Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI umat Islam yang sedang melakukan perjalanan jauh atau musafir, Allah SWT memberikan keringanan (rukhsah) dalam pelaksanaan ibadah salat fardu. Salah satu bentuk keringanan tersebut adalah dengan cara menjamak atau menggabungkan dua waktu salat dalam satu waktu. Hal ini sangat membantu ketika kondisi di perjalanan tidak memungkinkan untuk berhenti di setiap waktu salat. Salah satu yang sering dilakukan adalah membaca niat sholat jamak takhir maghrib dan isya di waktu isya.
Memahami tata cara dan niat yang benar adalah kunci sahnya ibadah ini. Sholat jamak takhir sendiri berarti mengakhirkan salat yang pertama ke waktu salat yang kedua. Dalam konteks ini, salat Maghrib yang seharusnya dikerjakan saat matahari terbenam, ditunda pelaksanaannya dan digabungkan (dijamak) dengan salat Isya pada waktu Isya.
Sebelum masuk ke bacaan niat, penting untuk memahami esensi dari jamak takhir. Berbeda dengan jamak taqdim yang menarik waktu salat kedua ke waktu pertama, jamak takhir memberikan keleluasaan bagi musafir yang mungkin masih berada di kendaraan saat waktu Maghrib tiba, sehingga ia berniat untuk mengerjakannya nanti saat waktu Isya.
Tidak semua perjalanan membolehkan seseorang melakukan salat jamak. Berikut adalah beberapa syarat sah pelaksanaan sholat jamak:
Pelaksanaan sholat jamak takhir Maghrib dan Isya dilakukan pada waktu Isya. Dalam pelaksanaannya, Anda boleh mendahulukan salat Maghrib terlebih dahulu atau salat Isya terlebih dahulu, namun yang lebih utama (afdhal) adalah mengerjakan secara tertib (berurutan) dimulai dari salat pemilik waktu (Isya) atau salat yang tertinggal (Maghrib) sesuai mazhab yang dianut. Umumnya di Indonesia (Mazhab Syafi'i), disarankan berurutan dari Maghrib kemudian Isya.
Berikut adalah lafaz niat untuk salat Maghrib yang dikerjakan di waktu Isya dengan cara jamak takhir:
أُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى
Ushallii fardhol maghribi tsalaatsa raka'aatin majmuu'an bil-'isya-i Jam'a Takhirin lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja aku niat salat fardu Maghrib tiga rakaat yang dijama' dengan Isya, dengan jamak takhir, karena Allah Ta'ala."
Setelah menyelesaikan salat Maghrib, dilanjutkan langsung dengan salat Isya. Berikut niatnya:
أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى
Ushallii fardhol 'isya-i arba'a raka'aatin majmuu'an bil-maghribi Jam'a Takhirin lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja aku niat salat fardu Isya empat rakaat yang dijama' dengan Maghrib, dengan jamak takhir, karena Allah Ta'ala."
Agar ibadah diterima, urutan pelaksanaan harus diperhatikan dengan seksama. Berikut adalah langkah-langkah detail melaksanakan sholat jamak takhir Maghrib dan Isya:
Seringkali masyarakat bingung antara Jamak dan Qashar. Jamak artinya menggabungkan, sedangkan Qashar artinya memendekkan atau meringkas rakaat salat.
Jika Anda melakukan Jamak Takhir saja (tanpa Qashar), maka jumlah rakaatnya tetap utuh: Maghrib 3 rakaat dan Isya 4 rakaat. Namun, jika Anda melakukan Jamak Takhir Qashar, maka salat Isya yang tadinya 4 rakaat diringkas menjadi 2 rakaat. Sedangkan salat Maghrib tidak bisa di-qashar dan tetap 3 rakaat.
Keringanan ini didasarkan pada dalil Al-Qur'an yang membolehkan umat Islam mengqashar salat ketika bepergian, sebagaimana tercantum dalam Surat An-Nisa ayat 101:
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا۟ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلْكَٰفِرِينَ كَانُوا۟ لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِينًا
Wa izaa darabtum fil ardi falaisa 'alaikum junaahun an taqsuruu minas salaati in khiftum an yaftinakumul lazina kafaruu, innal kaafiriina kaanuu lakum 'aduwwam mubiinaa.
Artinya: "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu."
Meskipun ayat tersebut konteksnya adalah rasa takut (khauf), namun jumhur ulama sepakat bahwa dalam kondisi aman pun, musafir tetap mendapatkan rukhsah untuk menjamak dan mengqashar salat sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT.
Dengan memahami tata cara dan niat sholat jamak takhir maghrib dan isya di waktu isya ini, diharapkan perjalanan Anda tetap diberkahi tanpa meninggalkan kewajiban utama sebagai seorang Muslim. (Z-4)
Panduan lengkap niat sholat jamak takhir maghrib dan isya di waktu isya, tata cara pelaksanaan, serta syarat sahnya bagi musafir sesuai syariat Islam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved