Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Menghadapi tahapan seleksi penerimaan karyawan baru seringkali menjadi momen yang mendebarkan bagi para pelamar. Salah satu gerbang utama yang harus dilewati adalah tes psikologi. Mempelajari berbagai contoh soal psikotes kerja merupakan strategi paling efektif untuk mempersiapkan diri, mengasah logika berpikir, dan meningkatkan kepercayaan diri sebelum ujian berlangsung. Psikotes tidak hanya mengukur kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga aspek kepribadian, ketahanan kerja, dan kemampuan pemecahan masalah.
Banyak kandidat yang sebenarnya kompeten secara teknis namun gagal di tahap ini karena kurang familiar dengan pola soal yang diujikan. Artikel ini akan mengulas secara lengkap berbagai jenis soal psikotes yang umum muncul di perusahaan multinasional, BUMN, hingga instansi pemerintahan, lengkap dengan kunci jawaban dan tips pengerjaannya.
Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan bahasa, perbendaharaan kata, serta logika bahasa seseorang. Jenis soal ini biasanya mencakup sinonim (persamaan kata), antonim (lawan kata), dan analogi verbal.
Pilihlah kata yang memiliki arti paling dekat dengan kata yang dicetak tebal.
Pilihlah kata yang memiliki arti berlawanan dengan kata yang dicetak tebal.
Tentukan hubungan kata yang sepadan.
Bagian ini sering menjadi momok bagi peserta yang kurang menyukai matematika. Namun, kuncinya bukan pada hitungan rumit, melainkan kemampuan melihat pola urutan angka.
Lanjutkan deret angka berikut ini:
Tes ini mengukur kemampuan spasial dan imajinasi. Anda akan diminta untuk melanjutkan pola gambar, melakukan rotasi mental, atau mencari gambar yang berbeda.
Tips Mengerjakan: Fokus pada perubahan kecil seperti rotasi (searah/berlawanan jarum jam), penambahan elemen garis, atau perubahan warna (hitam/putih) pada setiap urutan gambar. Jangan terpaku terlalu lama pada satu soal jika merasa buntu.
Tes ini berisi gugusan angka-angka yang tersusun secara vertikal dalam lembaran besar (seukuran koran). Tugas Anda adalah menjumlahkan dua angka yang berdekatan dari atas ke bawah (Kraepelin) atau sebaliknya.
Tujuan Tes: Mengukur konsistensi, ketahanan kerja di bawah tekanan, ketelitian, dan kecepatan. Perusahaan tidak hanya mencari siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang grafiknya stabil (tidak menurun drastis di tengah jalan).
Pada tes ini, Anda akan diberikan 8 kotak yang berisi pola-pola kecil (titik, garis lengkung, kotak kecil, dll). Tugas Anda adalah meneruskan pola tersebut menjadi sebuah gambar yang bermakna.
Tips: Usahakan untuk tidak menggambar hal-hal yang terlalu umum atau klise. Hindari menggambar urut dari nomor 1 sampai 8, karena ini bisa dinilai sebagai orang yang kaku. Sebaiknya acak, misalnya mulai dari nomor 3, lalu 1, lalu 4, dan seterusnya, namun tetap berikan nomor urutan pengerjaan di luar kotak.
Instruksinya sederhana: "Gambarlah seseorang" atau "Gambarlah pohon berkayu/berkambium".
Dengan persiapan yang matang dan pemahaman mendalam mengenai berbagai jenis soal di atas, peluang Anda untuk lolos ke tahap wawancara akan semakin besar. Ingatlah bahwa psikotes adalah alat ukur kecocokan profil Anda dengan budaya dan kebutuhan perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved