Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Apa Itu Darah Implantasi? Ini Penjelasan Medis Lengkapnya

Abi Rama
02/1/2026 12:07
Apa Itu Darah Implantasi? Ini Penjelasan Medis Lengkapnya
Ilustrasi(freepik)

DARAH implantasi merupakan perdarahan ringan atau flek yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Kondisi ini termasuk salah satu tanda awal kehamilan dan dialami satu dari empat perempuan hamil. Meski sering menimbulkan kekhawatiran, darah implantasi umumnya bersifat normal dan tidak berbahaya.

Apa Itu Darah Implantasi?

Darah implantasi adalah pendarahan ringan yang muncul saat embrio mulai menempel pada lapisan rahim. Proses ini terjadi pada tahap awal kehamilan, biasanya sebelum seseorang menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

Berbeda dengan menstruasi, darah implantasi jumlahnya sangat sedikit dan berlangsung singkat. Banyak orang hanya menyadarinya sebagai bercak darah di pakaian dalam atau tisu saat membersihkan diri.

Kapan Darah Implantasi Terjadi?

Waktu terjadinya darah implantasi dapat bervariasi, tetapi umumnya muncul sekitar 10 - 14 hari setelah ovulasi. Pada periode ini, kebanyakan orang belum melakukan tes kehamilan dan belum mengalami keterlambatan haid. Karena waktunya yang berdekatan dengan jadwal menstruasi, darah implantasi kerap disalahartikan sebagai tanda awal haid.

Mengapa Darah Implantasi Bisa Terjadi?

Lapisan rahim memiliki banyak pembuluh darah dan berfungsi sebagai tempat menempelnya embrio. Ketika sel telur yang telah dibuahi menempel, sebagian pembuluh darah kecil di rahim dapat terganggu atau pecah. Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya perdarahan ringan yang dikenal sebagai darah implantasi.

Meskipun implantasi merupakan tahap penting dalam kehamilan, masih ada proses lanjutan yang menentukan apakah kehamilan akan berkembang dengan sehat. Dalam beberapa kasus, meski implantasi terjadi, kehamilan dapat berakhir pada keguguran dini.

Ciri-Ciri Darah Implantasi

Darah implantasi memiliki karakteristik yang cukup khas, di antaranya:

  • Berwarna cokelat, cokelat tua, atau merah muda
  • Jumlah darah sangat sedikit atau hanya berupa flek
  • Tidak sampai membasahi pembalut
  • Berlangsung beberapa jam hingga maksimal dua hari
  • Tidak disertai gumpalan darah

Jika muncul kram, intensitasnya biasanya sangat ringan dan terasa lebih lembut dibandingkan nyeri haid.

Gejala yang Bisa Menyertai

Pada sebagian orang, darah implantasi dapat disertai dengan gejala awal kehamilan lainnya, seperti:

  • Payudara terasa nyeri
  • Mudah lelah
  • Perut kembung
  • Mual
  • Sakit kepala ringan

Apakah Perlu Diobati?

Tidak ada perawatan khusus untuk darah implantasi. Kondisi ini akan berhenti dengan sendirinya pada kehamilan yang sehat. Umumnya, penggunaan pantyliner sudah cukup untuk menampung flek yang keluar. Namun, jika perdarahan tergolong banyak, membasahi pembalut, atau disertai gumpalan darah, besar kemungkinan itu bukan darah implantasi. 

Selain darah implantasi, perdarahan vagina di awal kehamilan juga dapat disebabkan kondisi lain, beberapa di antaranya tergolong serius, seperti:

  • Kehamilan ektopik
  • Gangguan pada plasenta, seperti plasenta previa atau solusio plasenta
  • Infeksi
  • Keguguran

Darah implantasi tidak membahayakan ibu maupun janin. Jika perdarahan ringan dan berhenti dalam satu hingga dua hari tanpa disertai nyeri, umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan apabila sudah terjadi kondisi berikut:

  • Perdarahan berlangsung lama
  • Darah keluar dalam jumlah banyak
  • Terdapat gumpalan darah
  • Disertai nyeri atau kram hebat

(Cleaveland Clinic/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya