Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN Manusia Pawon menjadi bukti penting kawasan Danau Bandung purba telah dihuni manusia sejak ribuan tahun silam. Temuan ini berasal dari penggalian arkeologis di Gua Pawon, yang berada di kawasan kars Rajamandala, sekitar 20 kilometer di sebelah barat Kota Bandung, Jawa Barat.
Dilansir dari laman Kementerian ESDM, Keberadaan komunitas Manusia Pawon mengindikasikan kawasan sekitar Danau Bandung purba sudah menjadi wilayah hunian manusia sejak zaman prasejarah. Informasi ini juga dipaparkan dalam Panel Monitor Kars Indonesia yang terdapat di Museum Kars.
Secara geografis, mulut Gua Pawon menghadap ke Sungai Cibukur dan terletak di bagian tengah lereng terjal Pasir Pawon. Lokasi ini dinilai strategis sebagai tempat hunian karena dekat dengan sumber air dan memiliki perlindungan alami. Gua Pawon merupakan gua fosil yang memiliki beberapa ruangan, dengan ornamen gua berupa stalaktit, stalagmit, serta flowstone. Saat ini, gua tersebut juga menjadi habitat ribuan kelelawar.
Berdasarkan hasil ekskavasi Balai Arkeologi Jawa Barat, ditemukan kerangka manusia prasejarah yang dikubur dalam posisi terlipat di dalam gua tersebut. Analisis menunjukkan kerangka itu berasal dari ras Mongoloid dan diperkirakan berumur antara 5.600 dan 9.500 tahun yang lalu, atau berasal dari masa Mesolitikum.
Kawasan kars Rajamandala merupakan bagian dari bentang kars yang luas di Pulau Jawa. Kawasan kars di Jawa tersebar dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur, dan sebagian besar berada di jalur selatan Pulau Jawa.
Selain di Rajamandala dan Ciseeng (Jawa Barat), bentang kars juga ditemukan di wilayah Gombong, Jawa Tengah, seperti di Gua Petruk dan kawasan Perbukitan Karangbolong yang terkenal dengan sarang burung walet. Kawasan Gunung Sewu yang membentang dari Wonogiri (Jawa Tengah) hingga Wonosari (Yogyakarta) juga merupakan salah satu bentang kars terluas, dengan ciri khas perbukitan berbentuk kerucut serta gua-gua yang memiliki sumber mata air dan ruang bawah tanah yang luas.
Bentang kars ini kemudian berlanjut hingga wilayah Pacitan dan beberapa daerah lain di Jawa Timur. Masing-masing kawasan memiliki karakteristik tersendiri yang mencerminkan pola kehidupan manusia yang menyesuaikan diri dengan lingkungan kars. (Kementerian ESDM/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved