, menyusut, atau mundur karena rasa takut atau ketundukan. Kata ini awalnya digunakan untuk menggambarkan reaksi fisik seseorang yang secara refleks menjauh atau menutup diri karena melihat sesuatu yang menakutkan atau menjijikkan.

Pergeseran Makna dalam Bahasa Gaul

Dalam konteks bahasa gaul atau slang internet masa kini, makna kata tersebut telah mengalami pergeseran dan perluasan. Kini, kata cringe lebih sering digunakan untuk menggambarkan perasaan malu atau canggung saat melihat tindakan orang lain yang dianggap aneh, berlebihan, tidak pada tempatnya, atau "garing".

Ketika seseorang mengatakan "Duh, cringe banget liat videonya," itu berarti orang tersebut merasakan ketidaknyamanan atau rasa malu seolah-olah dia yang melakukan tindakan memalukan tersebut, padahal orang lain yang melakukannya.

Fenomena Second-Hand Embarrassment

Untuk memahami lebih dalam mengenai cringe artinya apa, kita perlu mengenal istilah psikologis yang disebut Second-Hand Embarrassment atau rasa malu perwakilan. Ini adalah kondisi di mana Anda merasa malu atas tindakan yang dilakukan orang lain, meskipun orang yang melakukan tindakan tersebut mungkin tidak merasa malu sama sekali.

Perasaan ini muncul karena adanya empati. Otak manusia memiliki kemampuan untuk menempatkan diri di posisi orang lain. Ketika melihat seseorang melakukan sesuatu yang melanggar norma sosial tak tertulis (seperti bertingkah konyol di depan umum atau gagal melakukan lelucon), otak kita merespons dengan sinyal rasa sakit sosial yang sama seperti jika kita sendiri yang mengalaminya. Inilah esensi dari perasaan cringe.

Situasi yang Sering Disebut Cringe

Agar lebih memahami konteks penggunaannya, berikut adalah beberapa situasi yang sering kali memicu respons cringe dari netizen atau masyarakat umum:

  • Gombalan yang Berlebihan: Percakapan romantis yang terlalu dibuat-buat, klise, atau berlebihan di ruang publik sering kali dianggap cringe oleh orang yang mendengarnya.
  • Konten TikTok yang "Maksa": Video joget atau akting yang terlihat kaku, tidak natural, atau terlalu berusaha keras untuk terlihat keren (try hard) namun gagal, adalah sasaran empuk komentar cringe.
  • Percaya Diri yang Tak Berdasar: Seseorang yang merasa dirinya sangat hebat atau populer dan menunjukkannya secara arogan, padahal kenyataannya tidak demikian, sering memicu rasa cringe.
  • Lelucon yang Garing: Saat seseorang melontarkan lelucon dengan penuh percaya diri namun tidak ada satu pun orang yang tertawa, situasi hening setelahnya adalah definisi nyata dari momen cringe.

Perbedaan Cringe dengan Ilfeel dan Jijik

Seringkali kata cringe disamakan dengan ilfeel (ilang feeling) atau jijik, padahal ketiganya memiliki nuansa yang sedikit berbeda:

  1. Cringe: Lebih berfokus pada rasa canggung dan malu perwakilan. Anda mungkin ingin memalingkan muka karena tidak sanggup melihat betapa memalukannya situasi tersebut.
  2. Ilfeel: Perasaan hilang minat atau rasa suka terhadap seseorang karena sikap atau sifatnya yang tiba-tiba berubah menjadi negatif. Ilfeel lebih bersifat personal terhadap ketertarikan.
  3. Jijik: Reaksi fisik atau emosional terhadap sesuatu yang kotor, tidak higienis, atau secara moral sangat tercela.

Dampak Penggunaan Kata Cringe di Media Sosial

Meskipun kata ini populer, penggunaannya memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi, kata ini membantu orang mengekspresikan perasaan canggung yang sulit dijelaskan. Namun, di sisi lain, pelabelan cringe secara berlebihan dapat mematikan kreativitas.

Banyak orang menjadi takut berekspresi atau berkarya karena khawatir dianggap cringe oleh orang lain. Budaya "cringe culture" di internet terkadang berubah menjadi bentuk perundungan siber (cyberbullying) di mana sekelompok orang menertawakan seseorang yang hanya sedang berusaha menjadi dirinya sendiri.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa cringe artinya adalah perasaan malu, canggung, atau risih yang muncul ketika melihat perilaku orang lain yang dianggap aneh atau tidak sesuai dengan norma sosial. Istilah ini merupakan manifestasi dari second-hand embarrassment dalam bahasa gaul modern.

Memahami istilah ini membantu kita lebih peka terhadap dinamika interaksi sosial di dunia maya. Namun, bijaklah dalam menggunakannya. Tidak semua hal yang berbeda atau unik harus dilabeli sebagai sesuatu yang memalukan. Terkadang, keberanian untuk tampil beda—meskipun sedikit awkward—adalah bagian dari proses kreatif yang patut dihargai.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya