Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Panduan Hukum Tajwid Lengkap: Definisi, Jenis, dan Cara Baca

Thalatie K Yani
13/1/2026 13:00
Panduan Hukum Tajwid Lengkap: Definisi, Jenis, dan Cara Baca
Ilustrasi(gemini AI)

Membaca Al-Qur'an dengan benar merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Salah satu kunci utama agar bacaan menjadi fasih dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW adalah dengan menguasai tajwid lengkap. Secara bahasa, tajwid berarti membaguskan atau memperindah. Sedangkan menurut istilah, ilmu tajwid adalah pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membunyikan huruf-huruf Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya, baik dari makhraj (tempat keluar huruf) maupun sifat-sifatnya.

Hukum mempelajari ilmu tajwid secara teori adalah fardhu kifayah, namun membaca Al-Qur'an dengan menerapkan kaidah tajwid hukumnya adalah fardhu 'ain. Kesalahan dalam membaca harakat atau panjang pendek huruf dapat mengubah arti ayat secara fatal. Oleh karena itu, memahami hukum-hukum bacaan seperti Nun Mati, Mim Mati, Mad, hingga Qalqalah sangatlah krusial.

1. Hukum Nun Mati dan Tanwin

Hukum ini berlaku apabila terdapat Nun Sukun (n) atau Tanwin (an, in, un) bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah tertentu. Terdapat empat pembagian utama dalam hukum ini:

a. Izhar Halqi

Izhar artinya jelas atau terang. Hukum ini terjadi jika Nun Mati atau Tanwin bertemu dengan salah satu dari enam huruf halqi (tenggorokan), yaitu: Hamzah (ء), Ha (هـ), 'Ain (ع), Ha (ح), Ghain (غ), dan Kha (خ). Cara membacanya harus jelas tanpa dengung.

Contoh (Surat Al-Fatihah ayat 7 - 'an'amta'):

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ

Anda dapat mempelajari konteks ayat ini dalam Surat Al-Fatihah.

b. Idgham

Idgham berarti memasukkan atau meleburkan. Idgham terbagi menjadi dua:

  • Idgham Bighunnah: Melebur dengan dengung. Terjadi jika bertemu huruf Ya (ي), Nun (ن), Mim (م), Waw (و).
  • Idgham Bilaghunnah: Melebur tanpa dengung. Terjadi jika bertemu huruf Lam (ل) dan Ra (ر).

c. Iqlab

Iqlab adalah mengganti bunyi Nun Mati atau Tanwin menjadi bunyi Mim (م) disertai dengung. Hal ini terjadi apabila bertemu dengan huruf Ba (ب).

d. Ikhfa Haqiqi

Ikhfa berarti menyamarkan. Cara membacanya adalah samar-samar antara Izhar dan Idgham disertai dengung. Huruf Ikhfa ada 15, di antaranya Ta (ت), Tsa (ث), Jim (ج), dan seterusnya.

Contoh (Surat Al-Baqarah ayat 3 - 'yunfiqun'):

وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ

Simak bacaan lengkapnya di Surat Al-Baqarah.

2. Hukum Mim Mati

Selain Nun Mati, terdapat juga hukum Mim Mati (Mim Sukun) yang bertemu dengan huruf hijaiyah. Hukum ini terbagi menjadi tiga:

a. Ikhfa Syafawi

Terjadi apabila Mim Mati bertemu dengan huruf Ba (ب). Cara membacanya adalah dengan menyamarkan bunyi Mim di bibir disertai dengung.

b. Idgham Mimi (Idgham Mutamatsilain)

Terjadi apabila Mim Mati bertemu dengan huruf Mim (م) yang sejenis. Cara membacanya adalah dengan meleburkan Mim pertama ke Mim kedua disertai dengung.

c. Izhar Syafawi

Terjadi apabila Mim Mati bertemu dengan seluruh huruf hijaiyah kecuali Mim (م) dan Ba (ب). Cara membacanya harus jelas di bibir tanpa dengung.

3. Hukum Mad (Panjang Pendek)

Mad adalah memanjangkan bunyi huruf. Secara garis besar, Mad dibagi menjadi dua, yaitu Mad Thabi'i (Mad Asli) dan Mad Far'i (Mad Cabang).

a. Mad Thabi'i

Mad Thabi'i terjadi apabila:

  • Huruf Alif (ا) terletak sesudah Fathah.
  • Huruf Ya Sukun (ي) terletak sesudah Kasrah.
  • Huruf Waw Sukun (و) terletak sesudah Dhammah.

Panjang bacaannya adalah satu alif atau dua harakat.

Contoh (Surat Yasin ayat 1):

يسٓ

Pelajari lebih lanjut dalam Surat Yasin.

b. Mad Far'i

Mad Far'i memiliki banyak cabang, beberapa yang paling sering ditemui adalah:

  • Mad Wajib Muttasil: Mad Thabi'i bertemu Hamzah dalam satu kata. Panjangnya 4-5 harakat.
  • Mad Jaiz Munfasil: Mad Thabi'i bertemu Hamzah di lain kata. Panjangnya 2, 4, atau 5 harakat.
  • Mad Arid Lissukun: Mad Thabi'i bertemu huruf hidup yang dibaca mati karena waqaf (berhenti).

4. Hukum Qalqalah

Qalqalah adalah memantulkan bunyi huruf tertentu ketika sukun (mati). Huruf Qalqalah ada lima, yang sering disingkat menjadi "Baju Di Toko" (Ba, Jim, Dal, Tha, Qaf). Qalqalah terbagi dua:

a. Qalqalah Sugra

Pantulan kecil yang terjadi apabila huruf Qalqalah mati asli di tengah kata.

b. Qalqalah Kubra

Pantulan besar yang terjadi apabila huruf Qalqalah dimatikan karena waqaf di akhir ayat atau kalimat.

Contoh (Surat Al-Ikhlas ayat 1 - 'Ahad'):

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

Baca selengkapnya di Surat Al-Ikhlas.

5. Hukum Alif Lam (Al-Ta'rif)

Dalam membaca Al-Qur'an, sering kita temui Alif Lam (Al) pada awal kata benda. Terdapat dua cara membacanya:

a. Alif Lam Syamsiyah

Disebut juga Idgham Syamsiyah. Terjadi apabila Alif Lam bertemu dengan huruf Syamsiyah. Ciri utamanya adalah Alif Lam tidak dibaca (lebur) dan huruf setelahnya bertasydid. Contoh: Ar-Rahman.

b. Alif Lam Qamariyah

Disebut juga Izhar Qamariyah. Terjadi apabila Alif Lam bertemu dengan huruf Qamariyah. Ciri utamanya adalah Alif Lam dibaca jelas. Contoh: Al-Hamdu.

Kesimpulan

Menguasai tajwid lengkap membutuhkan praktik yang konsisten dan bimbingan guru (talaqqi). Membaca teori saja tidak cukup tanpa melatih lisan untuk mengucapkan makhraj yang tepat. Mulailah dengan memperbaiki bacaan pada surat-surat pendek, kemudian berlanjut ke surat yang lebih panjang untuk menyempurnakan ibadah Anda.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya