Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM tradisi keislaman di Indonesia, khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama (NU), istilah khususon ila ruhi sering terdengar saat acara tahlilan, yasinan, atau kirim doa untuk orang yang telah meninggal dunia.
Kalimat ini merupakan bagian dari tawassul atau perantara doa yang ditujukan secara spesifik kepada arwah tertentu. Memahami arti, tata bahasa, dan cara penggunaannya sangat penting agar doa yang dipanjatkan sesuai dengan kaidah bahasa Arab dan sampai kepada tujuannya.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai makna khususon ila ruhi, perbedaannya dengan istilah lain seperti ila hadroti, serta panduan lengkap penggunaannya untuk almarhum laki-laki, perempuan, maupun jamak.
Secara bahasa, kalimat ini berasal dari bahasa Arab. Jika diuraikan, khususon (خُصُوصًا) berarti 'secara khusus' atau 'terkhusus'. Kata ila (إِلَى) adalah huruf jar yang berarti 'kepada' atau 'untuk'. Sedangkan ruhi (رُوْحِ) berarti 'ruh' atau 'arwah' dari seseorang.
Jadi, secara harfiah, khususon ila ruhi memiliki arti 'terkhusus untuk ruh...'. Kalimat ini biasanya diucapkan oleh pemimpin tahlil atau imam sebelum membacakan Surat Al-Fatihah yang pahalanya dihadiahkan kepada orang yang sudah meninggal.
Dalam kaidah bahasa Arab (Nahwu), penggunaan kata ganti (dhomir) harus disesuaikan dengan jenis kelamin dan jumlah orang yang dituju. Kesalahan dalam pengucapan akhiran kalimat ini dapat mengubah makna atau rujukan. Berikut adalah panduan lengkap perbedaannya:
Jika almarhum yang didoakan adalah seorang laki-laki tunggal (misalnya ayah, kakek, atau saudara laki-laki), maka lafal yang digunakan adalah Ila Ruhi. Setelah kata ruhi, sebutkan nama almarhum diikuti nama ayahnya (bin).
Contoh: Khususon ila ruhi Bapak Fulan bin Bapak Ahmad...
Jika almarhumah adalah seorang perempuan tunggal (ibu, nenek, atau saudara perempuan), maka kata gantinya berubah menjadi ha. Lafalnya menjadi Ila Ruhiha.
Contoh: Khususon ila ruhiha Ibu Fulana binti Bapak Ahmad...
Jika doa ditujukan untuk banyak orang sekaligus (arwah jamak), baik laki-laki maupun perempuan, maka menggunakan bentuk jamak taksir dari kata ruh, yaitu arwah. Lafalnya menjadi Ila Arwahi.
Contoh: Khususon ila arwahi ahli kubur minal muslimin wal muslimat...
Bagi Anda yang memimpin tahlil atau ingin mengirimkan doa secara mandiri, berikut adalah teks Arab yang benar beserta cara bacanya. Biasanya, kalimat ini dirangkai dengan permohonan ampunan sebelum ditutup dengan Al-Fatihah.
خُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ... بِنْ ... اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، لَهُ الْفَاتِحَةَ
Latin: Khususon ila ruhi (sebut nama almarhum) bin (nama ayah almarhum). Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, lahul fatihah.
Artinya: "Terkhusus untuk ruh (nama almarhum) putra (nama ayah). Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Untuknya, Al-Fatihah."
خُصُوْصًا إِلَى رُوْحِهَا ... بِنْتِ ... اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، لَهَا الْفَاتِحَةَ
Latin: Khususon ila ruhiha (sebut nama almarhumah) binti (nama ayah almarhumah). Allahummaghfir laha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha, lahal fatihah.
Artinya: "Terkhusus untuk ruh (nama almarhumah) putri (nama ayah). Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Untuknya, Al-Fatihah."
Penggunaan khususon ila ruhi biasanya ditempatkan pada urutan tertentu dalam rangkaian tawasul sebelum membaca Surat Yasin atau rangkaian dzikir tahlil. Berikut adalah urutan umumnya:
Setelah tawasul selesai, barulah jamaah membaca surat-surat pilihan seperti Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas, yang kemudian dilanjutkan dengan ayat-ayat tahlil.
Mengirimkan doa dengan lafal khususon ila ruhi bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki landasan agama yang kuat. Dalam Islam, doa anak yang saleh atau saudara seiman adalah salah satu amalan yang tidak terputus pahalanya bagi mayit.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim).
Dengan melakukan tawasul dan membacakan Al-Fatihah yang dikhususkan (khususon) kepada ruh almarhum, kita memohon kepada Allah SWT agar pahala bacaan Al-Qur'an dan dzikir tersebut disampaikan kepada mereka sebagai penerang di alam kubur.
Penting untuk diingat bahwa niat adalah kunci utama. Lafal khususon ila ruhi membantu meluruskan niat (ta'yin) kepada siapa doa tersebut ditujukan, sehingga hati pembaca lebih fokus dan khusyuk dalam bermunajat kepada Allah SWT.
Bacaan tahlil lengkap dengan teks Arab, latin dan terjemahan bahasa Indonesia. Urutan tahlilan sesuai sunnah untuk 3, 7, 40 hari hingga haul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved