Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Apa yang Dimaksud dengan Berita? Ini Pengertian dan Unsur Lengkapnya

Thalatie K Yani
08/1/2026 09:33
Apa yang Dimaksud dengan Berita? Ini Pengertian dan Unsur Lengkapnya
Ilustrasi(freepik)

Dalam dunia jurnalistik dan penyebaran informasi, pemahaman mengenai definisi berita sangatlah fundamental bagi pembaca maupun penulis. Secara sederhana, yang dimaksud dengan berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik, dan penting bagi sebagian besar khalayak. Berita bukan sekadar cerita, melainkan rekaman peristiwa yang memiliki nilai jurnalistik dan dipublikasikan melalui media massa, baik itu media cetak, elektronik, maupun media daring (online).

Kehadiran berita menjadi jembatan informasi antara peristiwa yang terjadi di lapangan dengan masyarakat luas. Namun, tidak semua kejadian bisa disebut sebagai berita. Sebuah informasi harus memenuhi kriteria tertentu agar layak diangkat menjadi produk jurnalistik yang kredibel. Artikel ini akan mengupas tuntas definisi, karakteristik, unsur, hingga struktur berita yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Pengertian Berita Menurut Para Ahli dan KBBI

Untuk memahami lebih dalam, kita perlu merujuk pada definisi formal dan pandangan para pakar komunikasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berita diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Selain itu, berita juga didefinisikan sebagai kabar, pengumuman, atau pemberitahuan.

Sementara itu, beberapa ahli jurnalistik memiliki pandangan mendalam mengenai definisi ini:

  • Willard C. Bleyer: Berita adalah segala sesuatu yang terkini (hangat) yang dipilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar, karena menarik atau mempunyai makna bagi pembaca.
  • Dean M. Lyle Spencer: Berita adalah setiap fakta atau ide yang akurat dan dapat menarik perhatian bagi sejumlah besar pembaca.
  • Nasution: Berita adalah laporan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi yang ingin diketahui oleh umum, dengan sifat aktual, faktual, penting, dan menarik.

Ciri-Ciri Berita yang Valid

Sebuah teks atau laporan dapat dikategorikan sebagai berita apabila memenuhi karakteristik khusus yang membedakannya dengan opini atau karya fiksi. Berikut adalah ciri-ciri utama berita:

  1. Faktual (Berdasarkan Fakta): Berita harus berdasarkan kejadian nyata, bukan rekayasa, imajinasi, atau isu yang belum jelas kebenarannya. Kebenaran adalah fondasi utama jurnalisme.
  2. Aktual (Terkini): Peristiwa yang diberitakan adalah kejadian yang baru saja terjadi atau sedang hangat dibicarakan. Unsur kebaruan (novelty) sangat mempengaruhi nilai berita.
  3. Objektif: Berita harus disampaikan apa adanya tanpa dicampuri opini pribadi penulis. Wartawan harus bersikap netral dan berimbang (cover both sides).
  4. Menarik dan Penting: Informasi tersebut harus menyangkut kepentingan orang banyak atau memiliki daya tarik yang membuat orang ingin membacanya.
  5. Bahasa Jelas dan Padat: Menggunakan bahasa jurnalistik yang baku, mudah dipahami, singkat, dan tidak bertele-tele.

Unsur-Unsur Berita (5W+1H)

Dalam penyusunan teks berita yang lengkap dan informatif, seorang jurnalis wajib menerapkan rumus 5W+1H. Rumus ini memastikan bahwa informasi yang disampaikan utuh dan tidak menimbulkan pertanyaan lanjutan yang membingungkan pembaca. Berikut penjabarannya:

1. What (Apa)

Unsur ini menjelaskan peristiwa apa yang sedang terjadi. Ini adalah inti dari berita tersebut. Contoh: "Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak."

2. Who (Siapa)

Menjelaskan siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Ini bisa berupa subjek (pelaku), objek (korban), atau tokoh-tokoh yang terkait langsung dengan kejadian.

3. Where (Di mana)

Menunjukkan lokasi kejadian peristiwa. Keterangan tempat yang spesifik sangat penting untuk memverifikasi kebenaran berita.

4. When (Kapan)

Menjelaskan waktu terjadinya peristiwa. Unsur waktu harus detail, mencakup hari, tanggal, hingga jam kejadian untuk menunjukkan sisi aktualitas berita.

5. Why (Mengapa)

Menjelaskan alasan atau latar belakang terjadinya peristiwa. Unsur ini menjawab pertanyaan kausalitas atau sebab-akibat yang membuat berita menjadi lebih mendalam.

6. How (Bagaimana)

Menjelaskan kronologi atau proses terjadinya peristiwa secara runtut. Unsur ini memberikan gambaran detail tentang suasana atau urutan kejadian.

Struktur Teks Berita: Piramida Terbalik

Dalam penulisan berita, terutama straight news, struktur yang digunakan adalah Piramida Terbalik. Konsep ini menempatkan informasi paling penting di bagian paling atas (awal), dan informasi yang kurang penting di bagian bawah. Tujuannya adalah agar pembaca segera mengetahui inti informasi meskipun tidak membaca sampai habis.

  • Judul (Headline): Kunci utama berita yang menggambarkan isi secara ringkas dan menarik perhatian.
  • Teras Berita (Lead): Paragraf pertama yang memuat rangkuman inti peristiwa. Biasanya, unsur 5W+1H yang paling krusial diletakkan di sini.
  • Tubuh Berita (Body): Penjelasan mendetail mengenai peristiwa. Bagian ini menjabarkan unsur Why dan How secara lebih komprehensif.
  • Ekor Berita (Leg): Bagian penutup yang berisi informasi tambahan atau pelengkap yang relevansinya tidak sekuat bagian tubuh berita.

Jenis-Jenis Berita

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan berita adalah laporan fakta, penting juga mengetahui jenis-jenisnya dalam media massa:

  • Straight News (Berita Langsung): Laporan peristiwa yang ditulis secara singkat, padat, dan lugas. Mengutamakan unsur aktualitas.
  • Depth News (Berita Mendalam): Berita yang dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah permukaan suatu peristiwa.
  • Investigation News (Berita Investigasi): Berita yang diperoleh melalui penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta yang tersembunyi, biasanya terkait kasus penyelewengan atau kriminalitas.
  • Opinion News (Berita Opini): Berita yang berisi pendapat atau pandangan seseorang (biasanya tokoh ahli atau cendekiawan) mengenai suatu isu.

Dengan memahami pengertian, unsur, dan struktur di atas, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilah informasi. Di era digital di mana informasi menyebar dengan cepat, kemampuan mengidentifikasi berita yang valid dan akurat menjadi keterampilan literasi yang sangat krusial.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya