Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Beasiswa Pendidikan Tinggi bagi 100 Perempuan Muda untuk Raih dan Wujudkan Mimpi

Indrastuti
07/1/2026 15:32
Beasiswa Pendidikan Tinggi bagi 100 Perempuan Muda untuk Raih dan Wujudkan Mimpi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENDIDIKAN perempuan adalah langkah strategis dalam mewujudkan SDG 5 dan pembangunan berkelanjutan secara umum. Oleh karena itu, Glow & Lovely kembali menggelar Program Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2025.

Program beasiswa "Glow and Lovely Bintang Beasiswa" telah berjalan selama sembilan tahun, menerima lebih dari 18.000 aplikasi pada tahun ini. Beasiswa ini memberikan bantuan pendidikan selama empat tahun (delapan semester) kepada 80 orang lulusan SMA dan sederajat, serta parsial dengan memberikan dukungan kepada 20 mahasiswa semester empat atau enam selama setahun (dua semester) agar mereka dapat menyelesaikan masa perkuliahan mereka. Beasiswa parsial juga masih terbuka bagi mahasiswa yang kuliahnya pernah terhenti selama satu tahun.

Stella Tika Lestari, Senior Brand Manager Glow & Lovely menjelaskan program ini sejalan dengan misi perusahaan dalam mengajak perempuan Indonesia untuk tidak takut mengejar mimpinya.

“Semangat program ini juga terlihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi perempuan yang terus meningkat sejak 2020, mencapai hingga 35,23% pada 2024, melebihi nilai APK laki-laki. Meski demikian, pendidikan tinggi belum dapat diakses secara merata oleh seluruh perempuan muda,” ujar Stella kepada awak media dalam event Inaugurasi Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2025 di Yogyakarta, Sabtu (22/11/2025).

Penerima beasiswa merata dari seluruh Indonesia. "Seperti yang kita lihat ada ada yang dari NTT, dari Pulau Jawa, ada dari Sumatera. Dari segi proporsi mungkin jawa lebih banyak karena memang secara proporsi ya. Tapi semua ini pelosok Indonesia ada aja dan semuanya terpilih karena prestasi dan usaha para peserta serta mereka mempunya mimpi untuk dicapai," kata dia. 

“Melalui program ini kami telah memfasilitasi sebanyak 585 beasiswa untuk perempuan muda selama 9 tahun bekerja sama dengan Hoshizora Foundation,” jelas Stella.

Pada kesempatan yang sama, Yudi Anwar, Executive Director Hoshizora Foundation mengatakan pihaknya kerap menemui kenyataan di lapangan bahwa akibat keterbatasan ekonomi, keluarga jadi lebih memprioritaskan laki-laki untuk bersekolah lebih tinggi. 

"Stigma peran domestik perempuan yang mana laki-laki masih diposisikan sebagai tulang punggung keluarga. Bahkan saat perempuan akhirnya berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi, mereka terpaksa harus menunda mimpi menuntaskan kuliah, yang rata-rata terjadi justru di akhir masa studinya,”  kata dia. 

Peran besar Glow & Lovely Bintang Beasiswa dirasakan langsung oleh Rafifah Karimah, salah satu penerima manfaat Glow & Bintang Beasiswa 2022. 

”Kesulitan dan tantangan dalam hidup harus disikapi dengan bijak karena semua itu bagian dari proses hidup, nggak perlu diratapi, tapi justru dijadikan motivasi untuk bisa meraih yang terbaik. Alhamdulillah bersama Glow & Lovely Bintang Beasiswa aku bisa mendalami bidang Agribisnis di Universitas Lampung. Program capacity building-nya yang intensif juga sangat membantuku menggali potensi diri, memperluas network, hingga menambah wawasan dengan perspektif baru yang belum pernah kudapat,” kata dia.

Salah satu penerima beasiswa parsial adalah Wening Rahayu Cahya Wati yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Wening berasal dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Di sela acara, Wening membagikan tantangannya dalam menempuh perguruan tinggi. "Tantangan yang saya hadapi terutama tantangan finansial. Ketika diterima di kampus sekarang, saya sempat bingung karena orang tua berasal dari keluarga sederhana yang bekerja sebagai buruh harian lepas," kata dia.

Namun ayahnya memberinya semangat agar tidak pantang menyerah. "Tantangan berat di semester-semester akhir. Di semester lima ini, saya sudah mulai observasi ke sekolah dasar, karena sesuai dengan jurusan saya. Jadi, ada seperti media pembelajaran yang harus dibuat yang membutuhkan uang. Saya mencoba mengatasinya dengan mengajar les anak-anak SD seminggu dua kali. Saya ingin tidak hanya menjadi guru yang mengajar tetapi juga bisa menjadi inspirasi anak-anak di lingkungan saya untuk berani berjuang meraih mimpinya," kata dia. 

Stella melanjutkan, “Kami percaya bahwa tidak seharusnya perempuan melimitasi ruang gerak mereka. Untuk itu, kami mempersembahkan kampanye #GetReadyHadapiMatahari yang bertujuan menyebarkan edukasi basic skincare bagi remaja, termasuk pentingnya penggunaan sunscreen yang tepat, sekaligus sebagai bentuk komitmen untuk mendampingi lebih banyak perempuan muda agar berani step out dan step up meningkatkan kualitas diri dengan kulit yang terlindungi. Kampanye ini diselenggarakan melalui on-ground activation di lebih dari 130 sekolah serta universitas di 16 kota, dan juga berbagai digital activation yang telah mendapatkan lebih dari 23 juta reach di media sosial.” (H-2)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya