Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia pasti pernah menghadapi cobaan atau masa-masa sulit. Di saat itulah, ayat suci Al-Qur'an sering menjadi penawar hati dan sumber motivasi spiritual yang paling ampuh. Salah satu kalimat yang paling sering dicari dan dikumandangkan sebagai penguat jiwa adalah lafal fainamaal usriyusro inna ma'al usri yusra artinya sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Kalimat ini bukan sekadar kata-kata mutiara, melainkan janji pasti dari Allah SWT yang termaktub dalam Surat Al-Insyirah (Alam Nasyrah).
Ayat ini memiliki kedalaman makna yang luar biasa, mengajarkan konsep optimisme dan tawakal. Bagi umat Muslim, memahami arti dan tafsir dari potongan ayat ini sangat penting untuk membangun mentalitas yang tangguh dalam menghadapi ujian kehidupan. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai makna, tafsir, dan hikmah di balik ayat tersebut.
Kalimat "Fainamaal usriyusro" dan "Inna ma'al usri yusra" merupakan bunyi dari ayat ke-5 dan ke-6 dalam Surat Al-Insyirah. Surat ini merupakan surat ke-94 dalam Al-Qur'an yang diturunkan di Mekkah (Makkiyah) dan terdiri dari 8 ayat. Inti dari surat ini adalah penghiburan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang saat itu sedang menghadapi tekanan berat dari kaum kafir Quraisy.
Berikut adalah teks Arab, latin, dan terjemahannya secara lengkap:
فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Fa inna ma'al-'usri yusrā
Artinya: "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Inna ma'al-'usri yusrā
Artinya: "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
Jika kita perhatikan, ayat ke-5 dan ke-6 memiliki bunyi dan arti yang hampir identik. Dalam kaidah bahasa Arab (Balaghah) dan ilmu tafsir, pengulangan (tikrar) ini memiliki tujuan penekanan (taukid). Allah SWT ingin menegaskan janji-Nya agar tertanam kuat di hati Nabi Muhammad SAW dan umatnya bahwa kemudahan itu pasti datang.
Para ulama tafsir, seperti Ibnu Katsir dan Al-Sa'di, memberikan penjelasan mendalam mengenai struktur bahasa dalam kedua ayat ini. Kata Al-'Usr (kesulitan) menggunakan kata sandang "Al" (Ma'rifah/Definitif), yang merujuk pada satu kesulitan yang spesifik atau kesulitan yang sedang dihadapi. Sedangkan kata Yusra (kemudahan) berbentuk Nakirah (Indefinitif/Umum) tanpa "Al", yang bermakna kemudahan yang banyak, luas, dan beragam.
Dari struktur bahasa tersebut, Ibnu Abbas R.A. dan para ulama menyimpulkan sebuah kaidah terkenal:
"Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan."
Hal ini karena kata "kesulitan" (Al-'Usr) pada ayat ke-5 dan ke-6 dianggap sebagai satu hal yang sama karena menggunakan bentuk definitif. Sedangkan kata "kemudahan" (Yusra) pada kedua ayat tersebut dianggap sebagai dua hal yang berbeda dan berlipat ganda karena bentuknya umum. Artinya, setiap kali ada satu kesulitan, Allah telah menyiapkan jalan keluar dan kemudahan yang jauh lebih besar dan berlipat ganda.
Memahami fainamaal usriyusro inna ma'al usri yusra artinya tidak lengkap tanpa mengetahui latar belakang turunnya ayat ini. Surat Al-Insyirah diturunkan pada periode awal kenabian di Mekkah. Pada masa itu, Rasulullah SAW dan para sahabat mengalami intimidasi, cemoohan, dan kesulitan ekonomi yang sangat berat akibat boikot kaum Quraisy.
Di tengah himpitan yang menyesakkan dada tersebut, Allah menurunkan surat ini untuk melapangkan dada Nabi (Alam nasyrah laka shadrak) dan memberikan jaminan bahwa masa-masa sulit tersebut hanyalah sementara. "Bersama" kesulitan itu, ada kemudahan. Kata "ma'a" (bersama) dalam ayat tersebut mengisyaratkan bahwa kemudahan itu letaknya sangat dekat dengan kesulitan, seolah-olah keduanya berjalan beriringan.
Ayat ini menjadi landasan psikologis yang kuat bagi umat Islam (Psychological Resilience). Berikut adalah beberapa hikmah yang dapat kita ambil:
Untuk mendapatkan keberkahan yang utuh, disarankan membaca surat ini secara lengkap. Berikut adalah bacaan Surat Al-Insyirah ayat 1-8:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (1) وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ (2) ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ (3) وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ (4) فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا (6) فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ (7) وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب (8)
Terjemahan:
Untuk mendengarkan audio murottal dan tafsir lebih rinci per ayat, Anda dapat mengunjungi laman Surat Al-Insyirah di Al-Qur'an Online Media Indonesia.
Semoga dengan memahami makna fainamaal usriyusro inna ma'al usri yusra, kita senantiasa diberikan kekuatan dan keyakinan bahwa pertolongan Allah sangatlah dekat.
Fa inna ma'al usri yusra - inna ma'al usri yusra artinya 'Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan'. Makna lengkap ayat 5-6 Surat Al-Insyirah.
Pelajari makna Fainna Ma'al Usri Yusra dalam Surat Al-Insyirah, ayat penuh harapan tentang kemudahan setelah kesulitan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved