Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
Suara kokok ayam jantan identik dengan penanda datangnya pagi hari atau fajar. Namun, tidak jarang masyarakat dikejutkan dengan fenomena ayam berkokok jam 11 malam atau saat larut malam. Bagi masyarakat Indonesia yang masih kental dengan budaya dan kepercayaan tradisional, peristiwa ini sering kali dikaitkan dengan pertanda alam atau pesan mistis tertentu. Apakah ini sekadar kebetulan biologis atau memang ada pesan tersembunyi yang hendak disampaikan oleh alam?
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas makna di balik suara ayam yang berkokok pada jam-jam yang tidak lazim, baik dari sudut pandang kearifan lokal (Primbon Jawa), perspektif agama, hingga penjelasan logis secara ilmiah.
Dalam kitab Primbon Jawa, setiap peristiwa alam memiliki makna tersendiri, termasuk perilaku hewan. Waktu kejadian menjadi kunci utama dalam menafsirkan pesan tersebut. Jika Anda mendengar ayam berkokok pada rentang waktu pukul 21.00 hingga 23.00 malam, nenek moyang memiliki beberapa penafsiran khusus:
Salah satu mitos yang paling santer terdengar mengenai ayam berkokok jam 11 malam adalah adanya indikasi tindakan asusila atau aib yang sedang terjadi di lingkungan sekitar. Konon, ayam memiliki kepekaan rasa yang tajam terhadap energi negatif yang ditimbulkan oleh perbuatan maksiat. Dalam kepercayaan masyarakat desa zaman dahulu, kokok ayam di jam ini sering dianggap sebagai sinyal bahwa ada gadis atau janda yang hamil di luar nikah, atau adanya praktik perzinahan yang dilakukan sembunyi-sembunyi.
Selain pertanda aib, kokok ayam menjelang tengah malam juga sering dikaitkan dengan keberadaan makhluk astral. Ayam dipercaya memiliki mata batin yang mampu melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia. Jika ayam berkokok dengan nada yang tidak wajar atau gelisah pada jam 11 malam, diyakini ada makhluk halus yang sedang lewat atau singgah di sekitar kandang tersebut.
Berbeda dengan mitos yang berkembang di masyarakat yang cenderung mengarah pada hal-hal menakutkan, dalam pandangan Islam, fenomena ini memiliki makna yang positif dan spiritual. Rasulullah SAW memberikan petunjuk khusus mengenai perilaku ayam jantan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa:
"Apabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, mintalah perlindungan kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu, jika Anda mendengar ayam berkokok pada jam 11 malam atau kapan pun di malam hari, dianjurkan untuk memanjatkan doa dan memohon karunia Allah SWT, alih-alih merasa takut. Hal ini mengindikasikan bahwa ayam tersebut sedang melihat kehadiran malaikat yang membawa rahmat.
Mengesampingkan sisi mitos dan spiritual, fenomena ayam berkokok jam 11 malam sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah melalui ilmu biologi dan perilaku hewan (etologi). Berikut adalah beberapa faktor logis yang memicu ayam berkokok di malam hari:
Seperti manusia, ayam memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun. Namun, ritme ini bisa terganggu oleh faktor eksternal. Salah satu penyebab utamanya adalah polusi cahaya. Cahaya lampu jalan yang terang, lampu kendaraan, atau penerangan rumah yang menembus kandang dapat menipu otak ayam. Mereka mungkin mengira cahaya tersebut adalah tanda fajar menyingsing, sehingga memicu refleks untuk berkokok.
Ayam adalah hewan yang berada di posisi bawah dalam rantai makanan dan memiliki insting kewaspadaan yang tinggi. Pada malam hari, predator nokturnal seperti musang, ular, atau tikus besar sering kali berkeliaran mencari mangsa. Jika ayam merasakan kehadiran predator atau mendengar suara mencurigakan di sekitar kandang pada jam 11 malam, mereka akan berkokok sebagai sinyal peringatan (alarm call) kepada kawanannya bahwa ada bahaya yang mengintai.
Kokok ayam jantan juga berfungsi sebagai penanda wilayah kekuasaan. Hormon testosteron memegang peranan penting dalam perilaku ini. Terkadang, lonjakan hormon atau adanya suara ayam jantan lain dari kejauhan (meskipun sangat pelan bagi telinga manusia) dapat memicu respon balasan. Ayam jantan akan berkokok untuk menegaskan bahwa wilayah tersebut adalah miliknya, tidak peduli apakah itu siang atau malam hari.
Fenomena ayam berkokok jam 11 malam dapat dilihat dari berbagai perspektif. Bagi penganut kepercayaan tradisional, ini mungkin menjadi peringatan untuk waspada terhadap kondisi sosial lingkungan atau hal gaib. Bagi umat Muslim, ini adalah momen istimewa untuk berdoa karena kehadiran malaikat. Namun, secara ilmiah, hal ini sering kali merupakan respons biologis terhadap cahaya atau ancaman predator.
Sebagai masyarakat modern yang bijak, menyikapi hal ini sebaiknya dilakukan dengan proporsional. Jika mendengar ayam berkokok tengah malam, ada baiknya Anda memeriksa keamanan kandang untuk memastikan tidak ada pencuri atau hewan pemangsa, sembari memanjatkan doa memohon perlindungan dan kebaikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved