Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

5 Rukun Khutbah Jumat dan Syarat Sahnya Menurut Mazhab Syafi'i

Wisnu Arto Subari
09/1/2026 10:26
5 Rukun Khutbah Jumat dan Syarat Sahnya Menurut Mazhab Syafi'i
Ilustrasi.(Freepik)

SHALAT Jumat merupakan kewajiban mutlak bagi laki-laki Muslim yang telah memenuhi syarat. Berbeda dengan shalat fardhu lain, shalat Jumat memiliki keunikan yaitu adanya dua khutbah yang menempati posisi pengganti dua rakaat shalat Zuhur.

Oleh karena itu, kedudukan khutbah sangatlah krusial. Jika khutbah rusak, shalat Jumat pun tidak sah.

Banyak masyarakat, bahkan petugas masjid, yang terkadang kurang memahami detail teknis mengenai rukun khutbah Jumat. Padahal, rukun ini bersifat ta'abbudi (paten) dan harus dilafalkan dalam Bahasa Arab. Jika satu saja tertinggal, shalat Jumat seluruh jemaah menjadi tidak sah dan wajib diulang dengan shalat Zuhur.

Merujuk pada literatur Fiqih Syafi'iyah (seperti kitab Safinatun Naja dan Fathul Qarib) yang menjadi pegangan mayoritas umat Islam di Indonesia, berikut adalah ulasan mendalam mengenai 5 rukun khutbah Jumat beserta syarat sahnya.

Apa Itu Rukun Khutbah Jumat?

Dalam istilah fiqih, rukun adalah bagian inti yang harus ada. Dalam konteks khutbah Jumat, rukun adalah bacaan-bacaan tertentu yang wajib dilafalkan dalam Bahasa Arab oleh khatib. Adapun isi ceramah/nasihat dalam Bahasa Indonesia hanyalah pelengkap, bukan rukun.

Para ulama Mazhab Syafi'i menetapkan ada lima rukun yang harus dipenuhi dalam dua khutbah.

Baca juga: Khutbah Jumat Keutamaan Nisfu Syaban dan Amalannya

Penjelasan 5 Rukun Khutbah Jumat

Berikut adalah rincian kelima rukun tersebut. Tiga rukun pertama (Hamdalah, Shalawat, Wasiat) wajib dibaca di kedua khutbah.

1. Memuji Allah (Hamdalah)

Posisi: Wajib di Khutbah Pertama & Kedua.
Syarat: Harus memuat kata "Hamdun" (pujian) dan lafal "Allah".

  • Contoh Pendek (Sah): Alhamdulillah.
  • Contoh Lengkap: Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wabihi nasta'inu 'ala umuriddunya waddin.

Baca juga: Khutbah Jumat Berbagai Kemuliaan Bulan Rajab

2. Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Posisi: Wajib di Khutbah Pertama & Kedua.
Syarat: Harus memuat kata shalawat (Sholla/Sholatu) dan nama Nabi (Muhammad/Ahmad) atau jabatannya (Rasulullah/Nabiyullah).

  • Contoh Pendek (Sah): Allahumma sholli 'ala Muhammad.
  • Contoh Lengkap: Allahumma sholli wa sallim 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shohbihi ajma'in.

3. Berwasiat Takwa (Wasiyat bit-Taqwa)

Posisi: Wajib di Khutbah Pertama & Kedua.
Syarat: Mengandung perintah untuk taat atau menjauhi larangan Allah. Tidak ada lafal kaku, namun wajib berbahasa Arab jika mengikuti kehati-hatian ulama.

  • Contoh Pendek (Sah): Ittaqullah (Bertakwalah kalian kepada Allah).
  • Contoh Lengkap: Usikum wa nafsi bitaqwallah, faqad fazal muttaqun.

Baca juga: Sunah-Sunah Rasul di Malam Jumat, Apakah termasuk Hubungan Suami-Istri

4. Membaca Ayat Al-Qur'an

Posisi: Wajib di salah satu khutbah (lebih utama di Khutbah Pertama).
Syarat: Ayat yang dibaca harus mufhimah (memberikan makna yang sempurna/lengkap). Tidak cukup hanya membaca potongan ayat pendek seperti "Tsumma nazhar".

  • Contoh: Ya ayyuhalladzina amanu ittaqullaha haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun. (QS. Ali Imran: 102).

5. Berdoa untuk Kaum Mukminin

Posisi: Wajib di Khutbah Kedua.
Syarat: Mendoakan ampunan (maghfirah) atau kebaikan akhirat bagi mukminin/mukminat.

  • Contoh Pendek (Sah): Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat.
  • Contoh Lengkap: Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, al-ahya'i minhum wal amwat.

Baca juga: Zikir dan Doa setelah Salat Jumat, Ada Ganjaran Besar

Syarat Sah Khutbah Jumat

Selain membaca lima rukun di atas, pelaksanaan khutbah harus memenuhi syarat sah berikut:

  1. Masuk Waktu Zuhur: Khutbah dilakukan setelah matahari tergelincir.
  2. Berdiri Bagi yang Mampu: Jika khatib tidak mampu berdiri, boleh duduk.
  3. Duduk di Antara Dua Khutbah: Khatib wajib duduk sebentar (seukuran tuma'ninah shalat) di antara khutbah pertama dan kedua.
  4. Suci dari Hadats dan Najis: Khatib harus punya wudhu dan pakaiannya bersih (sama seperti syarat shalat).
  5. Menutup Aurat: Pakaian khatib harus menutup aurat.
  6. Terdengar oleh 40 Jamaah (Ahli Jumat): Suara rukun khutbah harus terdengar minimal oleh 40 orang jemaah yang berstatus mustawthin (penduduk tetap laki-laki yang baligh). Musafir tidak masuk hitungan ini.
  7. Berturut-turut (Muwalat): Antara rukun khutbah, serta antara khutbah dan shalat Jumat, jaraknya tidak boleh terputus lama.

Baca juga: 11 Sunah Hari Jumat yang Dianjurkan Umat Islam Lakukan

Kesimpulan

Memahami rukun khutbah Jumat adalah kunci sahnya ibadah mingguan kita. Bagi para pengurus masjid (DKM), sangat disarankan untuk menyediakan teks khutbah yang sudah divalidasi rukun-rukunnya di mimbar, guna mengantisipasi khatib pengganti yang mungkin belum hafal urutan rukun tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya